Connect with us

PENDIDIKAN

Peringati Bulan Bahasa, FKIP Unitomo Ajak Mahasiswa Kuatkan Karakter Bahasa Indonesia

Published

on

Surabaya – Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dr. Soetomo (FKIP Unitomo) menggelar seminar bertajuk Pembentukan Karakter Mahasiswa Melalui Peningkatan Berbahasa Indonesia. Bertempat di Auditorium Ki. H. Moh. Saleh, kegiatan ini dibuka Wakil Rektor III, Suyanto. 

“Penguatan bahasa Indonesia menjadi penting dalam pembentukan karakter mahasiswa, karena bahasa telah menjadi salah satu alat pemersatu bangsa”, ujarnya saat memberikan sambutan. Senin, (29/10).

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta ini mendatangkan Bambang Wibisono, Guru Besar Bahasa Universitas Negeri Jember dan Sri Utami, Dosen FKIP Unitomo sebagai narasumber. Bambang, dalam paparan mengatakan Bahasa Indonesia masih belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri. 

“Ini fenomena yang terjadi saat ini, anak muda yang diberikan keleluasaan berbahasa melalui media sosial cenderung kurang santun dan meninggalkan kaidah berbahasa Indonesia”, ungkapnya.

Bambang menambahkan, jika Bangsa Indonesia ingin menjadi bangsa yang kuat, maka perlu dimulai dengan penguatan bahasa. 

“Negara besar di belahan dunia begitu percaya diri dengan bahasa yang dimiliki. Jika Indonesia ingin menjadi bangsa yang besar, maka harus bangga akan bahasa yang dimiliki, tidak mencampur istilah asing saat berbahasa”, imbuh pria kelahiran Blitar ini.

Sementara Sri Utami mengatakan, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang hebat jika mampu menumbuhkan rasa bangga dan santun akan bahasa Indonesia. Karena kemampuan berbahasa yang santun mencerminkan karakter bangsa. 

“Karakter bangsa ini akan melemah seiring seringnya menggunakan kata-kata yang vulgar dan kurang santun dalam berbahasa Indonesia, untuk itu mari mulai saat ini kita berbahasa yang santun sesuai kaidah berbahasa Indonesia”, pungkasnya. (gdr)

PENDIDIKAN

Pasca Wisuda, Merupakan Awal Perjuangan Alumni Mahasiswa Untuk Selalu Mengabdi Pada Masyarakat Luas

Published

on

Surabaya – Tepat pada hari Sabtu tanggal 17 November 2018, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) gelar Wisuda yang ke-93. Kali ini, wisuda berlangsung meriah dan melahirkan banyak sarjana muda untuk meniti karir kedepannya.

Terkhususnya 4 mahasiswa kelas B angkatan 2014 Jurusan Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Unesa yang berhasil menuntaskan masa studi S1 nya selama empat tahun di Unesa, Ahmad Hafidz Jimmy Prasetyo, Rizqy Aulia Fitri, Achsanatya Ubudina, dan Elisa Diah Puspitarini.

Ahmad Hafidz Jimmy Prasetyo mengatakan, terimakasih kasih banyak untuk kampus tercinta kita, telah memberikan banyak ragam pendidikan dan pengalaman selama di Unesa. 

“Wisuda kali ini bukanlah sebagai tanda lepas dari Unesa, melainkan untuk memastikan bahwa kami akan selalu mengabdi untuk Kampus Pergerakan ini,” ujar pria yang disapa akrab Jimmy saat diwawancarai pasca wisuda. 

Hal senada dengan Jimmy, mantan Wakil Ketua Komunitas Peradilan Semu (KPS) Hukum Unesa, Rizqy Aulia Fitri juga menambahkan, selamat dan sukses untuk semuanya bagi yang melaksanakan wisuda S1, S2, dan S3 di Unesa.

Selain itu, wisuda merupakan awal perjuangan alumni mahasiswa untuk melakukan banyak banyak hal yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan sekitarnya.

“Sangat senang sekali bahwa banyak pihak yang membantu kami untuk menyelesaikan masa perkuliahan, terutama ayah dan ibu kami yang selalu berusaha dan berdoa agar anaknya meraih kesuksesan yang diharapkan.

Sekali lagi, kami ucapkan banyak terima kasih kepada sahabat-sahabat saya dan seluruh civitas akademika kampus. Dan bagi yang sedang menjalankan skripsi segera dimudahkan untuk menyelesaikannya,” tutur perempuan yang dipanggil akrab Olik tersebut.

“Karena awal masuk dan keluar kuliah harapannya selalu menjadi Keluarga Besar Mahasiswa Unesa yang berbahagia dan menciptakan berbagai karya dan prestasi untuk Unesa dan Bangsa,” tegas Alumni asal Sedati Sidoarjo tersebut. (ari)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Bamsoet: Jambore Kebangsaan Bela Negara Itu Bakti FKPPI kepada Ibu Pertiwi

Published

on

By

Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang juga menjabat sebagai Kepaka Badan Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (FKPPI) memaparkan, sebagai puncak rangkaian HUT FKPPI ke-40 akan diadakan Jambore Kebangsaan Bela Negara pada tanggal 7-9 Desember 2018 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut akan diikuti seribu lebih anggota FKPPI dari berbagai provinsi.

“Sebuah kehormatan bagi Keluarga Besar FKPPI jika Panglima TNI Marsekal Hadji Tjahjanto bersama Kapolri Tito Karnavian bisa membuka acara Jambore Kebangsaan Bela Negara. Sengaja kami undang Panglima TNI dan Kapolri, selain karena keduanya memang akrab dan solid dalam bekerja, juga untuk menunjukan kepada para putra putri anggota TNI dan Polri bahwa keharmonisan merupakan kunci utama kemajuan,” ujar Bamsoet saat bertemu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (14/11/19).

Turut hadir pengurus FKPPI antara lain, Pontjo Sutowo (Ketua Umum), Anna R. Legawati (Sekretaris Jenderal), Indra (Wakil Ketua Umum), Devi Andita (Ketua Pelaksana Jambore Bela Negara FKPPI). Sedangkan Panglima TNI Marsel Hadi Tjahjanto didampingi Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko (Asisten Teritorial Panglima TNI) dan Mayjen TNI Santos G Matondang (Kepala Pusat Penerangan TNI).

Bamsoet saat bertemu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (14/11/19).

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Kebumen, dan Banjarnegara ini juga menyampaikan kepada Panglima TNI berbagai kegiatan FKPPI di tahun 2018. Pertama, konsolidasi organisasi memantapkan peleburan FKPPI dengan Gerakan Muda FKPPI menjadi Keluarga Besar FKPPI. Kedua, penyelenggaraan diskusi bulanan di JCC dan Hotel Sultan, bekerjasa dengan Universitas Indonesia dan Yayasan Suluh. Tanggal 1 Desember 2018 nanti akan menjadi penutup serial diskusi yang merangkum seluruh hasil diskusi untuk disampaikan kepada Presiden sebagai bahan masukan.

Ketiga, pemberian bantuan kemanusiaan membantu korban bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah. Keempat, konsolidasi penerapan e-KTA Keluarga Besar (KB) FKPPI, memudahkan pendaftaran ulang maupun mendaftar menjadi anggota baru KB FKPPI secara online melalui handphone. Kelima, pelaksanaan Hari Ulang Tahun FKPPI ke-40 dan Rapimnas FKPPI Tahun 2018.

“FKPPI ingin agar peringatan Hari Ulang Tahun ke-40 tidak hanya dilakukan secara seremonial semata. Jambore Kebangsaan Bela Negara merupakan bakti FKPPI kepada ibu pertiwi agar bisa mendidik dan melatih para calon kader Bela Negara Keluarga Besar FKPPI. Usai mengikuti Jambore, seribu kader tersebut akan ditempatkan di berbagai desa dan kelurahan untuk mendukung tugas kewilayahan yang diemban Babinsa TNI dan Babinkamtibnas Polri,” jelas Bamsoet.

Tak hanya itu, Politisi Partai Golkar ini menambahkan, seribu kader Jambore juga akan mengemban tugas sosial kemanusiaan di masyarakat melalui kemitraan dengan berbagai kementerian dan lembaga negara, maupun dengan organisasi masyarakat lainnya. Dengan demikian kehadiran FKPPI tidak hanya dirasakan oleh para anggotanya saja, namun juga bisa dirasakan oleh masyarakat luas,

“Dengan dibuka oleh Panglima TNI dan Kapolri, serta ditutup Insya Allah oleh Presiden Joko Widodo pada 9 Desember 2018, Jambore Kebangsaan Bela Negara akan menjadi momentum bagi FKPPI dalam melanjutkan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Sekaligus menjadi tonggak bagi FKPPI dalam menyambut tahun 2019 dengan penuh sikap optimis,” pungkas Bamsoet. (MM)

Continue Reading

PENDIDIKAN

TEMAN Jatim Bahas Efektivitas dan Efisiensi Tata Kelola Pemerintah

Published

on

Surabaya – Mengawal serta memberikan respon terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajib dilakukan oleh mahasiswa dalam menjalankan perannya sebagai agent of control dan agent of change. 

Hal ini dituangkan dalam sebuah forum akademik yang mereka sebut Teman Jatim yakni singkatan dari Temu Mahasiswa Administrasi Negara Jawa Timur. Kegiatan ini terselenggara tiap tahunnya sejak 2013.

Kali ini bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaran adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Administrasi Publik Unesa, kegiatan diikuti perwakilan mahasiswa berbagai kampus se- Jawa Timur. Dalam rangkaiannya yang berlangsung selama tiga hari kedepan, diawali dengan pembukaan sekaligus seminar nasional. Rabu, (14/11)/2018).

Kemudian berlanjut pada diskusi tiap cluster sub tema hingga kemudian agenda inti pertemuan membahas juklak dan juknis Teman Jatim itu sendiri sampai terpilihnya tuan rumah selanjutnya tahun depan.

Adapun narasumber yang diundang diantaranya dari akademisi guru besar Fisip Unair Prof. Dr. Drs. H. Jusuf Irianto, M. Com , kemudian dari Dinas Kominfo Jatim selaku Kabid Infrastruktur TIK yakni Ir. Dodong Martiar Mediantoko, M. Si. , serta peneliti Lembaga Survey Indonesia Wilayah Jatim Sukma Hari Purwoko, S. Sos.

Tema besar yang diambil berkaitan dengan isu-isu kebijakan serta inovasi pelayanan publik berbasis elektronik yang saat ini tengah perkembangan dengan teknologi digitalilsasi. Tidak lain adalah untuk mencapai efektifitas dan efisiensi dalam tata kelola serta tata laksana pemerintahan. 

Menurut keterangan Analdo Yoga selaku Ketua HMJ Administrasi Publik Unesa sekaligus Steering Commite dari acara ini adalah sebuah bentuk kepedulian serta upaya dari mahasiswa untuk mewujudkan good governance di Jatim.

Tidak lain tujuannya untuk memberikan masukan kepada pemerintah melalui sebuah gagasan tertulis disertai data serta hasil penelitian lapangan yang valid oleh para delegasi setiap kampus.

“Muaranya pada rangkaian kegiatan ini adalah rekomendasi-rekomendasi kebijakan maupun konsep inovasi dari hasil diskusi panjang tiap cluster yang telah disepakati bersama dalam forum ini akan kita sampaikan kepada legislatif yakni DPRD Jatim pada hari jumat sebagai penjembatan untuk menyampaikan aspirasi kami,” tambahnya ketika diwawancarai.

Tidak sampai disitu, harapannya setelah penyampaian rekomendasi ini para delegasi setiap kampus dapat mengawal dan memantau sejauh mana rekomendasi yang telah diberikan melalui metode penelitian serta dialetika panjang para mahasiswa.

Terlebih lagi bisa diterima dan bisa terwujud secara nyata serta mendapat perhatian dari masyarakat umum untuk lebih aktif mengkritisi setiap kebijakan pemerintah. “Sejauh mana dapat menimbulkan manfaat yang positif dan pro terhadap masyarakat dalam situasi dan kondisi sekarang yang serba mudah dan cepat berkat adanya transformasi digital dari kecanggihan teknologi setiap saat berkembang pesat dan dinamis,” ujarnya. (ari)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending