Connect with us

TEKNOLOGI

Ridwan Hisjam: DPR Beri Perhatian Khusus untuk Kemajuan Energi Baru dan Terbarukan di Tanah Air

Published

on

Wonosobo – Komisi VII DPR RI meninjau operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) milik PT Geo Dipa Energi (Persero) di Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (30/11) kemarin.

Peninjauan ini dalam rangka kunjungan kerja spesifik yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI HM. Ridwan Hisjam selaku Ketua Tim.

Dalam sambutannya, Ridwan menyampaikan bahwa DPR sangat memberikan perhatian terkait pengembangan energi baru dan terbarukan di tanah air. Mengingat sumber energi panas bumi sebagai energi terbarukan dapat menggantikan peran energi fosil yang cadangannya terus menurun dari waktu ke waktu.

“Sementara pada saat yang sama, kita memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia. Jika kita bisa mengoptimalkan potensi panas bumi ini sebagai sumber energi listrik, maka hal ini sejalan dengan tujuan kita untuk mencapai kemandirian energi nasional,” jelas Ridwan.

Selain itu, lanjut Ridwan, energi panas bumi merupalan energi bersih yang bebas polusi, sehingga secara otomatis juga menjalankan UU tentang ratifikasi kesepakatan Paris (Paris Agreement) yang sudah di tanda tangani oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, sesuai Paris Agreement, Indonesia sudah berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% tahun 2030. Kemudian dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN), bahwa tahun 2025, kita harus mencapai bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar minimal 23%.

Dalam kunjungan tersebut hadir para anggota DPR RI Komisi VII, Dirjen EBTKE dan Dirjen Gatrik KESDM, Direktur PLN Regional Bisnis Jawa Bagian Barat serta Dirut PT Geo Dipa Energi beserta jajarannya, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah dan Wakil Bupati Wonosobo.

Dari dialog dengan PT Geo Dipa Energi selaku operator dan pemilik PLTP Dieng didapatkan informasi bahwa saat ini mereka sedang menyiapkan proyek pengembangan untuk Unit II dan III yang akan dimulai konstruksi tahun 2020.

Proyek ini Masing masing berkapasitas 55 MW. Bank Pembangunan Asia (ADB) telah memberikan komitmen pinjaman USD 300 juta untuk membantu pendanaan proyek unit I dan II.

Cadangan panas bumi di Kawasan Dieng dapat menghasilkan listrik sebesar 400 MW. Kapasitas produksi listrik Unit I saat ini sedang dioptimasi dari 35 MW hingga 50 MW. Bahkan diusahakan bisa 50 hingga 60 MW. Produksi listrik nya langsung masuk ke transmisi sistem Jawa Madura Bali (Jamali).

Kendala yang dihadapi di PLTP unit Dieng antara lain kandungan pasir silika yang tinggi di dalam sumur panas bumi, sehingga mengganggu aliran panas bumi ke turbin.

Meski demikian, PT Geo Dipa Energi terus melakukan terobosan untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Selain mengoperasikan PLTP Unit Dieng, perusahaan BUMN ini juga menjadi operator dan pemilik PLTP Patuha di Jawa Barat.

PT Geo Dipa Energi adalah BUMN dibawah Kementerian Keuangan dengan prosentasi saham 96,7 milik Pemerintah cq Kementerian Keuangan dan 6,3 saham PT PLN (Persero). (RH)

HUKUM

Heboh! Video Panas Artis Banyuwangi Tersebar

Published

on

Banyuwangi – Moch. Zaeni selaku pengacara untuk artis Banyuwangi, Fitri Andarista sedang mendampingi kliennya dalam kasus video unggahan yang mengandung unsur melawan hukum (UU ITE).

Zaeni menjelaskan, awal kasusnya ini berawal ketika kliennya sedang melahirkan anak pertamanya pada tanggal 21 desember 2015. Disaat yang sama, diduga mantan suami kliennya sedang merekam langsung videonya.

“Yang menjadi permasalahan kami adalah, sang mantan suami mengunggah videonya tanpa izin ke media sosial (Youtube) pada tanggal 25 Januari 2019. Video yang berdurasi 40 menit tersebut yang diduga diunggah oleh berinisial HR yang sudah ditonton sebanyak kurang lebih 12 ribu orang,” ujarnya saat ditemui di Surabaya. Selasa, (05/2/2019).

Lanjut Zaeni, seminggu setelah video terunggah, dihapus oleh pengunggahnya pada tanggal 31 Januari 2019. Padahal, mereka sudah bercerai pada tanggal 27 Oktober 2016 silam. 

“Kasus ini dilaporkan oleh klien saya kepada kepolisian dan diterima pada tanggal 1 Februari 2019, saya mendampingi klien yang menjadi korban dalam kasus dugaan pelanggaran UU ITE. Dan diperiksa oleh penyidik Polres Banyuwangi selama 4 jam,” katanya.

“Pelaku bisa dijerat dengan pasal 27 Ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang bunyinya setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan juncto pasal 45  UU ITE yang berbunyi setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah),” tegas Zaeni.

Lebih kronologisnya, kata Zaeni, video tersebut direkam selama 40 menit dengan menggunakan kamera Go Pro. Video panas Artis Banyuwangi tersebut terlihat seluruh tubuhnya.

“Itulah mengapa, klien saya keberatan dengan video tersebut, dan meyakini tindakan itu melanggar hukum. Sehingga, dilaporkan ke kepolisian dan menyerahkan bukti VCD video panas klien saya yang diunggah di Youtube dengan pemilik akun berinisial HR yang sudah kami screenshoot. Serta menyerahkan fotokopi akte perceraian dengan mantan suaminya,” pungkasnya.

“Jadi dalam kasus ini, saya berpesan pada seluruh lapisan masyarakat agar berhati-hati dalam bersosial media,” tutur Pengacara yang lagi hits di Banyuwangi. (ari)

Continue Reading

NASIONAL

DPP KNPI & REPNAS Hadiri Pemutaran dan Diskusi Film Pendek KAMI

Published

on

Jakarta – Menjelang pemilihan umum 2019 sekelompok pemuda yang menamakan dirinya Kaukus Anak Muda Indonesia (KAMI) menggelar agenda pemutaran film dan diskusi Festival Film Pendek. Hari ini merupakan penghargaan nominasi pemenang ajang festival film pendek tersebut.

Acara festival film pendek ini dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Relawan Pengusaha Nasional (REPNAS), dan pemenang nominasi festival film pendek KAMI. acara ini diselenggarakan guna memerangi informasi hoax yang sudah mulai menyebar dikalangan masyarakat lewat kompetisi film pendek.

KAMI hadir untuk mewadahi para pemuda dalam mengimplementasikan konsep dan gagasan, untuk menangkal hoax yang telah menyebar di kalangan masyarakat.

“Dalam agenda festival ini, kumpulan film pendek karya peserta diharapkan menjadi stimulus bagi para kaum millenial untuk mengkonsumsi informasi-informasi yang benar adanya. Serta menjadi konsep counter dalam menangkal isu hoax,” tegas Abdul Rosyid Ketua Umum DPP KAMI. Kamis, (31/1/2019).

Pada zaman now yang diisi banyaknya kaum millennial, keterbukaan informasi serta kecepatan penyebarannya susah untuk dibendung. Oleh karenanya hadirnya festival film pendek ini menjadi energi positif bagi masyarakat agar mampu mendapatkan informasi yang baik lewat adanya film film yang dibuat oleh anak-nak seluruh daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ilham Akbar mengatakan bahwa saat ini adalah waktunya para pemuda untuk mengambil peran strategis di era millenial. Dari pihak REPNAS sangat mengapresiasi dan menyambut positif kegiatan ini.

“Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini, disamping karena kegiatan ini menjadi panggung penyaluran kreatifitas anak-anak muda, film-film pendek karya mereka yang difestivalkan ini juga dapat menjadi medium edukasi yang efektif dalam mengabarkan hal-hal positif serta menangkal meluasnya informasi-informasi negatif dan kabar-kabar hoax di publik kita hari-hari ini, pungkas Ilham.

“Kegiatan semacam ini perlu dibina dan disupport sehingga menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan,” imbuh Ilham Akbar yang merupakan perwakilan dari REPNAS.

Agenda tersebut dimenangkan oleh Tim yang membuat film dengan judul “Anti Hoax” dari sineas film Jakarta, Dana Desa Berdaya dari sineas film Kabupaten Grobogan, kartu Indonesia sehat, sehat terus Indonesia dari sineas film dari Bekasi. Film-film para nominator di putar pada akhir acara festival film pendek KAMI. (ari)

Continue Reading

TEKNOLOGI

Cipayung Surabaya Bahas Permenristekdikti Tentang Pembinaan Ideologi Bangsa

Published

on

Surabaya – Tepat pada tanggal 22 Januari 2019 merupakan ulang tahun Cipayung Ke 47 Tahun. Gerakan Cipayung digagas awal mulanya karena pemerintah orde baru dianggap sudah jauh dari cita cita kenegaraan. Komitmen awal pemerintah membangun semangat tata negara yang didasarkan atas kedaulatan rakyat dan demokrasi dirasa kian menyimpang. Maka, diadakanlah pertemuan pada tanggal 19-22 Januari 1972 di Desa Cipayung Jawa Barat. Pertemuan ini dihadiri oleh pimpinan pusat organisasi kemahasiswaan diantaranya HMI, GMNI, PMII, GMKI dan PMKRI yang kemudian menghasilkan 7 butir Indonesia yang kita cita-citakan. Tujuh butir itu ialah 

1. Bahwa Indonesia yang kita cita-citakan adalah Indonesia yang digambarkan dalam pembukaan UUD 1945 yaitu, masyarakat adil dan makmur, spiritual dan material berdasarkan Pancasila.

2. Bahwa Indonesia yang kita cita-citakan adalah Indonesia yang kuat bersatu, Indonesia yang cerdas dan modern, Indonesia yang demokratis dan adil, Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia dan wibawa hukum, Indonesia yang sehat dan makmur, Indonesia yang bebas dari ketakutan dan penindasan, Indonesia yang berperanan dalam pergaulan bangsa-bangsa di dunia, Indonesia yang layak bagi tempat dan kehidupan manusia selaku makhluk Tuhan.

3. Bahwa Indonesia yang kita cita-citakan hanya mungkin dicapai dari pembangunan ke pembangunan dengan bekerja keras, jujur, hemat, yang dilandasi semangat pioner melalui pengorbanan.

4. Indonesia yang kita cita-citakan hanya dapat dibangun atas pikiran dan tekad bersama, yang erat dan terarah dari generasi ke generasi bangsa Indonesia dengan tidak mengenal perbedaan agama, suku, daerah, umur, dan golongan, karena tekad pikiran yang demikian inilah yang mencetuskan Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi 1945 dan Orde Baru kita sekarang ini.

5. Dalam rangka membangun masa depan dalam Indonesia yang kita cita-citakan, maka pembentukan dan pembinaan generasi pembangunan selaku generasi penerus adalah mutlak. Kita bercita-cita membangun masa depan yang lebih baik dari masa kini dan masa kemarin, karena itu generasi pembangun memerlukan keberanian melihat dan menilai dasar-dasar pembangunan masa depan dan meninggalkan pola-pola lama, ikatan-ikatan lama, yang menghalangi usaha pembangunan masa depan yang baru. Generasi pembangun itu mempunyai ciri-ciri khas, yaitu bebas dan terbuka, positif, kritis, dinamis, jujur, berdedikasi, dan radikal. Ciri-ciri khas itu merupakan unsur dalam melihat masa depan, serta menilai masa kini dan masa lampau.

6. Generasi pembangun mutlak turut menentukan isi, bentuk, corak, dan watak dari Indonesia yang kita cita-citakan, dengan memberikan kemungkinan dan kesempatan untuk menyampaikan pikiran-pikiran, pendapat-pendapat dan tenaga melalui kebebasan yang bertanggung jawab, yang dijamin atas dasar hukum, dan untuk itu pembinaan generasi pembangun menjadi kewajiban bersama.

7. Generasi pembangun ini, akan mempunyai peranan bila dalam generasi pembangun itu sendiri ada inisiatif untuk mengubah dan mempersiapkan diri menerima dan memikul tanggung jawab masa depan dalam mencapai Indonesia yang kita cita-citakan itu. Inisiatif itu berbentuk usaha membuka diri dalam memahami pada artinya anugerah Tuhan untuk kita hidup di Indonesia, mempergunakan ilmu dan teknologi dalam memecahkan persoalan-persoalan masyarakat, menerima pikiran-pikiran yang beraneka ragam dari berbagai golongan generasi muda dalam masyarakat, dan kesediaan mempersiapkan diri mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

15B07AB9-7F3C-4A2B-BB71-44E95FE25169

Untuk mengingat sejarah tersebut, pimpinan cabang organisasi kemahasiswaan di tingkat  Surabaya menggagas konsolidasi yang mengatasnamakan Cipayung Surabaya. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2019 bertempat di Sekretariat HMI Cabang Surabaya Jalan Pucang Anom No.85A, Surabaya. Pertemuan ini dihadiri oleh 7 organisasi kemahasiswaan diantaranya HMI, PMII, GMNI, PMKRI, MKHDI, IMM, dan LMND. Pembahasan Pertemuan ini menitikberatkan pada implementasi Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa. 

Permen ini dipandang berpotensi sebagai perwujudan baru NKK/BKK pada era Orde Baru, sehingga perlu dijadikan topik utama pembahasan mengingat berkaitan langsung dengan eksistensi Cipayung di kampus-kampus. Salah satu indikasinya adalah dengan dilarangnya atribut Ormek (organisasi ekstra kampus) dipasang di kampus. Tetapi disisi lain juga memberikan angin segar bagi Ormek bahwa dengan diberlakukannya Permen tersebut menjadi dasar legalisasi Ormek di dalam kampus. 

Dari pertemuan ini menghasilkan beberapa catatan penting diantaranya adalah mendorong Rektor sebagai pimpinan kampus untuk menerbitkan peraturan rektor yang salah satu isinya adalah menegaskan legalisasi Ormek di kampus sesuai amanat permenristekdikti nomor 55 Tahun 2018. Meninjau kembali  teknis pembentukan dan pelaksanaan UKM Pembinaan Ideologi Bangsa dengan meminta penjelasan dari Kemenristek Dikti mengenai hal tersebut. 

Silaturrahmi Cipayung Surabaya, juga dijadikan momentum konsolidasi gerakan mahasiswa di Surabaya dalam penyikapan terhadap isu isu lokal yang ada di Kota Surabaya. Dengan hastag #GoyangSurabaya.

Oleh : Cipayung Surabaya

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending