Connect with us

NASIONAL

Menkes Terawan Diminta Mundur

Published

on

Jakarta – Generasi Muda Indonesia yang bersatu dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Kesehatan (AM-P3K) sangat mendukung pemerintahan Presiden Jokowi yang menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul sebagai program utama pemerintah.

Untuk mendapatkan SDM Unggul, Koordinator Lapangan AM-P3K Rahmat Himran mengatakan, terdapat dua pilar utama yang harus diprioritaskan yaitu, Pendidikan dan Kesejahteraan. Pertama Pendidikan, seluruh rakyat Indonesia harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau hingga pelosok daerah. Kedua Kesejahteraan, seluruh rakyat Indonesia harus mendapatkan akses kegiatan ekonomi untuk meningkatkan taraf hidupnya serta jaminan kesehatan yang baik. “Bagaimana bisa sejahtera kalau tidak sehat!,” kata Rahmat Himran di Jakarta, (11/12).

Fokus pada bidang kesehatan, ungkap Rahmat, AM-P3K menilai Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto yang baru menjabat seumur jagung telah menyimpan segudang permasalahan. Jika dibiarkan, tambahnya, bakal menggerogoti kepemimpinan Presiden Jokowi kedepan.

Beberapa masalah dan harus menjadi perhatian serius adalah:

1. Pelanggaran praktekserius (serious ethical misconduct) yang dilakukan selama Terawan mengabdi di RSPAD Gatot Subroto dengan melakukan praktek “cuci otak” atau diagnostik DSA (Digital Substraction Angiography), karena Terawan tidak memiliki kapabilitas dalam bidang tersebut. Latar belakang pendidikannya hanya dalam bidang Radiologi, bukan ahli syaraf dan otak.

Hal ini jelas, melanggar aturan hukum profesi yang diatur dalam UU No. 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran pada pasal 75 ayat 1 dan Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia No. 4 tahun 2011 tentang Disiplin Profesional Dokter, karena nyawa manusia adalah taruhannya.

2. Karakter yang cenderung manipulatif dan arogan dalam menyelesaikan masalah seperti BPJS Kesehatan yg defisit triliunan rupiah, rencana Terawan untuk tidak menaikkan iuran BPJS Kesehatan Kelas III yg hanya sekedar wacana dan pemanis bibir (lips service) belaka, penggunaan data tingkat stunting di Indonesia yang sangat jauh dari kenyataan. Jika salah strategi, akan berujung pada gagalnya upaya pemerintah untuk menurunkan tingkat stunting atau tengkes.

3. Pernyataan-pernyataan reaktif dan rekreatif Terawan di ruang publik mengenai “Wisata Kesehatan Mak Erot dan Purwaceng” dapat mengakibatkan persepsi negatif bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim menjunjung tinggi kesopanan.

4. Meminta agar Terawan dan jajarannya beserta aparat penegak hukum menindaklanjuti temuan tim investigasi majalah mingguan, terkait dengan praktek “pelicin yang dilakukan oleh produsen atau Pengusaha Farmasi kepada dokter serta rumah sakit melalui Medical Representatif yang menyebabkan harga obat (generik bermerek dan patent) lebih mahal 30-40%. Terawan terkesan diam akan hal ini!

“Atas dasar tersebut, kami AM-P3K menyampaikan somasi keras kepada Terawan Agus Putranto atas tindakannya yang dapat menyulut konflik serta kegaduhan di masyarakat Indonesia. Dan kami juga meminta Presiden Jokowi untuk mengganti Terawan dari posisi Menteri Kesehatan,” pungkasnya. (Bd)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NASIONAL

Respon Pernyataan Kepala BPIP, ART: Pancasila Tak Bisa Dipisahkan dari Agama

Published

on

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Abdul Rachman Thaha (ART) merespon pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi yang menyatakan bahwa agama jadi musuh terbesar pancasila.

Menurut ART, pancasila itu tidak bisa dipisahkan dari agama, karena kelima sila itu terilhami oleh nilai-nilai agama, terutama Islam.

“Saya tegaskan ya. Pancasila itu tak bisadipisahkan dari agama,” tegas ART dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Ia pun menyesalkan pernyataan seperti itu keluar dari lisan seorang Kepala BPIP yang seharusnya di garis terdepan menjaga dan membumikan nilai pancasila.

“Saya sesalkan, kenapa pernyataan seperti itu dinyatakan oleh seorang Kepala BPIP yang mestinya menggawangi pancasila itu sendiri,” ujarnya.

ART akan memaklumi jika pernyataan tersebut dilontarkan di lingkungan akademik dan menjadi diskursus di lingkungan kampus.

“Tapi beliau sekarang bukan seorang rektor lagi dan tidak sedang mengajar di hadapan mahasiswa. Beliau mestinya menyadari bahwa beliau adalah pejabat publik dan bicara di media,” terang Senator asal Sulawesi Tengah ini.

ART mengimbau, agar semua tokoh dan semua stakeholde
tidak membuat gaduh suasana bangsa dengan pernyataan-pernyataan yang kontroversi.

“Keadaaan Republik ini jangan selalu dibuat gaduh. Republik ini direbut dari tetesan darah dan yang berjuang adalah para tokoh agama yang ada di republik ini,” kata dia.

“Ini pernyataan harus di pertanggung jawabkan baik secara akedemik,” tegas ART.

Seperti diketahui, Kepala BPIP Yudian Wahyudi dalam suatu wawancara mengatakan ada kelompok yang mereduksi agama sesuai depentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

“Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” kata Yudian.[]

Continue Reading

NASIONAL

MASIKA ICMI dan ICMI Orwil DKI Jakarta Perkuat Sinergitas

Published

on

JAKARTA – Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (Masika ICMI) DKI Jakarta melakukan audiensi dengan Ketua ICMI Orwil Jakarta Prof Dr H Dailami Firdaus,SH,LLM di kampus Assyafiiyah Jatiwaringin, Rabu (5/2/2020).

Kedatangan pengurus Masika ICMI DKI Jakarta di sambut hangat oleh Prof Dailami Firdaus di ruangan nya.

Abdul Malik Raharusun yang mewakili pengurus Masika ICMI DKI Jakarta mengawali pembicaraan dengan Prof Dailami Firdaus dengan memperkenalkan para pengurus yang datang.

“Kami dari Masika ICMI DKI Jakarta sudah ada SK dari pengurus pusat Masika ICMI ,dan kami berharap bisa bersinergis dengan ICMI Orwil DKI Jakarta yang di pimpin oleh Prof Dailami Firdaus,” kata Abdul Malik.

Sementara itu, Prof Dailami Firdaus mengatakan untuk pelantikan Masika ICMI DKI Jakarta ,kami bisa memberikan fasilitas tempat di kampus Assyafiiyah.

Dr Masduki Ahmad selaku Rektor Universitas Islam Assyafiiyah (UIA) dan juga pengurus ICMI DKI Jakarta mengatakan bahwa ICMI dalam menjalankan roda pengurusan harus sinergis dalam membangun Umat dan bangsa.

“Peran Masika ICMI DKI Jakarta menjadi garda terdepan dalam generasi muda ICMI dalam mempersiapkan pemimpin yang akan mendatang, Pelantikan Masika ICMI DKI Jakarta harus dilaksanakan sesuai AD/ART nya akan bisa menjalankan tujuan MASIKA ICMI, ICMI dan MASIKA adalah kesatuan yang utuh,” kata Dr Masduki.

Untuk diketahui, MASIKA ICMI telah Terdaftar di Kementrian Pemuda Dan Olahraga,Berasaskan Islam. Sifat: MASIKA ICMI adalah Badan otonom di lingkungan ICMI. Otonomi MASIKA ICMI merupakan pengembangan kreatifitas dan orisinalitas kaum muda.

“Sifat otonom MASIKA ICMI merupakan wujud kemandirian, kebebasan, dan lepas dari intervensi dari pihak manapun. Secara administratif memberikan kewajiban menyampaikan laporan tahunan dan laporan akhir masa kepengurusan kepada ICMI sesuai dengan jenjang keorganisasian,” jelasnya.

“Semoga sinergitas antara Masika ICMI DKI Jakarta dan ICMI Orwil DKI Jakarta bisa membawa manfaat untuk umat,” imbuhnya.

Continue Reading

NASIONAL

Ranti Purwasih Nakhodai Kohati HMI Cabang Kuantan Singingi

Published

on

Kuantan Singingi – Pelantikan Pengurus Kohati Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kuantan Singingi Periode 2020-2021 dilaksanakan pada hari Jum’at, 24 Januari 2020 di Teluk Kuantan. Sebelum pelantikan, diadakan Musyawarah Kohati (Muskoh) yang pertama dilaksanakan pada tanggal 2 Januari 2020 di Teluk Kuantan. Hasil Muskoh Ke-1 tersebut memutuskan Ranti Purwasih sebagai Formatur Kohati HMI Cabang kuantan Singingi. (lebih…)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending