Connect with us

PENDIDIKAN

Pasca Wisuda, Merupakan Awal Perjuangan Alumni Mahasiswa Untuk Selalu Mengabdi Pada Masyarakat Luas

Published

on

Surabaya – Tepat pada hari Sabtu tanggal 17 November 2018, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) gelar Wisuda yang ke-93. Kali ini, wisuda berlangsung meriah dan melahirkan banyak sarjana muda untuk meniti karir kedepannya.

Terkhususnya 4 mahasiswa kelas B angkatan 2014 Jurusan Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Unesa yang berhasil menuntaskan masa studi S1 nya selama empat tahun di Unesa, Ahmad Hafidz Jimmy Prasetyo, Rizqy Aulia Fitri, Achsanatya Ubudina, dan Elisa Diah Puspitarini.

Ahmad Hafidz Jimmy Prasetyo mengatakan, terimakasih kasih banyak untuk kampus tercinta kita, telah memberikan banyak ragam pendidikan dan pengalaman selama di Unesa. 

“Wisuda kali ini bukanlah sebagai tanda lepas dari Unesa, melainkan untuk memastikan bahwa kami akan selalu mengabdi untuk Kampus Pergerakan ini,” ujar pria yang disapa akrab Jimmy saat diwawancarai pasca wisuda. 

Hal senada dengan Jimmy, mantan Wakil Ketua Komunitas Peradilan Semu (KPS) Hukum Unesa, Rizqy Aulia Fitri juga menambahkan, selamat dan sukses untuk semuanya bagi yang melaksanakan wisuda S1, S2, dan S3 di Unesa.

Selain itu, wisuda merupakan awal perjuangan alumni mahasiswa untuk melakukan banyak banyak hal yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan sekitarnya.

“Sangat senang sekali bahwa banyak pihak yang membantu kami untuk menyelesaikan masa perkuliahan, terutama ayah dan ibu kami yang selalu berusaha dan berdoa agar anaknya meraih kesuksesan yang diharapkan.

Sekali lagi, kami ucapkan banyak terima kasih kepada sahabat-sahabat saya dan seluruh civitas akademika kampus. Dan bagi yang sedang menjalankan skripsi segera dimudahkan untuk menyelesaikannya,” tutur perempuan yang dipanggil akrab Olik tersebut.

“Karena awal masuk dan keluar kuliah harapannya selalu menjadi Keluarga Besar Mahasiswa Unesa yang berbahagia dan menciptakan berbagai karya dan prestasi untuk Unesa dan Bangsa,” tegas Alumni asal Sedati Sidoarjo tersebut. (ari)

PENDIDIKAN

Rayakan Dies Natalis Ke-41, Fisip Unair Gelar Tasyakuran dan Anugerahi Soetandyo Award

Published

on

Surabaya – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga merayakan Puncak Dies Natalis ke-41 tahun. Bertempat di Aula Soetandyo FISIP Unair, acara dimulai pukul 12.30 sampai 16.00 WIB. 

Bertemakan “Berkarya, Bertumbuh dan Bersinergi”, Puncak Dies Natalis FISIP Unair terdiri atas tiga rangkaian acara. 

Acara diawali dengan tasyakuran potong nasi tumpeng, sebagai bentuk rasa syukur FISIP Unair telah mencapai usia ke-41 serta harapan agar semakin berkarya ke depannya. 

Kemudian pembukaan FISIP Ideas Matter (FIM) 5.0 yang dilanjutkan dengan kuliah tamu oleh Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc dengan tema “Millenial Challenges in Digital Era: Striving Creativity, Pursuing Innovation, and Necessity of Action”. Berlanjut ke acara inti, yaitu Penganugrahan Soetandyo Award 2018.

Soetandyo Award merupakan bentuk apresiasi yang diberikan oleh FISIP Unair kepada sosok inspiratif yang merepresntasikan perjuangan Almarhum Prof. Soetandyo. Prof Soetandyo Wignosoebroto, MPA (almarhum) adalah guru besar dan salah satu pendiri FISIP Unair, Prof. 

Soetandyo pernah berkata ”Andaikan saya ini mati dan bisa dilahirkan kembali, saya akan tetap memilih menjadi guru lagi. Guru itulah kebanggan kami”. Jumat, (16/11).

Sebagai pejuang, Prof. Soetandyo konsisten memperjuangkan nilai-nilai keadilan, hak asasi manusia, pluralisme, kebangsaan, anti kemiskinan dan civil society.

Pemenang Soetandyo Award 2018 yaitu Misiyah, seorang Direktur Institut KAPAL Perempuan. KAPAL Perempuan merupakan kependekan dari Lingkaran Pendidikan Alternatif untuk Perempuan. 

Organisasi KAPAL merupakan wadah dan penghubung gerakan perempuan dalam melakukan aksi refleksi untuk keadilan gender dan perdamaian. KAPAL Perempuan bekerja di seluruh Indonesia  dan telah berhasil mengembangkan sekolah perempuan di desa-desa yang telah melahirkan 5000 kader.

Selain sebagai aktivis perempuan, Misiyah juga aktif dalam berbagai penelitian mengenai perempuan. (ari)

Continue Reading

PENDIDIKAN

“Bengkel Numerasi”, Wujud Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia

Published

on

Pasuruan – Dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi perdana hasil mentoring KKG, program Bengkel Numerasi dilaksanakan di enam belas sekolah wilayah Gugus 3 dan 4 kecamatan Lekok kabupaten Pasuruan.

Program “Bengkel Numerasi” ini merupakan angin segar bagi para guru dan kepala sekolah di Kecamatan Lekok. Ketua Gugus IV, Hadi Sanyoto mengungkapkan kegembiraannya atas kedatangan tim UNUSA dengan membawa program Bengkel Numerasi keseluruh SD di gugusnya

“Kami termasuk sekolah-sekolah yang beruntung karena ditunjuk oleh INOVASI dalam menjalankan program ini, memang siswa-siswa kami bermasalah dalam khususnya operasi hitung, ya calistung lah,” ungkap Hadi. Kamis, (29/11/2018).

Bukan hanya guru dan Kepala Sekolah yang senang dengan adanya program Bengkel Numerasi ini, Pengawas Sekolah yang bertugas pun sangat mendukung berjalannya program ini. 

“Hal ini terbukti dengan partisipasi seluruh pengawas sekolah yang juga tidak kalah antusiasnya dengan guru dan kepala sekolah, ujar Pengawas Sekolah Hari Subagyo.

Hari berharap, Bengkel Numerasi ini nantinya dapat meningkatkan (1) mutu pembelajaran matematika di kelas, (2) nilai matematika siswa, dan (3) profesionalisme guru.

Sementara itu, Fifi Khoirul Fitriyah yang merupakan Pimpinan Proyek “Bengkel Numerasi”, mengungkapkan bahwa monev ini dilakukan sebagai bahan evaluasi pembelajaran yang selama ini dilakukan oleh guru baik kelas 1, 2, dan 3.

“Dan juga sebagai masukan bagi tim Unusa untuk merancang kebutuhan mentoring pada pertemuan KKG selanjutnya, sehingga diharapkan Inovasi-inovasi pembelajaran matematika dapat terus dilakukan,” tegas Fifi.

Dalam pelaksanaannya, Fifi menceritakan bahwa, ia merasa sangat terbantu dengan support seluruh pengawas sekolah, kepala sekolah kepada kami.

“Kegigihan dan semangat guru dalam belajar menambah keyakinan kami akan ketercapaian kesuksesan Bengkel Numerasi,” tandasnya.

Bengkel Numerasi merupakan program hibah kemitraan dari Pemerintah Australia melalui Inovasi Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) yang salah satunya adalah bermitra dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).

Dalam Bengkel Numerasi ini basis yang digunakan adalah model pembelajaran matematika berbasis PMRI (Pembelajaran Matematik Realistik Indonesia). (ari)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Agun Gunandjar Sudarsa: Pemuda Indonesia Dapatkan Tantangan Besar di Era Industri 4.0

Published

on

By

Bandung – Ketua Fraksi Golkar MPR, Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan bahwa di era industri 4.0 saat ini, masyarakat khususnya pemuda mendapat tantangan cara dengan memanfaatkan era digitalisasi secara cerdas, bermartabat dan penuh kedamaian.

“Jadilah pengguna dengan memanfaatkan era digital ini secara cerdas dan bermartabat untuk kedamaian, kemajuan dan persatuan bangsa,” kata Agun dalam Seminar Nasional Penguatan Nasionalisme pada Era Digital, bersama sejumlah nara sumber, Guru Besar dan civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/11’2018).

Acara yang diikuti oleh perwaklilan Guru PKN Se-Jawa Barat, itu dalam rangka memperingati hari Guru dan Dies Natalis PKN Ke 64 UPI, Bandung.

Agun mengatakan masyarakat khususnya para pemuda kaum milenial hendaknya dapat menyebarluaskan faham-faham kebangsaan Indonesia, ideologi bangsa dan mampu menangkal berbagai faham dan bahaya ideologi trans nasional dari luar yang dapat merusak sendi-sendi persaudaraan dan persatuan bangsa.

“Mengajak warga masyarakat untuk berprilaku sesuai nilai-nilai pada setiap sila Pancasila, sebagai satu kesatuan yang utuh, menjadi pemilih cerdas untuk Pemimpin Negara,” kata Agun dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (29/11).

Agun yang juga anggota komisi XI DPR ini menyinggung agar benar-benar memanfaatkan secara maksimal era industri 4.0 untuk perkembangan ekonomi bangsa yang semakin maju, mandiri dan berdaulat.

“Bantu masyarakat desa dengan penguatan teknologi era digital, apalagi dengan semakin meningkatnya dana desa, sehingga dapat mendorong kreatifitas masyarakat menciptakan lapangan kerja yang mandiri,” katanya. (gatra/kabarakyat)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending