Connect with us

RAKYAT

MWC NU dan PAC Ansor Anyer Gelar Ziarah Keliling Para Leluhur di HUT RI ke-75

Published

on

 

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-75 RI, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama beserta Pengurus Anak Cabang Ansor Kecamatan Anyer menggelar ziarah keliling ke makam para leluhur di wilayah kecamatan Anyer.

Ketua MWC NU Anyer, Ustadz Jamaksari, mengatakan acara ini menjadi momentum untuk menghormati jasa para leluhur yang telah wafat dan berjuang untuk kemerdekaan. Terutama mengenang beberapa ulama dan masyaikh pendahulu yang ada dan dimakamkan di Anyer.

“Ziarah ini digelar untuk menghormati perjuangan para leluhur yang ada di anyer. Karena patut diketahui bahwa banyak sekali para leluhur pejuang bangsa yang dimakamkan di Anyer.” kata Ustadz Jamaksari, Minggu (17/8).

Hal ini menurutnya sebagaimana juga diperkuat oleh perkataan Gusdur pada akhir tahun 1999. Saat Gusdur masih menjabat sebagai presiden, ketika melakukan kunjungan di pendopo milik kabupaten Serang (saat ini menjadi kantor Gubernur Banten), Gusdur pernah menyampaikan bahwa pesantren pertama kali di Banten itu berada di daerah Karang, Jaha-Anyer. Sehingga menurutnya wajar bila banyak para ulama yang dimakamkan di wilayah ini.

Dia menambahkan, di antara para leluhur yang dimakamkan di Anyer antara lain, Syeikh Akim (Bapak dari Syekh Ahmad Djaha); KH. Toha, KH. Ibrahim; KH. Abung; KH. Hasan Syadzily; KH. Hilmi; KH. Nawiri; Abah Bukhori; KH. Zuhri; Kiai Zamir; Kiai Yusuf Bin Ismail; Kiai Ismail Bin Jasir, Syekh Abdus Syukur; Syekh Hamatu; Kiai Mujib; Kiai Sayuti bin Masjuk; KH. Mustofa.

Sementara itu, Ketua PAC Ansor Anyer, Zaenal Mustofa, menuturkan peringatan HUT RI kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena kondisi negeri tengah diselimuti wabah COVID-19. Karenanya, Ia berharap, peringatan HUT RI kali ini bisa menjadi motivasi bagi elemen bangsa sekaligus bahan refleksi perjuangan bersama untuk melawan COVID-19.

“Kalau dulu kita perang berjuang mengusir penjajah, maka hari ini kita berjuang mengusir virus COVID-19, yakni dengan cara bermunajat kepada Allah SWT melalui silturahmi kepada para masyaikh kyai dan syuhada terdahulu yang telah wafat berjuang sampai titik darah penghabisan demi memerdekakan NKRI.”

Zaenal menambahkan, acara ziarah keliling yang diikuti oleh 28 pemuda Ansor ini juga untuk mengimplementasikan nilai-nilai keaswajaan. “Karena pemuda Ansor dan banser itu selain pengawal Ulama NU juga merupakan objek ideologis yang tentunya harus bergerak mengimplementasikan nilai nilai keaswajaan,” jelasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RAKYAT

Bamsoet Ajak Pertahankan Desa Sebagai Lumbung Pangan Nasional

Published

on

By

CIANJUR – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan selama ini sektor pertanian selalu diidentikkan dengan kehidupan desa yang tak jarang dipandang ‘sebelah mata’. Padahal, sektor pertanianlah yang menopang kehidupan manusia. Kini seiring perkembangan zaman, berbagai desa telah tumbuh menjadi sentra perekonomian dalam skala kecil dan menengah (UMKM), disamping tetap menjalankan peran sebagai ‘lumbung pangan’ nasional.

“Dengan sedikit sentuhan teknologi dan peningkatan kompetensi serta kapasitas sumberdaya manusia, pemerintah sedang menggalakan program pengembangan potensi desa menjadi Dewa (desa wisata agro), Dewi (desa wisata industri), dan Dedi (desa digital),” ujar Bamsoet dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Makmur, Desa Mekarsari, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (1/12/20).

Turut hadir antara lain Kapolres Cianjur AKBP Mochammad Rifai, Camat Cianjur Tom Dani Mardiat, Sekdis Pertanian Kabupaten Cianjur Iwan Setiawan, Kepala Desa Mekarsari Ujang Rahmat dan Ketua Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Mekarsari, Wilman Solihin.

Calon Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini memandang, dengan potensi sumber daya yang dimiliki bangsa Indonesia, peluang pengembangan sektor pertanian bersama industri kecil dan menengah di desa masih terbuka lebar. Gotong royong antara petani dengan pelaku UMKM desa akan memberikan konstribusi besar dalam mendorong bangkitnya perekonomian nasional pasca pandemi Covid-19. Menjadikan semakin banyak desa tumbuh menjadi sentra pertumbuhan ekonomi dan teknologi.

“Saat ini memang masih banyak generasi muda yang terlanjur terbuai oleh impian hidup enak di kota, namun pada akhirnya menemukan kekecewaan. Maka dengan pengembangan potensi desa, saya yakin slogan ‘tinggal di desa, rezeki kota, bisnisnya mendunia’, bukanlah hal mustahil untuk diwujudkan. Sehingga, menjadi magnet yang menarik minat generasi muda untuk kembali ke  desa. Membangun daerahnya dan mengoptimalkan berbagai peluang yang ada,” urai Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini mengingatkan, seiring upaya pengembangan potensi desa, desa akan menjadi kawasan terbuka bagi masuknya berbagai pengaruh dunia luar. Termasuk di dalamnya globalisasi dan kemajuan teknologi. Untuk itu, nilai-nilai kearifan lokal harus tetap dijaga dan dilindungi, agar tidak tergeser dan tersisihkan oleh laju roda zaman.

“Kita tentu tidak menginginkan pengembangan potensi desa malah menjadi pintu masuk atas lunturnya kearifan lokal, tergerusnya semangat kegotongroyongan, dan terkikisnya wawasan kebangsaan, karakter, dan jati diri ke-Indonesiaan. Karena itulah, MPR RI senantiasa konsisten melaksanakan pembangunan karakter bangsa melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada seluruh elemen bangsa,” tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan, Empat Pilar MPR RI terdiri dari Pancasila sebagai dasar negara, landasan ideologi, falsafah, etika moral serta alat pemersatu bangsa. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) sebagai landasan konstitusional. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai konsensus kebangsaan yang harus dijunjung tinggi, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat pemersatu dalam kemajemukan bangsa.

“Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini juga selaras dengan visi MPR RI sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Ideologi Pancasila dan Kedaulatan Rakyat. Dengan visi tersebut, MPR RI sebagai lembaga negara dengan kewenangan tertinggi, yaitu sebagai pembentuk Konstitusi, diharapkan dapat terus menjembatani berbagai arus perubahan, pemikiran, serta aspirasi masyarakat dan daerah,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading

RAKYAT

Sultra Darurat Agraria, PB HMI MPO Sebut Banyak Indikatornya

Published

on

By

KabaRakyat.com | KENDARI – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI-MPO) Periode 2020-2022 nyatakan Sulawesi Tenggara sebagai daerah darurat agraria. (lebih…)

Continue Reading

RAKYAT

Safari di Sukabumi, Maman Imanulhaq Minta Koalisi Bersih Menangkan Paslon Abu Bakar-Sirojudin

Published

on

By

SUKABUMI – Anggota Dewan Syuro DPP PKB, KH. Maman Imanulhaq meminta agar seluruh Pendukung dan Relawan Paslon Koalisi Bersih, yakni Paslon nomor 3 Abu Bakar Sidik dan Sirojudin merapatkan barisan untuk memenangkan kontestasi Pilkada Kabupaten Sukabumi.

Demikian Arahan Maman dalam pertemuan terbatas dg Timses Koalisi Bersih pada Sabtu (27/11).

Maman juga meminta agar menggerakkan relawan berbasis TPS.

“Kuasai TPS, tempatkan relawan di TPS-TPS dan pastikan seluruh simpatisan pemilih kita terdaftar di TPS agar bisa mencoblos”, katanya.

Maman yakin Koalisi Bersih ini akan memenangkan pertarungan Pilkada Sukabumi, karena
merupakan pasangan baru yg mengusung visi penciptaaan tata kelola pemerintahan yang bersih, kolaboratif, dan inovatif.

“Dengan jargon Harmoni, yakni : Harum, Agamis, Responsif, Maju, Optimis, Nasionalis dan Indah, kita yakin Sukabumi akan maju dan beradab”, paparnya.

Pasangan Abu Bakar Sidik -Sirojudin yang didukung oleh Partai PKB, PDI-P dan PPP, melalui PKB menawarkan program kartu, yakni kartu wirausaha, kartu guru ngaji, dan kartu nelayan-petani.

“Tolong sosialiasikan kartu-kartu tersebut ke masyarakat secara massif’, pinta anggota DPR RI Komisi 8 Fraksi PKB.

Hadir mendampingi Maman Imanulhaq, Wakil Ketua DPW PKB yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasim Adnan. (MM)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending