Connect with us

TEKNOLOGI

Pemuda LIRA Baru saja Gelar Rakernas

Published

on

JAKARTA – Adalah OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) Pemuda LIRA sebagai salah satu organisasi yang berhasil melaksanakan Rakernas. Meski demikian Pemuda LIRA tidak mendapatkan perhatian pemerintah dalam hal ini Kemenpora.

Seperti Berbagai agenda baik lokal maupun nasional menjadi bahan diskusi hangat di tengah-tengah forum Rakernas yang di hadiri 15 ketua/pengurus DPW dan 51an ketua dan pengurus DPD Pemuda LIRA Se-indonesia.

Pembukaan Rakernas Pemuda LIRA di hadiri oleh pucuk pimpinan Kepolisian yaitu Bp Jend Tito Karnavian (KAPOLRI), namun karena satu dan lain hal beliau mengutus staf ahlinya Bp Brigjen Wahab Sahroni untuk menjadi Keynote Speaker, pesan beliau utk seluruh aktivis Pemuda LIRA bahwa hari ini pemuda terlihat lesu dan kurang bersemangat dalam membangun dan mengkritisi setiap issue yang berkaitan erat dengan khalayak ramai (masyarakat umum) sejarah mencatat pemuda selalu menjadi agen of change pada tahun 1928,1966, 1998 dll.

“Pemuda hari ini lebih banyak menjadi pelaku kriminalitas sebut saja gank motor, tawuran antar kelompok, penyebar dan pemakai narkoba dan lain sebagainya untuk itu saya sangat mengapresiasi kepada Pemuda LIRA yang kumpul bersama untuk membahas dan memikirkan solusi bagi permasalahan bangsa,” kata Ketua Umum Pemuda LIRA Adam Irham kepada wartawan, Jakarta, Senin (18/2/2019).

“Walau saya dengar tidak ada bantuan dari kemenpora artinya rakernas ini berdikari urunan dari masing-masing pengurus DPP dan juga patungan Pengurus Provinsi,” terang Adam.

“Saya juga menyambut baik tawaran Ketua Umum Bung Adam Irham agar terjalin kerjasama yang solid bagi Pemuda LIRA dan kepolisian dalam menjalankan program-program yang terkait dengan dunia kepemudaan, dalam waktu dekat akan kita bahas lebih deep dan teknis bagaimana kerja sama itu berlangsung.”

“Terakhir saya sampaikan untuk menyongsong pemilu 14 april 2019 ini setiap elemen bangsa harus hadir dalam menciptakan suasana damai dan persaudaraan sebangsa setanah air, harus terus digelorakan, termasuk Pemuda LIRA wajib berperan aktif untuk bisa menangkal berita hoax dan ujaran kebencian yang bisa menyebabkan perselisihan dan konflik antar anak bangsa”.

Setelah pembukaan, maka sidang rakernas di mulai dengan penghitungan dan absensi tiap-tiap Pengurus baik Provinsi, kabupaten dan kota.

Hari kedua sidang di lanjutkan, pada siang hari Pemuda LIRA kedatangan tamu Hebat Ketua Umum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda) Bahlil Lahadahlia.

Bahlil menyampaikan materi kepada seluruh peserta rakernas dengan tema Bangkit pengusaha Muda menuju kemandirian Pemuda, pemaparan materi yang disampaikan Bahlil sangat apik dan menarik, peserta pun dengan antusias mendengarkan materi yang disampaikan Bahlil.

Itu terbukti ada enam penanya dari Sumsel, Jawa Timur, Sulawesi tengah, Sumatra Utara, Banten dan Jawa Barat itupun karena dibatasi waktu bung Bahlil yang sangat mepet karena ada agenda selanjutnya di istana negara.

Semangat dan motivasi dari Bahlil bahwa Pemuda harus konkret membicarakan kewirausahaan Pemuda, jangan banyak berteori dan berkutat di permasalahan idealisme serta paradigma tetapi perut lapar dan tidak berdaya dalam perekonomian pribadi.

Ketum HIPMI bukan hanya menyampaikan materi tetapi juga konkret menawarkan kerja sama atau apa yang bisa beliau bantu untuk membesarkan bisnis bagi pengurus Pemuda LIRA yang telah berjalan bisnisnya.

“Pemuda saat ini harus lebih inovatif dalam menjalankan usaha. Jika ada peluang kita bisa bekerja sama,” kata Bahlil.

Bagi peserta, hal ini yang sangat menarik bagi peserta diskusi yang di moderatori bung Ardianto Balomba (pengurus DPP).

Malam harinya Pemuda LIRA kembali kedatangan Tamu Ketua Umum KNPI Bung Noer Fajriansyah.

Fajrie mendapatkan jatah materi Pemberdayaan Pemuda di Era Millenial. Dengan mengoptimalkan fasilitas infocus, materi beliau sampai dengan slide power point yg telah di siapakan khusus untuk Pemuda LIRA dari sekian banyak pesan yang beliau sampaikan diantaranya adalah zaman berubah sangat cepat, mulai dari teknologi, budaya dan tantangan bagi pemuda saat ini.

Untuk itu, Pemuda harus siap dan cekatan dalam mengikuti perubahan-perubahan itu, contoh zaman dulu sebelum reformasi para aktivis dengan lantang menyampaikan pendapat dan aspirasinya kepada penguasa tapi saat ini aktivis tidak muncul atau setidaknya sedikit yang berani mengkritisi pemerintah karena ada undang-undang yang mengatur menyampaikan pendapat di muka umum.

“Jika melanggar maka sanksinya adalah pidana yg bisa menyebabkan kurungan penjara,” kata Fajrie.

Fajrie juga menyampaikan di era digital saatnya Pemuda LIRA dapat mendata dengan falid dan terukur berapa banyak pengurus dan anggota Pemuda LIRA Se-indonesia sehingga data itu bisa diberdayakan dengan apliaksi di HP yang bisa memberikan keuntungan finansial bagi organisasi.

Tanggapan atau respon dari peserta pun antusias ada beberapa pertanyaan dan pernyataan terkait materi yang diberikan Fajri, walau sudah malam tidak menyurutkan semangat teman2 untuk tetap bertahan mengikuti beberapa agenda Rakernas.

Memasuki tengah malam seluruh agenda Rakernas selesai dengan Rekomendasi Nasional, diantaranya :

1. Mendorong kepada penyelenggaran Pemilu, dalam hal ini KPU untuk melaksanakan pemilu yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (LUBER JURDIL)
2. Meminta kepada Kemenpora untuk serius menyatukan KNPI yang hari ini terbelah tiga
3. Mendorong kepada KemenKumHAM agar tidak menerbitkan SK kepada organisasi yang ganda (dualisme)
4. DPP Pemuda LIRA harus terlibat aktif dalam pesta demokrasi April 2019 ini untul menciptakan suasana damai, aman dan menjaga persutuan kesatuan bangsa.
Acara di akhiri denga perjalanan ke puncak gung di esok harinya, Refreshing kepada peserta rakernas dan membangun kebersamaan agar tali persaudaraan sesama aktivis pemuda LIRA terikat kuat dan solid karena hal itu adalah modal dasar bagi seluruh organisasi manapun.

Salam,

Panitia Penyelenggara Rakernas Pemuda LIRA

TEKNOLOGI

PSR Ajak Masyarakat Konsisten Tanamkan Nilai Pancasila

Published

on

Anggota Komisi VI DPR RI Putu Supadma Rudana mengajak masyarakat Bali untuk tetap konsisten menjalankan nilai-nilai kebangsaan. Karena itu adalah kunci dalam menghasilkan persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih tantangan Indonesia kedepan sangat berat ditengah persaingan global.
Hal itu ia ungkapkan saat memberikan materi dalam kegiatan 4 pilar kebangsaan yang diadakan di Wantilan Desa Ampel, Kecamatan Nusa Penida, Provinsi Bali pada 25 November 2019.
Selain Putu Supadma Rudana, turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Klungkung I Made Jana sebagai narasumber.
“Tantangan Indonesia kedepan sangat berat. Sehingga diperlukan soliditas bangsa kuat supaya Indonesia bisa memenangkan kompetisi global,” ujar Putu Supadma
PSR memaparkan soliditas bangsa harus diperkuat, selain juga penguatan kualitas SDM dan kemampuan digitalisasi di masyarakat. Karenanya kegiatan sosialisasi empat pilar yang rutin diadakan MPR harus dilakukan lebih intensif lagi. Karena ini adalah kunci bagi pertahanan ideologi pancasila.
“Kegiatan ini amatlah penting, karenanya saya selaku Anggota MPR akan selalu konsisten dalam memberikan pengetahuan akan pentingnya mengamalkan nilai pancasila. Sekaliguas ini sebagai wadah untuk mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat,” ujar Putu.
Legislator Partai Demokrat ini mengatakan akan senantiasa memberikan edukasi politik kepada masyarakat Bali. Karena Bali adalah jantungnya Indonesia, maka perlu ada penguatan nilai kebangsaan. Terlebih Bali adalah lumbung pariwisata yang selalu didatangi turis mancanegara. Sehingga nilai pancasila harus terus diimpelentasikan sebagai wujud identitas Bangsa Indonesia.
Masyarakat yang turut hadir dalam kegiatan ini memberikan apresiasi dan terima kasih kepada PSR karena selalu berupaya maksimal memberikan edukasi politik kepada masyarakat, terutama dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Salah satu masyarakat Nusa Penida yang bernama Made Juarsa berharap PSR untuk terus hadir di masyarakat, menurutnya kedekatan wakil rakyat dengan rakyat amat penting supaya aspirasi masyarakat bisa secara langsung diperjuangkan oleh DPR RI.
“Kami sebagai masyarakat sangat terbantu dengan kehadiran Pak Putu. Semoga edukasi politik ini bisa terus dilakukan,” ujar Made Juarsa. (hs)

Continue Reading

TEKNOLOGI

Gerindra Disebut Gubernur Anies hanya Pencitraan, kok Bisa?

Published

on

By

JAKARTA – Kamrussamad DPR RI Fraksi Gerindra menilai Gubernur Anies Baswedan kecolongan dalam kasus yang terjadi di Wilayah Ibukota DKI Jakarta.

“Anies kecolongan soal kasus nenek gendong jenazah cucu, warganya sampai gendong jenazah sendiri menunjukkan pelayanan publik kesehatannya belum berjalan optimal,” ujar Kamrussamad DPR RI Fraksi Gerindra.

Kasus Dian Islamiyati yang menggendong jenazah cucunya yang meninggal di Puskesmas Kecamatan Cilincing, Gubernur DKI Anies Baswedan menunggu investigasi di lapangan dan menegaskan SOP yang ada harus ditegakkan. Anies menjelaskan jika melihat SOP maka setelah ada yang meninggal harus menunggu 2 jam kemudian untuk dibawa dengan mobil jenazah.

Sebelumnya, diketahui pihak puskesmas tidak menawarkan ambulans, namun Dian melihat mobil ambulans, tetapi tidak bisa digunakan mengantar jenazah, hanya bisa digunakan untuk pasien darurat, sedangkan untuk mobil jenazah belum ada. Menurut Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dinyati, diketahui SA belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik dan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS).

Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta kembali kecolongan dengan kasus perjudian di Apartemen Robinson yang melibatakan ratusan orang.

“Pergubnya kan ada nomor 132 tahun 2018 tentang pembinaan pengelolaan rumah susun milik, kok bisa kecolongan apartemen jadi tempat perjudian besar, artinya Gubernur DKI Anies belum tuntas dalam sosialisasi dan pelaksanaan regulasinya,” ucap Kamrussamad di Gedung Nusantara I, Senayan.

Minggu (6/10/19) Polda Metro Jaya membongkar tempat judi di lantai 29 dan 30 Apartemen Robinson yang baru beroperasi 3 hari. Dalam tiga hari tempat perjudian yang bernama RBS29 mampu memperoleh keuntungan Rp 700 juta dalam sehari dari empat permaian yang disediakan yaitu Roullate, Pay Kiu, Baccarat, Tashio.

Polisi menangkap 133 orang mulai dari karyawan, pemain hingga orang yang menonton judi. Dari penangkapan itu, polisi menetapkan 91 orang sebagai tersangka, yang terdiri dari 42 tersangka dari penanggung jawab hingga karyawan dan 49 tersangka lainnya pemain.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi terbongkarnya praktek judi di Apartemen Robinson bisa dihindari jika pengelola melaksanakan Peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 132 tahun 2018 tentang pembinaan pengelolaan rumah susun milik bersih dari persoalan sosial.

Continue Reading

TEKNOLOGI

Bamsoet: Besok Pembagian Tugas 9 Wakil Ketua dan Pembentukan Alat Kelengkapan MPR

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan pembagian tugas 9 Wakil Ketua MPR RI dan pembentukan Alat Kelengkapan MPR RI akan diputuskan dalam Rapat Pimpinan MPR RI yang akan diselenggarakan Rabu, 9 Oktober 2019. Sebagaimana penetepan Ketua MPR RI, penetapan pembagian tugas para Wakil Ketua MPR RI dan juga pembentukan Alat Kelengkapan MPR RI akan mengutamakan musyawarah untuk mufakat.

“Salah satu kekuatan sosial Bangsa Indonesia yang tak dimiliki bangsa lainnya adalah mampu menyelesaikan berbagai hal dengan mengedepankan musyawarah untuk mufakat. Ciri jati diri tersebut tak boleh kita lupakan. Berbagai perbedaan pandangan dan argumentasi pasti ada, namun dengan musyawarah kita bisa cari jalan keluar terbaiknya,” ujar Bamsoet di Kawasan MPR RI, Jakarta, Selasa (8/10/19).

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, pembagian tugas 9 Wakil Ketua MPR RI terdiri dari Koordinator Bidang Sosialisasi, Koordinator Bidang Penyerapan Aspirasi Masyarakat, Koordinator Bidang Akuntabilitas Kinerja Pelaksanaan Wewenang dan Tugas MPR RI, Koordinator Bidang Persidangan MPR RI, Koordinator Bidang Komisi Kajian Ketatanegaraan, Koordinator Bidang Pengkajian, Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Negara, Koordinator Bidang Evaluasi Pelaksanaan Ketetapan MPR RI, dan Koordinator Bidang Penganggaran.

“Sedangkan untuk Alat Kelengkapan MPR RI, antara lain terdiri dari Badan Sosialisasi, Badan Pengkajian, Badan Penganggaran serta Komisi Kajian Ketatanegaraan. Pembagian Ketua dan Wakil Ketua Alat Kelengkapan MPR RI dilakukan secara proporsional sesuai UUD MD3 dengan memperhatikan perolehan kursi Fraksi dan keberadaan kelompok DPD,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini meyakini tidak akan ada dinamika dan gejolak berarti dalam mengambil berbagai keputusan mengenai pembagian tugas Wakil Ketua MPR RI maupun Alat Kelengkapan MPR RI. Sehingga keputusan bisa cepat dihasilkan, dan MPR RI bisa langsung tancap gas menjalankan tugas dan fungsinya sesuai ketentuan UU MD3.

“MPR RI yang terdiri dari dua gabungan lembaga perwakilan, DPR RI dan DPD RI, merupakan cerminan umum wajah Rakyat Indonesia. Jika MPR RI bisa mengedepankan musyawarah untuk mufakat, menghindari berbagai gejolak, Insya Allah Rakyat Indonesia juga akan terhindar dari gejolak,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending