Connect with us

RAKYAT

MWC NU Anyer Siap Perkuat Kelembagaan NU

Published

on

Sekitar 50-an kyai se-kecamatan Anyer beserta anggota PAC Ansor mengadakan acara silaturahmi bersama membicarakan rencana revitalisasi banom NU di lingkungan wilayah kecamatan sekaligus memilih ketua baru Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Anyer.

Berdasarkan laporan komite pelaksana kegiatan, silaturahmi antar kyai tersebut diadakan untuk me-reorganisir dan menghidupkan kembali marwah kelembagaan NU yang sudah lama padam. Sebab, meski secara tradisi praktik ke-NU-an masih kental di wilayah Anyer namun secara organisasi masih belum tampak. Karenanya, menurut komite pelaksana acara, momen tersebut dimaksudkan sebagai itikad para kiai untuk membenahi NU di lingkungan sekitar sehingga dapat memaksimalkan ruang manfaat organisasi bagi kemaslahatan umat.

Acara musyawaran dan silaturahmi yang bertajuk “mengupas kembali sejarah Nahdlatul ulama kecamatan Anyer” itu sendiri dihelat pada Sabtu malam (25/07/2020) di Majelis Raudlotul Ulum At Thohiyah, Kampung Jaha, Kecamatan Anyer, Serang-Banten. Di samping sebagai ajang memperat tali silturahmi antar kiai se-kecamatan, tujuan lain kegiatan itu adalah sebagai forum pengenalan anak-anak muda terhadap kiai-kiai NU di Anyer.

Selain itu, kegiatan musyawarah ini juga bertujuan untuk membawa kembali semangat organisasi ke-NU-an melalui pengaktifan kembali banom-banom NU yang telah mati dan perbaikan kelembagaan di tubuh Majelis Wakil Cabang NU melalui pemilihan ketua baru.

Sebagaimana disampaikan oleh KH. Ade Wajdi, Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Anyer Terpilih dalam sambutannya, dia mengatakan bahwa NU di Kecamatan Anyer itu sangat kental tapi secara organisasi kelihatannya tidak hidup tidak juga mati. Menurutnya, kondisi itu berbanding terbalik dengan NU di wilayah Jawa lainnya yang secara organisai begitu aktif. Padahal tambahnya, lahirnya NU di Jawa (Jombang) tak terlepas dari peran para kyai di Banten. Hal ini pungkasnya bisa dilihat dari tiga ulama NU yang memberikan izin terbentuknya wadah organisasi bagi para ulama tersebut dimana dua di antaranya berasal dari Banten.

“Karena tokoh NU yang tiga itu, yang telah memberikan izin mendirikan wadah para ulama yang sekarang bernama NU itu ada 3. Yaitu Syaikhona Kholil Bangkalan, Syekh Nawawi Tanara Banten dan Syekh Ahmad Jaha. Karena yang dua ini di Banten, maka ruhnya (Nahdlatul Ulama) itu di Banten. Dan jasad tanpa ruh itu (akan) mati” tutur KH. Ade Wajdi. Karenanya, dia berharap, dengan adanya silsilah yang erat antara Banten dengan sejarah lahirnya NU, maka kegiatan NU di Banten (khususnya di Anyer) ini tak pernah padam sehingga bisa mengembalikan ruh NU tersebut.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Rois Syuriah, Rois Tanfidziyah baru MWC NU yang terpilih, Kyai Jamaksari juga berkomitmen untuk kembali menghidupkan NU di Anyer. “Anyer (di)jadikan kota NU” tuturnya.

Apa yang dicita-citakan oleh para kyai anyer untuk merejuvinasi gerakan NU di wilayahnya memang tampak logis. Apalagi berdasarkan catatan Mufti Ali, Peneliti Sejarah dan Kebudayaan Banten, Syekh Ahmad Jaha merupakan salah satu kyai besar Banten yang namanya kini dijadikan nama sebuah kampung di Kecamatan Anyer, kampung Jaha, lokasi dimana silaturahmi antar kyai tersebut diadakan.

Sementara itu, Sekretaris Umum PCNU Kabupaten Serang, KH. Muhyidin Arif yang juga hadir dalam acara itu menjelaskan mengenai tugas NU dalam hal organisasi. Bahwa tugas NU adalah untuk menjaga agama, aqidah, negara, dan tanah air. Karena itu menurutnya, antara ulama dan umaro tidak bisa dipisahkan dan harus bergandengan tangan. “NU bertaggung jawab sampai kapanpun untuk keamanan negara. Karena di situ ditekankan hubbul wathan minal iman.” Dia juga mengatakan bahwa NU itu didirikan oleh masyaikh yang salah satunya adalah hadratus syekh KH. Hasyim Asy’ari yang berpesan “barang siapa yang mengurusi NU akan aku anggap sebagai muridku dan aku doakan khusnul khotimah beserta anak cucunya”. (Dian)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RAKYAT

Isu Bimtek Kembali Digelar, HMI MPO Aceh Timur Minta Komitmen Pemerintah

Published

on

By

KabaRakyat.com | Aceh Timur – Beredar kabar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk aparatur Gampong kembali digelar dengan menggunakan Dana Desa (DD) di Aceh Timur, yang diduga dilaksanakan oleh sebuah LSM (non goverment) dari luar Aceh. (lebih…)

Continue Reading

RAKYAT

Bamsoet: Vaksinasi Mandiri Corona Harus Terjangkau Masyarakat

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah agar program vaksinasi mandiri corona tidak membebani masyarakat. Jutaan keluarga Indonesia masih menghadapi masa-masa sulit akibat pandemi dan resesi ekonomi. Karena itu, bagi masyarakat yang harus menjalani vaksinasi mandiri, pemerintah harus memastikan harga vaksin benar-benar terjangkau oleh semua kalangan.

‘’Tak hanya faktor harga terjangkau, mereka yang menjalani vaksinasi mandiri juga harus diberi kemudahan akses memperoleh dan membeli vaksin. Penyebarluasan atau sosialisasi informasi tentang distribusi vaksin menjadi sangat penting dan harus menjangkau semua kalangan,’’ ujar Bamsoet di Jakarta, Senin (16/11/20).

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan, saat ini Satuan Tugas Penanganan Covid-19 merancang dua skema vaksinasi, yaitu vaksinasi bersubsidi dan vaksinasi mandiri. Vaksinasi bersubsidi hanya diberikan kepada 60 juta penduduk. Dengan asumsi ada 270 juta penduduk, berarti 210 juta penduduk harus mengeluarkan biayai sendiri untuk mendapatkan vaksin corona.

“Masalahnya, hingga kini belum ada kepastian tentang harga vaksin. Pemerintah bersama produsen vaksin corona harus sesegera mungkin menetapkan harga vaksin. Informasi tentang harga vaksin menjadi penting agar masyarakat mulai bersiap dengan menyisihkan penghasilan masing-masing,” kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menegaskan, harga vaksin corona harus benar-benar terjangkau oleh semua kalangan. Karenanya, faktor utama yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah adalah kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Penghasilan jutaan keluarga Indonesia tergerus akibat krisis kesehatan yang telah berlangsung hampir setahun.

‘’Sudah sangat jelas bagi kita semua bahwa tekanan akibat pandemi yang berlanjut dengan resesi ekonomi sekarang ini benar-benar membuat sebagian besar masyarakat dalam kondisi serba sulit. Program vaksinasi mandiri jangan sampai menambah beban untuk masyarakat kebanyakan. Saya juga mendesak pemerintah untuk memastikan tidak adanya calo atau spekulan vaksin corona,’’ pungkas Bamsoet. (Dwi)

Continue Reading

RAKYAT

Hari Ritel Nasional, Bamsoet Dorong Peritel Manfaatkan Kemajuan Teknologi

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki dengan lebih kreatif dan inovatif, selain mampu mengadopsi berbagai hal yang berkaitan dengan teknologi dan gaya hidup terbaru. Tujuannya, agar peritel tidak sekadar mempertahankan eksistensi, namun juga dapat mengembangkan usahanya.

“Kontribusi ritel terhadap produk domestik bruto cukup besar. Pada Kuartal I 2020, tercatat mencapai 10,68 persen. Penyerapan tenaga kerjanya juga besar, karena memiliki keterkaitan dengan UMKM. Menghadapi pandemi Covid-19 yang turut membuat industri ritel dan UMKM terpukul, pemerintah telah memberikan berbagai stimulus dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ujar Bamsoet dalam Webinar Hari Ritel Nasional, secara virtual di Jakarta, Rabu (11/11/20).

Turut hadir secara virtual antara lain Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, Ketua Umum APRINDO Roy Nicholas Mandey, CEO Fresh Mart Storer Sulawesi Utara Andy Sumual, dan Executive Director Nielsen Wiwy Sasongko.

Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan, berdasarkan data Kementerian Keuangan per 4 November 2020, PEN telah terealisasi sebesar Rp. 376,17 triliun atau 54,1 persen dari total pagu sebesar Rp. 695,2 triliun. Dukungan UMKM dan perlindungan sosial menjadi klaster yang paling banyak terserap dengan masing-masing sebesar 82,4 persen dan 75,6 persen.

“Disinilah pentingnya menggerakkan kepedulian masyarakat untuk mendukung penyerapan anggaran dari klaster insentif usaha, klaster dukungan UMKM, dan klaster pembiayaan korporasi. Realisasi anggaran dari tiga klaster tersebut merupakan stimulus untuk menjaga ketahanan, sekaligus mencegah kolapsnya perusahaan-perusahaan dan unit-unit UMKM yang terdampak pandemi Covid-19,” papar Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, dengan semakin berkembangnya dunia usaha, akan semakin banyak lapangan pekerjaan tersedia, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Apalagi akibat pandemi Covid-19, sudah banyak korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Agustus 2020 tercatat jumlah pengangguran di Indonesia sebanyak 9,77 juta orang, atau mengalami kenaikan sebesar 2,67 juta. Bahkan, BAPPENAS memperkirakan jumlah pengangguran pada tahun 2020 akan mencapai angka 11 juta 11,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja juga memberikan kemudahan berinvestasi dan memberikan banyak manfaat bagi UMKM. Antara lain menyederhanakan tata cara dan jenis Perizinan Berusaha dengan sistem pelayanan terpadu satu pintu (Pasal 12 ayat 1 huruf a), serta membebaskan biaya Perizinan Berusaha bagi Usaha Mikro dan memberikan keringanan biaya Perizinan Berusaha bagi Usaha Kecil (pasal 12 ayat 1 huruf b).

“Selain itu, UU Cipta Kerja juga mewajibkan BUMN, serta usaha besar nasional dan asing menyediakan pembiayaan untuk Usaha Mikro dan Kecil dalam bentuk pemberian pinjaman, penjaminan, hibah, dan pembiayaan lainnya (pasal 21 ayat 2 dan ayat 3) sehingga bisa memperkuat kemitraan UMKM dengan BUMN, usaha besar nasional maupun usaha asing,” terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menekankan, UU Cipta Kerja sengaja memberikan banyak kemudahan bagi UMKM, mengingat selama ini kemampuan UMKM menembus pasar ekspor masih relatif kecil. Ini perlu menjadi perhatian bersama, mengingat pangsa pasar global sangatlah besar atau sekitar 7,4 miliar orang penduduk dunia, atau sekitar 28 kali lipat pasar domestik. Jika UMKM hanya terfokus pada pasar domestik, maka kita akan menyia-nyiakan berbagai peluang yang tersedia di pasar global.

“Untuk menembus pasar global, ritel dan UMKM harus mampu merambah dunia digital. Era Revolusi Industri 4.0 tidak boleh dinafikan, namun harus diolah menjadi peluang. Pandemi Covid-19 diperkirakan belum akan selesai dalam waktu dekat, para ahli ekonomi memperkirakan industri akan berubah total di masa depan. Kita akan semakin individualistik dan lebih cepat masuk ke dalam era teknologi, digitalisasi, dan robotik,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending