Connect with us

HIBURAN

Publik Pigur Memberi Motivasi Ke SMAN 40 N Jakarta

Published

on

Jakarta – Kreatif itu tanpa batas, sebuah pemikiran dan upaya dari SMA Negeri 40 Jakarta khususnya Kepala Sekolah SMAN 40 Jakarta Ibu Mas Ayu Yuliana, agar dalam kondisi pademi ini mengurangi kebosanan siswa, perlu adanya penyegaran aktifitas yang disajikan secara menarik dengan tetap stay at home tapi menarik dan sarat edukasi, manfaatkan link alumni dalam narasumber, diskusi dengan alumni dan memunculkan ide spontanitas.

Sekolah menggandeng alumni yang berpeduli terhadap pembinaan terhadap generasi muda dalam hal ini adik adik kelas di almamaternya, mengisi hal yang positif di tengah stressing wabah covid 19, dimana semua orang termasuk para siswa harus diam dan belajar dirumah penuh kejenuhan dan monoton, EMPUL (SMA Negeri 40 Pademangan Jakarta Utara) melaksanakan kegiatan dengan tajuk “Ramdhan Ceria” dengan tema “menjadi siswa yang mencintai Allah SWT dan baginda Nabi Muhammad SAW” dari tanggal 11-19 Mei 2020 dalam bentuk online Join Zoom Meeting.

Narasumber dari acara ini yang rata rata para public pigure seperti Dude Herlino, Roger dan Cika, Meysa Safira, Cholidi Asadil Alam dan lain lain sangat memberikan motivasi dan gairah tersendiri bagi para siswa SMA Negeri 40 Jakarta Utara yang merasa senang dan bahagia menjadi tidak jenuh walaupun berdiam di rumah.

Dude Herlino dalam isi ceramahnya menyampaikan “Islam adalah agama yang mulia dan mengatur segala aspek kehidupan termasuk pergaulan. Dalam Islam ada beberapa etika yang harus dipenuhi dan hal ini disebut dengan etika Islam.

“Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan senantiasa membutuhkan kehadiran orang lain”.

Istilah pergaulan berarti kegiatan manusia untuk membaur dengan manusia lainnya dan berinteraksi satu sama lainnya. Oleh karenanya pandai pandailah dalam memilih teman agar selamat didunia dan akhirat.”katanya

Lain lagi Meysa Safira menyampaikan mengajak hidup kita ini harus selalu berprasangka baik kepada Allah dan menyerahkan diri kepada Allah. Ujian dan cobaan diberikan Allah dengan berbagai cara agar manusia menjadi kuat imannya dan tetap bersandar kepada Allah semata” himbuhnya.

Pengantin Baru Roger dan Cut Meryska juga dengan semangat menyampaikan “Ceritanya tentang ketika memutuskan hijrah masuk islam, dia yakin bahwa agama Islam mengajarkan segala sesuatunya dengan detail dan dia merasa nyaman bathinnya, terlebih ketika dia berangkat umroh (tanpa mbak cut) khususnya saat dia sholat di Raudoh” cerita Roger, paparnya. Johan BP

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HIBURAN

Di Tegah Pandemi Covid-19, DPR: Kok TNI-Polri malah Berantem!

Published

on

By

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Syaiful Bahri Anshori sangat menyesalkan atas terjadinya pertikaian antara personel TNI dan Polri di Papua yang menyebabkan 2 anggota Polri meninggal dunia. Baginya, bentrok kedua aparat keamanan itu terjadi dan harus dihentikan ke depannya.

Untuk diakui Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpau menyampaikan pertikaian tersebut berawal dari kesalahpahaman yang sebetulnya sudah diselesaikan pada Sabtu (11/4) malam sekitar pukul 23.00 WIT.

“Saya sebagai anggota DPR Komisi I DPR dan atas nama rakyat yang saya wakili merasa prihatin dengan bentrokan tersebut, mudah-mudahan ini menjadi bentrokan yang terakhir,” kata Syaiful kepada Wartawan Lintas Parlemen, Senin (13/4/2020).

Sejatinya, lanjut politisi PKB ini, aparat berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tidak larut dalam pertikaian. Bagaimana kedamaian di tengah masyarakat bisa terwujud jika antar aparat terprovokasi melakukan bentrok.

“Polri dan TNI itu berpikir bahwa bangsa Indonesia sekarang ini menglami kondisi yang sangat memprihatinkan dan memerlukan keterlibatan semua komponen bangsa terutama TNI – Polri, Ee kok malah berantem (di tengah Covid-19) dengan menggunakan senjata lagi. Untuk iti, saya minta agar aparat hukum baik yang ada TNI maupun Polri harus bertindak tegas kepada oknum TNI maupun oknum Polri yang berkelahi tersebut,” jelas mantan Ketua Umum PB PMII ini.

“Kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi dan perhatian bersama, pertama terkait dengan rekruitmen prajurit TNI dan Polri, menurut saya dengan seringnya kehadian kedua lembaga ini yang sangat memalukan ini perlu lebih ketat dalam rekruitmen TNI dan Polri, sehingga dengan pengetatan rekruitmen akan lahur prajurit yang punya intregritas dan mencintai profesi seorang prajurit TNI maupun Polri,” sambungnya.

Yang kedua, lanjut Syaiful, law enforcement atau penegakan hukum harus betul-betul di tegakkan di dua lembaga tersebut. Jika tidak, menurut Syaiful, kejadian serupa akan tetap terjadi.

“Jangan ditolelir prajurit yang tidak disiplin, jangan malah naik pangkat! Karena satu peluru bagi seirang prajurit itu sangat berarti jangan digunakan sembarang, untuk prajurit TNI untuk menjaga kedaulatan negara dan bangsa ini tidak main-main sesuai dengan Sapta Marga, begitu juga bagi seorang prajurit Polri tugas anda adala menjaga keamanan masyarakat bukan membuat ketidaknyamanan di tengah masyarakat,” terangnya.

“Catatan terahir saya usul foto-foto seperti zaman Pak Tito bersalaman dengan Panglima TNI perlu dipertingkan kembali untuk disosialisakan tentu dengan kapolri yang sekarang, mudah-mudahan dengan politik simbol perdamaian seperti itu akan membuat prajurit tni- polri semakin damai dan tenang dan tentunya masyarakat juga menjadi tenang,” papar Syaiful.

Awal kejadian bermula di hari Sabtu, 11 April 2020 Pukul 23.00 WIT. Pertikaian berawal dari kesalahpahaman pada Sabtu (11/4). Dan kesalahpahaman TNI-POlri ini sudah diselesaikan pada Sabtu malam itu juga sekitar pukul 23.00 WIT.

Namun, hari Minggu, 12 April 2020 Pukul 07.40 WIT. Kesalahpahaman Sabtu malam berlanjut di Minggu pagi. Pertikaian itu di Jalan Pemda I Kampung Kasonaweja Distrik Mamberamo Tengah, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua. Peristiwa itu antara Anggota Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya. (HMS)

Continue Reading

HIBURAN

Ikalibels Angkatan 85 dan 87 serta SMA 42 Raih Juara Umum PORSENI TRADISIONAL

Published

on

Jakarta – Ajang Porseni tradisional IKALIBELS JAKARTA yang juga rekor MURI 2019, dilaksanakan pada hari Sabtu 24 Agustus 2019 di Bellaterra Lifestyle Center Kelapa Gading Jakarta Utara dilaksanakan dari Jam 07.00 – 16.00 dan kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan sukses.

Ketua Umum Ikalibels, Dadang Tompro, mengatakan kegiatan ini adalah dalam rangka kepedulian terhadap pelestarian budaya permainan tradisional Nusantara dan Pendidikan.

“Setiap kegiatan yang oleh para alumni berusaha untuk melakukan silaturahmi, hal ini mempunyai dampak positif terhadap perkembangan zaman, artinya alumni bergerak dan harus tetap bermanfaat” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta alumni SMAN 5, Fahmi, menyampaikan salah satu peserta antar SLTA se DKI Jakarta sangat senang kalau kegiatan ini dapat dilakukan setiap tahunnya dan berkembang bertambah permainan tradisional lainnya seperti Enggrang, demprak, galasin

“Kegiatan ini tercatat dengan rekor Reuni Pelajar Pertama dengan Lomba Permainan Tradisional di atas meja” paparnya.

Adapun pertandingan permainan olahraga tradisional seperti Halma, ular tangga, Ludo, catur Jawa SOS, congklak, karambol, Damdas, TTS.

Pertandingkan ini diikuti oleh 26 angkatan alumni Ikalibels Jakarta dan 23 sekolah alumni SLTA se DKI Jakarta dan hasilnya angkatan 85 dan 87 sebagai juara umum I dan II antar angkatan Ikalibels Jakarta dan Alumni SMA 42 sebagai Juara Umum antar alumni SLTA se DKI Jakarta.

Kegiatan ini didukung oleh Bellaterra Lifestyle Center, PAPPRI Jakarta dan Sekitarnya, Yayasan Pendidikan Walang Jaya, ASJB Indonesia dan Jitera Kreasi Indonesia Group.

Continue Reading

HIBURAN

DPR Kembali Gelar Lomba Stand Up Comedy ‘Kritik DPR’

Published

on

By

JAKARTA – Setelah sukses mengadakan lomba stand up comedy ‘Kritik DPR’ pada tahun lalu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo kembali menggelar lomba stand up comedy. Bamsoet ingin mempertegas kepada publik bahwa DPR RI terbuka dan tidak anti kritik. Lomba digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI dan HUT DPR RI ke-74.

“DPR RI saat ini sudah menjadi parlemen terbuka. Siapa pun boleh menyampaikan kritik kepada DPR tanpa harus merasa takut. Semakin banyak yang mengkritik akan semakin bagus bagi peningkatan kinerja DPR RI,” ujar Bamsoet di Jakarta, Jumat (23/08/19).

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menuturkan melalui stand up comedy, DPR RI ingin mengajak kaum milenial untuk melek politik sekaligus menyampaikan kritik dengan gaya zaman now. Terlebih saat ini stand up comedy tengah digandrungi masyarakat luas.

“Tradisi menyampaikan kritik melalui humor harus terus ditumbuhkembangkan di Indonesia. Melalui humor, kritik yang disampaikan akan terasa lebih segar,” tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai kritik melalui humor sangat efektif. Kegelisahan masyarakat terhadap berbagai persoalan dapat disuarakan melalui materi yang dibawakan para komika.

“Seorang stand up comedian yang cerdas mampu membuat orang menertawakan dirinya sendiri, meskipun dia sedang menjadi sasaran kritik tersebut. Lihat saja bagaimana para anggota DPR tertawa terbahak pada lomba stand up comedy tahun lalu, padahal saat itu mereka tengah dijadikan ‘sasaran tinju’ para komika,” tutur Bamsoet.

Sementara itu, Ketua Panitia lomba stand up comedy ‘Kritik DPR’ Iwel Sastra menjelaskan lomba ini terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia. Dari seluruh peserta yang mendaftar, panitia akan memilih 50 peserta untuk mengikuti babak penyisihan. Pendaftaran dilakukan tanpa dipungut biaya apapun.

“Pembatasan jumlah peserta ini agar dewan juri bisa menikmati penampilan peserta sambil memberikan penilaian. Pembatasan ini juga menjadi seleksi awal, karena kalau tidak dibatasi peserta bisa tembus ratusan,” papar Iwel.

Lebih jauh Iwel memaparkan, babak penyisihan akan dilaksanakan pada tanggal 5 September 2019. Sedangkan babak final akan dilaksanakan tanggal 10 September 2019. Lokasi lomba mengambil tempat di Gedung Nusantara II DPR RI.

“Pendaftaran bisa dilakukan melalui email lombastandupcomedykritikdpr@gmail.com hingga tanggal 31 Agustus 2019. Hadiah yang diberikan sangat menggiurkan. Pemenang pertama mendapatkan hadiah Rp 25 juta, pemenang kedua mendapatkan hadiah 15 juta rupiah dan pemenang ketiga mendapatkan hadiah 10 juta rupiah. Mari beramai-ramai mengkritik DPR tanpa perlu takut ditangkap,” pungkas Iwel. (dwi)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending