Connect with us

INTERNASIONAL

Putu Supadma Rudana: Asia Akan Menjadi Central of Growth di Dunia

Published

on

Istanbul – Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana sangat optimis sistem ekonomi politik Asia akan sejajar dengan negara-negara Eropa. Mengingat, banyak potensi yang dimiliki Asia untuk memperoleh tersebut.

“Keinginan kita di APA melalui parlemen masing-masing negara, yakni untuk lebih saling bersinerji lagi dalam peningkatan bagaimana mempromosikan prosperity di Asia,” kata Putu Supadma Rudana usai berbicara di Sidang Asian Parliament Assembly (APA) di Hotel Hilton, Istanbul  Turki, Sabtu (1/12/2018) kemarin.

“Tantangannya kita sangat berat. Memang prosperty saat ini ada di barat (eropa) tapi ke depannya Asia menjadi sentral kemajuan peradaban dan ekonomi di masa akan datang,” sambung Putu.

Yang terpenting bagi Indonesia, lanjut politisi muda Partai Demokrat ini, Bangsa Indonesia mendapatkan bonus demografi yang tidak diperoleh bangsa lain.

Putu yakin, di kawasan Asia ke depannya akan mengalami peningkatan di sektor ekonomi. Sementara di sektor politik perlu diciptakan keamanan politik di kawasan secara bersama-sama.

Untuk itu, harapnya, perlu bersama-sama parlemen Asia di APA menggelorakan atau menyuarakan kesamaan visi antar negara-negara ASIAN.

“Tantangan kita di Asia adalah mensinerjikan perbedaan untuk kemajuan bersama agar memberi inspirasi pada dunia,” ujarnya.

“Asia akan menjadi central of growt (pusat pertumbuhan) di bidang ekonomi. Selain itu, Asia juga akan menjadi central of civilitation (pusat peradaban) ke depan. Karena kawasan Asian memiliki inspirasi lebih besar,” ujar Putu.

“Di Asia, kita memiliki sejarah heretic dalam membangun sustainable development goals. Posisi Asia dalam tourism (pariwisata) sangat kuat dan ekonomi kreatif. Dengan potensi itu membuat Asia akan lebih maju di bidang ekonomi dan berdampak seluas-luasnya pada masyarakat,” papar Putu.

Untuk itu, politisi asal Bali itu sangat optimis dan sangat tepat jika Asia fokus membangun tourism dan ekonomi kreatif ke depannya untuk memperbaiki kesejahteraan ekonomi masyarakat Asia. (H3)

 

 

INTERNASIONAL

Tim Robotik Spemma Juara 1 Internasional

Published

on

Surabaya – Tim Robotik Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya (Spemma) merebut juara satu lomba Robotik Tamrin Olimpiade Cup tingkat internasional di SMA Negeri Unggulan MH Tamrin. 

Syafi’ur Rohman Kepala urusan Hubungan Masyarakat (Kaur Humas) Spemma mengatakan, Tim perwakilan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya yang menyabet juara pada kelas Robot Sumo ialah Gerrad Verrel Rafierly dan Rajendra Maulana Syaputra.

“Robot sumo cara permainan lomba dengan cara adu kekuatan robot untuk mendorong. Robot yang kalah dorongan kemudian keluar dari lingkaran pembatas dinyatakan kalah,” tegasnya. Jumat, (8/2/2019).

Lanjut Syafi’ur, dan itu pun harus dilakukan sampai 3 kali bermain, jika 2 atau 3 menang maka peserta dinyatakan menang untuk melanjutkan ke semi final sampai di final.

“Mereka untuk mempersiapkan lomba ini berlatih hanya satu hari karena robot yang di pakai sempat mengalami kerusakan di H -1 menjelang pertandingan,” tambahnya.

“Akhirnya mereka semalaman suntuk berusaha untuk memperbaikinya dan dilanjut latihan di pagi dini hari. Namun karena jam terbang mereka tinggi sudah sering mengikuti lomba robotik sehingga kerusakan itu tidak menjadikan mereka panik. Hingga pada akhirnya bisa nyebet juara satu di lomba tersebut,” imbuhnya.

Peserta lomba ini ada 40 tim dari seluruh Indonesia dan luar negeri. Ada yang dari Malaysia, Bandung, Jakarta, Bogor, Surabaya dan masih banyak kota-kota yang lainnya.

“Semoga bisa memotivasi anak-anak yang lain. Sangat bangga dan senang anak-anak bisa juara di tingkat internasional tentunya ini menjadi kebanggaan sekolah dan muhammadiyah,” harapnya.

Menurut Gerrad, salah satu siswa yang mewakili SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya dilomba tersebut mengatakan, Lomba Robotik Tamrin Olimpiade Cup sangat seru, lawanya berat-berat karena pesertanya jago-jago dari kandang disetiap kota asal mereka. 

“Peserta yang mengikuti mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, dan Universitas. Ahamdulillah saya menang sehingga bisa membanggakan sekolah dan kota Surabaya,” ungkapnya. (ari)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Ketua DPR Ingin 7 September Ditetapkan sebagai Hari Tenun Nasional

Published

on

By

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) sangat mendukung penuh usulan Komunitas Tekstil Tradisional Indonesia (KTTI) mengusul agar tanggal 7 September ditetapkan sebagai Hari Tenun Nasional.

Bagi Bamsoet, Penetapan Hari Tenun tersebut akan menjadi tonggak baru bagi bangsa Indonesia dalam menjaga, merawat dan melestarikan kekayaan tekstil tradisional khas Indonesia.

“Penetapan Hari Tenun Nasional akan menjadi intangible heritage (warisan tak benda) yang dipersembahkan Presiden Joko Widodo kepada bangsa Indonesia. Bagi kita, itu usulan baik dari KTTI. Semoga sebelum akhir Maret 2019, Presiden sudah menandatangani Keppres penetapan Hari Tenun Nasional,” kata Bamsoet saat menerima pengurus KTTI, di Ruang Kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Selasa (12/03/19) kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Dewan Pembina KTTI, Musdalifah, dan Dewan Pakar KTTI, Anna Mariana, menjelaskan kerajinan tenun sudah lama tumbuh di nusantara. Bahkan diperkirakan sudah ada jauh sebelum zaman Sriwijaya di abad ke-7.

Sebagai informasi sesuai data KTTI, bahwa dr. Sutomo selaku tokoh pergerakan nasional pendiri Budi Utomo, pada tanggal 7 September 1926 mendirikan Sekolah Tenun. Sehingga peristiwa itu menjadi landasan diusulkannya Hari Tenun Nasional itu.

Alasan itu, politi Golkar Dapil VII Jawa Tengah ini menyampaikan, tidak banyak orang yang tahu bahwa tekstil tradisional khas nusantara bukan hanya batik. Waduh kok bisa?!

Bahkan, lanjut Bamsoet, tak jarang banyak yang salah paham menyamakan batik dengan tenun.

“Setelah ada Hari Batik Nasional, maka pemerintah perlu menetapkan Hari Tenun Nasional. Karena ini bisa menjadi sarana edukasi kepada masyarakat bahwa batik dan tenun itu dua hal yang berbeda. Namun keduanya menunjukan bahwa bangsa Indonesia punya banyak budaya dari kain tradisional yang menjadi kekayaan nusantara sekaligus kebanggaan nasional kita,” jelasnya..

Bamsoet menegaskan, usai Hari Tenun Nasional ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo, masyarakat akan langsung dilanda ‘demam tenun’. Untuk itu, KTTI harus mempersiapkan 12 juta home industry binaannya agar bisa memenuhi tingginya permintaan tenun dari masyarakat.

“Sekaligus ini menjadi tantangan bagi KTTI dan pengrajin tenun lainnya dalam mengelola pasar tenun tanah air. Selama ini terkesan penggunaan tenun hanya berada di kalangan elitis, stigma ini harus dirubah,” jelas Bamsoet.

“Sebagaimana batik, tenun juga bisa mendapat pengakuan dunia,” sambung Bamsoet.

Caranya dengan bagaimana? Bamsoet mengusulkan, segera mendaftarkan tenun ke United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan budaya umat manusia.

“Di 34 provinsi di Indonesia, tiap daerah punya corak dan keragaman yang membedakan tenun satu dengan tenun provinsi lainnya. Karena di setiap daerah punya ciri khas masing-masing. Ini menunjukan kayanya budaya Indonesia kelalui tenun. Ini bukti, tenun juga layak mendapat pengakuan dunia internasional,” papar Bamsoet. (dwi)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Siswa SDN Mekarjaya 29 Depok Haus Kompetisi Matematika Internasional

Published

on

Depok – Pelajar SD sampai SMA turut menyemarakkan perhelatan babak semifinal  Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KNMR) se-Indonesia ke-14 hari minggu tanggal 24 Februari 2019. Sebelumnya diadakan babak penyisihan tanggal 25 November 2018. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Menurut Ketua Panitia penyelenggara, Muchammad Fachri KNMR merupakan event yang sangat dinantikan oleh peserta dari berbagai daerah. Hal ini disebabkan selain dapat memberikan pengalaman dalam mengerjakan soal matematika bernalar dan HOTS (Higher Order Thinking Skills), KMNR juga dapat diikuti semua kalangan pelajar mulai kelas 1 SD hingga 12 SMA.

“Sehingga antusias semakin menjalar hingga ke pelosok daerah,” ujarnya. Selasa, (05/3/2019).

“Peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun ini membuktikan bahwa KMNR sebagai salah satu kompetisi matematika yang semakin diminati siswa dan guru. Saat dibuka seluas-luasnya pada uji soal MNR, sekolah pun merasa terbantu dengan hadirnya KMNR guna mengetahui kemampuan matematika para pelajarnya,” tutur Fachri.

Salah satu peserta lomba Bintang Hatta Nazif, yang merupakan siswa SDN Mekarjaya 29 Depok mengatakan, agar lebih banyak lagi diselenggarakan kompetisi-kompetisi  matematika dan bidang lain yang berstandar internasional, agar para pelajar terbiasa dengan suasananya dan tipe soal soalnya.

Sebelum babak semifinal, telah dilaksanakan penyisihan pada hari minggu tanggal 25 November 2018 yang di ikuti peserta  dari daerah Provinsi Aceh (Kab. Aceh Besar), provinsi Sumatra Utara (Medan), provinsi Sumatra Barat (Padang), provinsi Riau (Pekanbaru), provinsi Jambi (Jambi), provinsi Sumatra Selatan (Palembang dan Prabumulih), provinsi Bengkulu (Kab. Seluma), provinsi lampung (Lampung).

Provinsi DKI Jakarta (Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan), provinsi Jawa Barat (Bogor, Depok, Bekasi, Banjar, Bandung, Cirebon, Subang, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Cikarang dan Sukabumi), provinsi Banten (Kota Serang, Kab. Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang, Tangerang).

Provinsi Jawa Tengah (Solo, Sleman, Pacitan, Wonosari, Magelang, Purwokerto, Sragen, Boyolali, Purwodadi, Kutoharjo, Kebumen, Wonosobo, Semarang, Kudus dan Jepara), D.I Yogyakarta (Yogyakarta).

Provinsi Jawa Timur (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Malang, Pasuruan, Blitar, Kediri, Tulungagung, Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Situbondo, Probolinggo, Banyuwangi, Jember, Lumajang dan Sampang).

Provinsi Bali (Denpasar), provinsi NTB (Kota Bima dan Mataram), provinsi Kalimantan Barat (Kab. Landak dan Pontianak), provinsi Kalimantan Timur (Samarinda dan Balikpapan), provinsi Sulawesi Barat (Kab. Majene), provinsi Sulawesi Tengah (Palu), provinsi Selatan (Makassar) dan provinsi Papua (Timika). (ari)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending