Connect with us

RAGAM

Sekjen PKS: Semua Berduka atas Musibah Tenggelamnya KRI Nanggala-402 di Perairan Utara Bali

Published

on

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboe Bakar Alhabsyi turut berduka atas musibah tenggelamnya KRI Nanggala-402 di perairan Bali pada kedalaman 838 meter di bawah permukaan.

“Kami dari PKS turut berduka yang sangat mendalam atas musibah tenggelamnya KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali, yang menyebabkan gugurnya para patriot sejati, pahlawan laut kusuma bangsa, personel onboard KRI Nanggala-402,” kata Habib Aboe Bakar Alhabsyi, di Jakarta, Senin (26/4/2021).

Habib Aboe berharap, para penerus bangsa dapat melanjutkan semangat kecintaan para kru KRI Nanggala-402 yang telah gugur dalam tugasnya demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Semangat kecintaan dan kesetiaan para prajurit dalam menjalankan tugas harus menjadi inspirasi kita dan para pemuda penerus bangsa khususnya dalam menjaga dan merawat keutuhan NKRI,” ujar Habib Aboe.

Lebih jauh Habib Aboe mengungkapkan bahwa musibah tenggelamnya KRI Nanggala-402 adalah sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL). Karenanya, Habib Aboe mengimbau perlu adanya evaluasi di tubuh TNI-AL dan investigasi menyeluruh dari kejadian tenggelamnya KRI Nanggala-402.

“Ini adalah sebuah pelajaran yang sangat mahal, dan harus dilakukan sebuah investigasi yang menyeluruh dengan bukti-bukti yang ditemukan agar dapat diketahui dengan pasti apa penyebab sebenarnya KRI Nanggala-402 tenggelam,” pungkas Habib Aboe. (HBD)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RAGAM

Bamsoet Sampaikan Duka Cita Wafatnya Dr. Soritua Albert Ernst Nababan

Published

on

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan bela sungkawa dan  berduka cita atas wafatnya Ompu Dr. Soritua Albert Ernst (SAE) Nababan STH, pejuang kebinekaan dan Pancasila. Semasa hidupnya, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Dewan Gereja-Gereja Indonesia (DGI) pada 1967-1984, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) pada 1984-1987, serta Ephorus HKBP pada 1987-1998. 

“Beliau juga sering membela kepentingan Indonesia di dunia internasional, melalui lobi gereja-gereja. Sebagai tokoh gerakan oikoumene nasional dan internasional, SAE Nababan gigih memperjuangkan keadilan, sebagai tulang punggung perdamaian,” ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (9/5/21). 

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, kiprah SAE Nababan tidak bisa dilupakan, khususnya oleh umat Nasrani dan Batak. Ia termasuk salah satu tokoh yang membentuk karakter nasionalisme di kalangan Batak. 

“SAE Nababan termasuk inisiator yang mempertemukan tokoh dan kelompok reformasi, yang akhirnya melahirkan Deklarasi Ciganjur dan mengamanatkan agenda reformasi Indonesia. Berbagai sumbangsih pemikiran beliau bagi gereja dan masyarakat Indonesia terangkum dalam sejumlah khotbah dan tulisannya. Salah satunya dalam buku catatan perjalanan beliau bertajuk ‘Selagi Masih Siang’, yang telah terbit tahun lalu,” jelas Bamsoet. 

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, di tingkat internasional, SAE Nababan pernah menjabat Sekretaris Pemuda Dewan Gereja-Gereja Asia (1963-1967), Presiden Pemuda Dewan Gereja-gereja Asia (1990-1995), Wakil Ketua Komite Sentral Dewan Gereja-Gereja se-Dunia (1983-1998), Wakil Presiden Federasi Lutheran se-Dunia, dan anggota Komite Eksekutif Federasi Lutheran. Serta Ketua pertama Vereinte Evangelische Mission (United Evangelical Mission), sebuah lembaga misi internasional yang terdiri atas 34 gereja anggota yang tersebar di Afrika, Asia, dan Jerman. 

“Dalam Sidang Raya ke-9 Dewan Gereja-Gereja se-Dunia di Porto Alegre, Brasil pada tahun 2006, Nababan terpilih menjadi salah seorang Presiden dari lembaga persekutuan gereja-gereja sedunia itu yang beranggotakan gereja-gereja Protestan dan Ortodoks. Selamat jalan Ompu SAE Nababan. Kami selalu mengenang jasa-jasamu,” pungkas Bamsoet. (Dwi)

Continue Reading

RAGAM

Ketua KNPI DKI Roni Bara Pratama: Pengurus KNPI DKI Berjumlah 346 Orang

Published

on

JAKARTA – Kepengurusan DPD KNPI DKI Jakarta mencatat sejarah usai menggelar Musda Bersama pasca kesepakatan Kongres Bersama untuk menyatukan tiga DPP KNPI yang ada, kepemimpinan Noer Fajrieansyah, Abdul Azis dan Mustahuddin.

Pada Musda DPD KNPI DKI Jakarta yang digelar di GOR Sunter, Jakarta Utara, DKI Jakarta, 26-28 Maret lalu itu, menghasilkan pemimpin baru periode 2021-2024 yakni Roni Bara Pratama.

Sebulan lebih pasca Musda KNPI DKI Jakarta, Ketua Terpilih Roni Bara Pratama mengumpulkan para Wakil Ketua Bidang Kepengurusan KNPI DKI 2021-2024 jelang pelantikan di Balai Kota oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Persaingan dalam pemilihan calon ketua KNPI DKI Jakarta sudah usai, kini KNPI Jakarta periode 2021-2024 siap menyongsong masa depan lebih baik,” kata Roni usai kegiatan ramah tamah, Sabtu (8/5/2021) kemarin. 

Pada kesempatan itu hadir pula Akbar Supratman yang dipercaya sebagai Sekretaris DPD KNPI DKI Jakarta bersama Ahmad Wibi Wibawanto menjabat Bendahara DPD KNPI DKI Jakarta.

“Pada acara ini kami sengaja mengumpulkan Badan Pengurus Harian dan para wakil ketua untuk bertatap muka sekaligus mempersiapkan seragam untuk pelantikan di Balaikota nantinya,” ujar Roni.

Saat ditanya kapan jadwal pelantikan Pengurus KNPI DKI Jakarta. Ia menyampaikan, kepastiannya menunggu konfirmasi Gubernur Anies Baswedan.

“Kalau untuk jadwal pelantikan pengurus (KNPI DKI) kami masih menunggu petunjuk dari Gubernur DKI Jakarta,” terang Roni. 

Pada kesempatan itu, Roni mengungkapkan, Insya Allah kepengurusan DPD KNPI kali ini berjumlah 346 orang yang siap menjadi mitra strategis untuk menjalankan program di DKI Jakarta.

“Kami saling memperkenalkan diri di hadapan calon pengurus, sehingga nantinya akan menumbuhkan saling sapa dan saling kenal supaya bisa bersinergi untuk kebersamaan pemuda DKI Jakarta,” pungkasnya. (Ronny Al Fayed) 

Continue Reading

RAGAM

Ini Alasan Al Washliyah DKI Minta Muktamar Al Washliyah XII Ditunda

Published

on

Jakarta – Pengurus Wilayah Al Washliyah DKI Jakarta meminta kepada Panitia Penyelenggara Muktamar Al Washliyah XII, Pengurus Besar Al Washliyah, Dewan Fatwa dan Dewan Pertimbangan untuk menunda Pelaksanaan Muktamar XII yang seyogyanya dilaksanakan pada tanggal 18-21 Maret 2021.

Hal ini disampaikan Hendra Gunawan Thaher, S.Pd.I selaku Sekretaris PW Al Washliyah DKI Jakarta kepada Jurnaltoday, Jumat malam (12/3/21).

Pagelaran Muktamar bagi organisasi Al Washliyah merupakan momentum semangat perubahan bagi warga Al Washliyah. Makanya tidak heran banyak warga Al Washliyah yang berkorban jiwa, raga dan hartanya demi hadir di mement sejarah perhelatan Muktamar tersebut.

Hendra Thaher mengungkapkan beberapa alasan untuk memohon penundaan pelaksanaan Muktamar ini, sebab rasanya sangat dipaksakan, apalagi sampai detik ini pelaksanaan yang tinggal 5 hari lagi, namun kita belum menerima informasi lokasi tempat acara dilaksanakan.

Belum lagi persoalan izin pelaksanaan dari pihak terkait seperti Polri dan Gugus Tugas Covid-19 sampai saat ini belum kami terima informasinya apakah sudah keluar atau tidak.

“Yang jelas seharusnya sudah dilampirkan ketika surat edaran pemberitahuan pelaksanaan Muktamar XXII dilakukan,” ujar Hendra Thaher.

Kalaulah pelaksanaan Muktamar XXII dilaksanakan dengan hasil yang tidak maksimal, dan dilakukan secara virtual juga, maka menjadi pertanyaan mendasar kenapa panitia menunda-nunda pelaksanaan Muktamar XXII ini kalau “toch” pada akhirnya seperti ini, sehingga pengurus daerah khawatir maksud hati hendak ber Muktamarria tapi suasana malah seperti Rapimnas.

“Mungkin apa yang kami pikirkan sama bagi Wilayah-walayah yang ada di seluruh Indonesia. Seharusnya dilaksanakan sosialisasi terlebih dahulu secara maksimal, sehingga ketika pelaksanaan akan minim kendala di lapangan. Sebab pelaksanaan Muktamar melalui virtual baru pertama kali dilaksanakan,” ungkap Hendra pada wartawan, Sabtu (13/3/2021).

 “Kami memahami bahwa banyak kendala yang dihadapi, apalagi dengan situasi Covid-19 yang belum berakhir. Dan ungkapan terima kasih tentunya kami sampaikan kepada Panitia Penyelenggara yang telah bekerja keras. Oleh karenanya langkah memaksakan pelaksanaan Muktamar XXII dimaksud kami kira tidak akan menghasilkan keputusan Muktamar yang tidak akan maksimal,゛sambungnya. 

Mempertimbangkan segala sesuatu hal dimaksud, maka bagi PW Al Washliyah DKI Jakarta menunda pelaksanaan Muktamar XXII kali ini, merupakan langkah yang bijaksana. Ini jadikan langkah sosialisasi menuju pelaksanaan Muktamar yang akan datang lebih baik dan maksimal. (H3)

Continue Reading

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Kategori

Topik Terkini

Trending