Connect with us

RAKYAT

Nantikan! Piala Siswanto VI Kembali Digelar

Published

on

BLORA – Turnamen Voli se-Blora memperebutkan Piala Siswanto VI kembali akan digelar 10 September hingga 1 Oktober 2019. Menurut Anggota DPRD Kabupaten Blora sekaligus penyelenggara Siswanto even ini memperebutkan hadiah total sebesar Rp 30 juta.

Siswanto menyampaikan, turnamen ini merupakan ke enam kalinya digelar dengan tujuan untuk menggali potensi atlet-atlet muda serta untuk mempererat silaturahmi antar pecinta voli yang ada di Kabupaten Blora.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut digelar tiap tahunnya sejak 2014 lalu. Di mana turnamen itu diikuti 250 tim voli se-desa di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tak hanya itu, kegiatan itu digelar dalam rangka Tasyakuran Ketua DPP KNPI itu dilantik kembali sebagai Anggota DPRD.

“Saya juga punya Klub Voli JATI MUSTIKA, blora. Sudah pernah ikut Kejuaraan Provinsi Jateng sejak 2017,” kata Siswanto pada wartawan, Selasa (4/9/2019).

Pria yang digadang-gadang sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora 2019-2024 ini berharap turnamen ini akan lahir bakat-bakat pemain bola volly yang mampu berkiprah di ajang yang lebih tinggi.

Apalagi,  terangnya, penyelenggaraan turnamen itu direncanakan berlangsung 20 hari di enam zona, yakni zona 1 (desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen) yang menjadi cikal bakal terselenggaranya turnamen voli Siswanto Cup.

Untuk zona 1, akan mempertemukan desa-desa dari kecamatan Ngawen dan kecamatan Kunduran yang berada di selatan aliran sungai Lusi. Zona 2 tepatnya di lapangan Ngawen (KLX) kecamatan Ngawen. yang akan mempertemukan desa dari kecamatan Japah, Tunjungan, Banjarejo dan kecamatan Ngawen yang berada di sebelah utara aliran sungai Lusi.

Sedangkan zona 3, akan bermain di lapangan voli desa Pulo kecamatan Kedungtuban. Pada zona ini akan mempertemukan tim desa yang berasal dari kecamatan Sambong, Cepu dan Kedungtuban.

Untuk zona 4, yang bermain di lapangan voli Kedung Peting kecamatan Kunduran akan diikuti oleh tim desa yang berasal dari kecamatan Todanan dan Kunduran yang berada di sebelah utara aliran sungai Lusi. Pada zona 5, akan bermain di lapangan Goito desa Mendenrejo kecamatan Kradenan. Di zona ini akan menampilkan tim-tim desa dari kecamatan Jati, Randublatung dan Kradenan.

Di zona 6 yang digelar di lapangan Tambaksari, kecamatan Blora Kota. Di zona ini akan diikuti oleh tim desa dari 4 kecamatan. Yakni kecamatan Blora Kota, Jepon, Jiken dan Bogorejo.

“Kita telah mengundang atau menyurati tim voli desa yang ada di kabupaten Blora. Kita berharap setiap desa mengikuti turnamen ini. Pertandingan menggunakan sistem gugur,” kata Siswanto. Dari ke lima zona tersebut akan diambil 16 tim untuk melaju ke fase berikutnya.

“Dari pertandingan setiap zona, ada 16 tim desa yang akan melaju ke fase berikutnya,” terang Siswanto.

Ia juga menjelaskan, pada turnamen ini menggunakan sistem pertandingan zona 1, zona 2, zona 5 dan zona 6, akan diambil dari juara 1 sampai 3. Sedangkan untuk zona 3 dan 4, diambil juara zona dan runner up.

“Untuk zona 1, zona 2, zona 5 dan zona 6, akan diambil dari juara 1 sampai 3. Sedangkan untuk zona 3 dan 4, diambil juara zona dan runner up,” ujarnya. Siswanto.

Tak hanya itu, Siswanto mengungkapkan, untuk tim yang masuk di grand final, diperbolehkan mengambil pemain luar desa yang berasal dari satu kecamatan.

“Misalnya, tim Kedungpeting masuk grand final, maka tim Kedungpeting dapat mengambil pemain dari luar desa yang ada di kecamatan Kunduran. Saat grand final nanti akan digelar pertandingan exebisi antara tim Jati Mustika Blora dan PUPR Purwodadi,” pungkasnya. (HMS)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RAKYAT

Lambat Tangani Polemik BPD, Kadis PMD dan Camat di Buton Diminta Mundur BUTON

Published

on

By

BUTON – Polemik Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Manuru, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara hingga saat ini tidak ada penyelesaian yang pasti. Hal itu dapat dilihat belum ada kepastian mengenai dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh panitia pemilihan BPD Manuru.

“Bupati diminta agar mencopot Kadis PMD dan Camat Siotapina karena lambat menangani polemik pemiihan BPD Manuru,” kata Pemerhati Pemerintahan Desa Kabupaten Buton, Muhammad Risman kepada Lintasparlemen.com, Kamis (30/5/2019) malam.

Risman meminta agar Bupati Buton segera memanggil Kepala PMD dan Camat Siotapina untuk menjelaskan dan menyelesaikan persoalan tersebut sebelum nantinya bisa menghambat proses penyelenggaraan pemerintahan.

“Masalah ini sudah lama di suarakan dan ini juga sebagai peringatan kepada Bupati Buton agar lebih fokus memberikan perhatian kepada persoalan-persoalan di desa,  Bupati jangan juga hanya melantik tetapi di harapkan segala proses yang di laksanakan oleh bawahanya di perhatikan jika ada kesalahan maka harus di tindak karena jangan sampai merugikan pemerintahan terutama La Bakry sebagai Bupati Buton,” ujarnya.

Menurut Risman, persoalan tersebut terkesan diabaikan oleh Kadis PMD, Awaluddin dan Camat Siotapina, La Rahadi. Sebab, polemik pemilihan BPD Manuru yang diduga cacat hukum itu hingga kini belum juga ditindaklanjuti.

“Sehingga saya meminta ketegasan Bupati Buton untuk mencopot Kepala DPMD dan Camat Siotapina jika tidak menyelesaikan permasalahan pemilihan BPD Manuru,” tegasnya.

Risman menduga lambatnya penanganan persoalan tersebut dikarenakan Kadis PMD dan Camat Siotapina tidak memahaminya tupoksinya. Ia juga menduga pada persoalan itu ada indikasi keberpihakan instansi terkait dalam hal ini DPMD dan Camat Siotapina.

“Dan itu berbahaya. Maka saya meminta kepada Bupati Buton harus tegas bila perlu copot mereka karna dampaknya akan kepada pemerintahan daerah di bawah kepemimpinan La Bakry sebagai Bupati,” pintanya. (La Ode Ali)

Continue Reading

NASIONAL

Anggota MPR RI ini Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang Dihadiri 500 Peserta

Published

on

Trenggalek – Gatot Sudjito Anggota MPR RI menggelar acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gedung Serba Guna kecamatan Durenan kabupaten Trenggalek yang dihadiri 500 peserta. Kegiatan ini bertujuan menanamkan spirit pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai pancasila di era global saat ini sudah mulai luntur. Penting kiranya untuk ditanamkan kembali dalam kehidupan bermasyarakat”, ujar Gatot panggilan akrabnya. Selasa, (12/3/2019).

Lebih lanjut, Gatot menambahkan, arus informasi hari ini sangat cepat, oleh karenanya perlu kontrol orang tua kepada anaknya agar tidak terjerumus pada pergaulan bebas. 

“Sebagai generasi masa depan tentu anak-anak kita perlu ditanamkan semangat nasionalisme yang dibekali spirit pancasila. Tugas kita semua menjaga dan mengamalkan pancasila”, tegas mas Gatot.

“Dengan acara sosialisasi empat pilar kebangsaan setidaknya membuka wawasan orang tua agar memperhatikan betul nilai-nilai moral anak kita agar mencerminkan jiwa yang berpedoman pada pancasila,” pungkasnya. (ari)

Continue Reading

POLITIK

Caleg Golkar Ini Berikan Banyak Bantuan kepada Korban Banjir di Madiun

Published

on

Madiun – Bantuan untuk korban banjir di kabupaten Madiun masih terus mengalir. Bukan hanya bantuan kebutuhan pokok sehari-hari, obat, dan pakaian layak pakai tetapi juga bantuan tenaga dan untuk bergotong royong membersihkan pemukiman penduduk yang penuh dengan lumpur.

Seperti halnya bantuan yang dilakukan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kab. Madiun, Mujono di Desa Klumutan Kec. Saradan beberapa waktu lalu.

Dari Partai Golkar, kali ini, giliran Ketua Bidang Legislatif, Eksekutif, dan Lembaga Politik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar M. Yahya Zaini memberikan bantuan berupa seragam dan peralatan sekolah, peralatan dapur, peralatan mandi, minyak kayu putih, sandal jepit, dan selimut. 

“Bantuan ini untuk meringankan beban para korban banjir,” terang Yahya Zaini, yang saat ini sebagai Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Caleg DPR RI) dari Partai Golkar nomor urut 2 dari Dapil 8 provinsi Jawa Timur (Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun) saat mengunjungi dan menyerahkan bantuan tersebut. Minggu, (10/3/2019).

Menurut M. Yahya Zaini, para korban bencana banjir di Desa Klumutan, Kec Saradan ini sangat membutuhkan banyak bantuan.  Terutama bantuan yang terkait dengan  kesehatan. “Ini kami bawakan minyak kayu putih, selimut dan lain sebagainya untuk menjaga kesehatan biar nggak sakit akibat dampak banjir,” imbuhnya.  

Hal senada juga disampaikan politisi muda Partai Golkar Kab. Madiun Alfian Aji Wirawan yang akrab disapa Mas Aji, menurutnya, korban banjir harus tetap semangat dan bergairah dalam menjaga kebersihan lingkungannya masing- masing. 

Hal ini dimaksudkan agar kondisi warga masyarakat senantiasa tetap sehat dan bisa beraktivitas. 

“Lingkungan harus bersih, jangan sampai ada genangan air yang nantinya dipakai sarang nyamuk, dan untuk anak sekolah juga diberi bantuan seragam dan peralatan sekolah supaya peserta didik tetap giat belajar,  jadi anak yang pintar, cerdas dan smart”, pungkasnya yang juga Caleg Partai Golkar nonor urut 8 Dapil 5 Kabupaten Madiun. (ari)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending