Connect with us

EKONOMI

Melimpahnya Produksi Pertanian di Jatim, Begini Penjelasan Anna Luthfie

Published

on

Sidoarjo – Politikus asal Partai Amanat Nasional (PAN), Anna Luthfie berkata, dilihat dari aspek postur anggaran, keberpihakan pemerintah terhadap alokasi ke sektor pertanian masih rendah.

“Artinya, pemerintah belum sepenuh hati menjadikan sektor pertanian sebagai roda ekonomi paling dasar bagi masyarakat, khususnya di Jawa Timur,” ucap Anna saat ditemuinya di Sidorjo. Sabtu, (08/12).

Tambah Anna, stok pangan di Jatim dalam statistik terus menunjukkan optimisme memenuhi kebutuhan pangan nasional. Tapi, pertanyaannya apakah melimpahnya produksi pertanian di Jawa Timur memberikan kontribusi positif bagi petani, meningkatkan kesejahteraan para petani.

“Pertanyaan tersebut tentu masih relevan dalam kondisi menciptakan ketahanan pangan,” tegas Calon Legislatif DPRD Jawa Timur dari Partai Amanat Nasional (PAN) dapil Sidoarjo nomor urut 1 ini.

Masih dengan Anna, pertanian menjadi potensi luar biasa selain sektor UMKM. Tentu ini harus diimbangi dengan kebijakan politik pemerintah. Ada dua solusi strategis kebijakan politik di sektor pertanian. 

Pertama, politik anggaran yang berpihak untuk sektor pertanian. Peran Kepala Daerah, Gubernur Jawa Timur dan DPRD Jawa Timur serta stakeholder lainnya menjadi penting untuk terus mendorong politik anggatan yang berpihak ke sektor pertanian. 

“Dengan penganggaran yang cukup tentu dapat memperkaya berbagai program peningkatan kuantitas serta kualitas di sektor pertanian,” tambah Wakil Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Jatim tersebut.

Kedua, inovasi pada tahap pasca panen. Sentuhan teknologi pasca panen tentu harapannya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. 

“Ini sekaligus menjawab persoalan bagaimana menumbuhkan ketertarikan generasi muda di sektor pertanian. Yaitu dengan menunjukkan prospek keuntungan secara ekonomi apabila sektor pertanian ini dikelola dengan serius,” tutupnya. (ari)

Continue Reading
14 Comments

14 Comments

  1. qq8788 alternatif

    10 Desember 2018 at 12:54 am

    Baru sempet baca postingan ini hari ini, dan ternyata kontennya menarik banget.
    Kayaknya aku akan sering mampir di mari, semangat update terus kontennya ya
    min.

  2. qq8788 alternatif

    10 Desember 2018 at 4:33 am

    Baru sempet baca postingan ini hari ini, dan ternyata kontennya menarik banget.
    Kayaknya aku akan sering mampir di mari, semangat update terus kontennya ya min.

    • Arianto Goder

      10 Desember 2018 at 5:21 am

      Terimakasi dukungannya, tnggu selanjutnya ya 🙏🏻😘

  3. mposport

    10 Desember 2018 at 6:00 am

    Min, saya mau tanya gimana sih caranya bisa konsisten dan punya konten bagus kayak gini.

    • Arianto Goder

      10 Desember 2018 at 12:37 pm

      Semangat dan mencintai kejurnalisan

  4. mposports

    10 Desember 2018 at 7:15 am

    Emang mantap kontennya. Semangat min untuk sering-sering update.
    saya diam-diam baca dan share tiap kontenmu lho.

    • Arianto Goder

      10 Desember 2018 at 12:37 pm

      Wow terimakasih banyak, jangan kapok2 like n share tlisan kami ya

  5. link alternatif 18hoki

    10 Desember 2018 at 7:35 am

    Wah, baru tahu setelah baca postingan ini. Semangat min….

  6. mposport

    10 Desember 2018 at 8:30 am

    Nah postingan kali ini sangat bermanfaat, saya sering berkunjung dan membaca postingan disini.
    Emang keren-keren kontennya. Salah satu blog yang recommended deh.

    • Arianto Goder

      10 Desember 2018 at 12:38 pm

      Makasi banyak ya, sring2 like n share konten2 kami ya

  7. qq8788

    10 Desember 2018 at 11:55 am

    first comment, yeeey!

    • Arianto Goder

      10 Desember 2018 at 12:38 pm

      Hahay siap

  8. link alternatif 18hoki

    10 Desember 2018 at 12:19 pm

    Bagus dan bermanfaat. Admin bales dong, please hehe.

    • Arianto Goder

      10 Desember 2018 at 12:36 pm

      Alhamdulillah…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Amin, Ak: Kenaikan Cukai Rokok Harus Sejahterakan Petani Tembakau

Published

on

By

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana untuk menaikan tarif cukai rokok sebesar 17 % hingga 18% pada tahun 2021. Rencana kenaikan tarif cukai rokok itu sendiri terlihat dari adanya kenaikan target penerimaan cukai rokok sebesar Rp7,86 triliun atau 4,8%, dimana target penerimaan cukai rokok tahun 2021 sebesar Rp172,8 triliun.

Anggota DPR RI, Amin Ak mengatakan, di tengah pandemi COVID-19 saat ini, proporsi target kenaikan cukai rokok diharapkan dapat dialokasikan lebih banyak untuk program kesehatan. Selain itu, merujuk perolehan Cukai Hasil Tembakau (CHT) sepanjang Januari-September 2020, kenaikan CHT seharusnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani tembakau melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Berdasarkan data Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, realisasi CHT selama Januari-September 2020 sebesar Rp 111,46 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,53% dibanding tahun sebelumnya, yaitu senilai Rp 102,7 triliun. Bila dibandingkan dengan outlook penerimaan cukai rokok sepanjang 2020, realisasi penerimaan CHT selama Januari-September 2020 setara dengan 67,57% dari Rp 164,94 triliun.

“Pemerintah juga harus dapat mengendalikan Impor tembakau, agar tembakau hasil petani lokal dapat diserap industri secara maksimal” lanjut anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS itu.

Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) melansir, pada tahun 2019 impor tembakau mencapai 110,92 ton per tahun. BPS juga mencatat, di tengah pandemi COVID-19 Industri Rokok dan Tembakau juatru mengalami pertumbuhan.

Berdasarkan data yang dilansir oleh Kemenko Perekonomian, per tanggal 17 Juni 2020 pertumbuhan Industri Rokok dan Tembakau mengalami peningkatan sebesar 46% secara year to date (YtD). Menurut Amin, kebijakan pemerintah menaikkan cukai rokok sejak tahun 2015 seharusnya diimbangi upaya untuk dapat menciptakan produk turunan hasil tembakau selain rokok, agar petani tembakau dapat terlindungi dan terus produktif.

“Selain itu, pemerintah harus dapat mengawasi peredaran rokok ilegal. Kenaikan CHT berpotensi meningkatkan peredaran rokok ilegal, sehingga penerimaan cukai dari produk hasil tembakau tidak dapat terserap secara maksimal,” pungkas Wakil Rakyat dari Dapil Jatim IV (Kabupaten Jember dan Lumajang) tersebut. (A3)

Continue Reading

EKONOMI

Bamsoet: Menteri Keuangan Harus Aktif Jelaskan Pemanfaatan Utang Luar Negeri RI

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta menteri keuangan, agar semakin aktif menjelaskan pengelolaan dan pemanfaatan utang luar negeri kepada masyarakat. Penjelasan yang komprehensif sangat diperlukan untuk menghindari kesalahan memahami urgensi negara harus berutang.

‘’Kita semua berharap dan terus mengingatkan menteri keuangan untuk tetap berhati-hati dan bijaksana dalam mengelola utang luar negeri. Sudah puluhan tahun Indonesia berstatus sebagai debitur pada sejumlah lembaga keuangan multilateral seperti Bank Dunia, IMF atau Bank Pembangunan Asia. Indonesia sudah memiliki pengalaman yang mumpuni dalam mengelola utang luar negeri, namun tetap harus diperlukan kehati-hatian dan transparasi,” ujar Bamsoet di Jakarta, Kamis (22/10/20).

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan, belum lama Bank Dunia merilis International Debt Statistics (IDS). IDS dari Bank Dunia menyebutkan Indonesia berada di posisi tujuh dari daftar 10 negara berpendapatan kecil-menengah dengan utang luar negeri terbesar. Per 2019, utang luar negeri Indonesia tercatat 402,08 miliar dolar AS, akumulasi dari utang luar negeri pemerintah, BUMN dan swasta.

“Membiayai pembangunan bangsa dengan utang bukan aib. Karena pendekatan yang sama juga dilakukan banyak negara, termasuk negara-negara kaya. Eropa yang hancur akibat perang dunia II kembali dibangun dengan hibah dan utang. Korea Selatan dan Jepang juga membiayai pembangunan infrastruktur dengan utang,” urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, dapat dipahami Indonesia membutuhkan utang luar negeri untuk membiayai kebutuhan belanja yang mendesak. Seperti penyediaan fasilitas kesehatan, kebutuhan ragam infrastruktur, hingga aspek ketahanan pangan. Menunda-nunda kebutuhan mendesak itu hanya akan mengeskalasi masalah di kemudian hari.

“Dengan utang luar negeri, menteri keuangan mengklaim telah membiayai sejumlah proyek strategis seperti pelabuhan, penyediaan air bersih, sarana listrik, membiayai sektor pendidikan dan kesehatan hingga membangun bendungan, jalan, rel kereta api serta pemukiman,” jelas Bamsoet.

Namun, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini tetap mengingatkan pemerintah dalam hal ini menteri keungan untuk mengelola utang dengan bijaksana agar rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) terus ideal. Masyarakat juga didorong agar tidak terpaku pada jumlah atau angka-angka utang luar negeri. Jauh lebih penting bagi masyarakat adalah menyoal atau mempertanyakan pemanfaatan utang luar negeri itu sendiri.

“Semua elemen masyarakat harus mengawal penggunaan utang luar negeri Indonesia. Tak salah jika masyarakat menyoal atau mempertanyakan pemanfaatan utang sebagaimana yang telah diklaim menteri keuangan. Misalnya, mempertanyakan seberapa besar manfaat utang dalam memerangi kemiskinan di Indonesia. Termasuk mempertanyakan kepada Menkeu mengapa bunga utang yang dibayarkan Indonesia lebih tinggi,’’ pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading

EKONOMI

Bamsoet Bahas Utang Luar Negeri RI dan Potensi Logam Tanah Jarang Bersama Misbakhun dan Ahmadi Noor Supit

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Ketua Umum SOKSI Ahmadi Noor Supit dan Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun,

membahas seputar pertumbuhan utang luar negeri Indonesia dalam Podcast Ngobras sampai Ngompol (Ngobrol Asyik sampai Ngomong Politik) di kanal Youtube Bamsoet Channel. Misbakhun yang juga menjabat Sekjen SOKSI ini mengungkapkan, berdasarkan data Bank Indonesia, per Juni 2020 utang luar negeri Indonesia mencapai USD 408 miilar atau setara Rp 6.070 triliun (dengan kurs per dollar sekitar Rp 14.844).

“Utang luar negeri tersebut berasal dari utang pemerintah dan Bank Indonesia sebesar USD 199,286 milliar serta utang swasta sebesar USD 209,669 milliar. Misbakhun menekankan, utang bukanlah tujuan melainkan rangkaian proses untuk menyelesaikan berbagai persoalan,” ujar Bamsoet usai Podcast bersama Ahmadi Noor Supit dan Misbakhun, di Jakarta, Rabu (14/10/20).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, ditengah pandemi Covid-19 yang membuat dunia usaha lesu, berakibat turun tajamnya pemasukan negara dari sektor perpajakan. Sementara kebutuhan anggaran penanganan Covid-19 sangat besar. Tak ada jalan lain bagi pemerintah selain menambah utang luar negeri.

“Utang luar negeri bukanlah masalah, karena semua negara melakukannya. Bahkan negara sebesar Amerika dan China saja, keduanya juga memiliki utang luar negeri. Terpenting, pengelolaan utang harus dilakukan secara cermat dan hati-hati,” jelas Bamsoet

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, dalam pandangan Ketua Umum SOKSI, Ahmadi Noor Supit, secara teori Indonesia sudah masuk dalam krisis ekonomi. Namun krisis kali ini berbeda dibandingkan krisis ekonomi pada tahun 1998.

“Krisis ekonomi 1998 disebabkan manajemen praktek perbankan yang tak sehat. Sementara saat ini karena pandemi Covid-19. Krisis saat ini juga memberikan banyak pelajaran penting, salah satunya agar Indonesia tak lagi bergantung kepada impor. Krisis kali ini membuktikan bahwa saat terjadi kesulitan, bantuan terbesar bukan datang dari negara luar, melainkan dari saudara sebangsa sendiri,” tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, dalam penilaian Misbakhun, dengan skema defisit APBN 3%, recovery ekonomi Indonesia diprediksi terjadi pada tahun 2023. Misbakhun juga mengungkapkan peluang ekonomi Indonesia dari logam rare earth atau yang dikenal dengan logam tanah jarang, yang diminati berbagai negara seperti Amerika.

“Jika dikelola dengan baik, logam rare earth atau berbagai potensi ekonomi dari sumber daya alam lainnya, bisa menambal beban utang luar negeri Indonesia. Misbakhun juga menekankan perlunya BUMN dengan set mencapai Rp 8.000 triliun, bekerja maksimal agar dapat memberikan banyak deviden bagi negara. Sehingga kedepannya Indonesia tak perlu lagi tergantung pada utang luar negeri,” terang Bamsoet.

Selain membahas kondisi ekonomi, dalam podcast tersebut Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga membahas perjalanan organisasi SOKSI. Sebagai Ketua Umum yang baru terpilih dalam Munas XI SOKSI, Ahmadi Noor Supit memastikan dibawah kepemimpinannya bersama Misbakhun sebagai Sekretaris Jenderal, SOKSI akan berkonsentrasi terhadap berbagai dinamika kebangsaan. Khususnya terhadap dampak pandemi pada kehidupan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

“Ahmadi Noor Supit menjelaskan, sebagai salah satu pendiri Partai Golkar, SOKSI punya tanggungjawab besar menyukseskan berbagai agenda perjuangan Partai Golkar yang kini sedang dijalankan oleh berbagai kader yang menduduki jabatan publik. Ada Pak Airlangga sebagai Menko Perekonomian, Pak Agus Gumiwang sebagai Menteri Perindustrian, Pak Zainudin Amali sebagai Menpora, Pak Azis Syamsuddin sebagai Wakil Ketua DPR RI serta saya sebagai Ketua MPR RI,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending