Connect with us

INTERNASIONAL

Siswa SDN Mekarjaya 29 Depok Haus Kompetisi Matematika Internasional

Published

on

Depok – Pelajar SD sampai SMA turut menyemarakkan perhelatan babak semifinal  Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KNMR) se-Indonesia ke-14 hari minggu tanggal 24 Februari 2019. Sebelumnya diadakan babak penyisihan tanggal 25 November 2018. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Menurut Ketua Panitia penyelenggara, Muchammad Fachri KNMR merupakan event yang sangat dinantikan oleh peserta dari berbagai daerah. Hal ini disebabkan selain dapat memberikan pengalaman dalam mengerjakan soal matematika bernalar dan HOTS (Higher Order Thinking Skills), KMNR juga dapat diikuti semua kalangan pelajar mulai kelas 1 SD hingga 12 SMA.

“Sehingga antusias semakin menjalar hingga ke pelosok daerah,” ujarnya. Selasa, (05/3/2019).

“Peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun ini membuktikan bahwa KMNR sebagai salah satu kompetisi matematika yang semakin diminati siswa dan guru. Saat dibuka seluas-luasnya pada uji soal MNR, sekolah pun merasa terbantu dengan hadirnya KMNR guna mengetahui kemampuan matematika para pelajarnya,” tutur Fachri.

Salah satu peserta lomba Bintang Hatta Nazif, yang merupakan siswa SDN Mekarjaya 29 Depok mengatakan, agar lebih banyak lagi diselenggarakan kompetisi-kompetisi  matematika dan bidang lain yang berstandar internasional, agar para pelajar terbiasa dengan suasananya dan tipe soal soalnya.

Sebelum babak semifinal, telah dilaksanakan penyisihan pada hari minggu tanggal 25 November 2018 yang di ikuti peserta  dari daerah Provinsi Aceh (Kab. Aceh Besar), provinsi Sumatra Utara (Medan), provinsi Sumatra Barat (Padang), provinsi Riau (Pekanbaru), provinsi Jambi (Jambi), provinsi Sumatra Selatan (Palembang dan Prabumulih), provinsi Bengkulu (Kab. Seluma), provinsi lampung (Lampung).

Provinsi DKI Jakarta (Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan), provinsi Jawa Barat (Bogor, Depok, Bekasi, Banjar, Bandung, Cirebon, Subang, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Cikarang dan Sukabumi), provinsi Banten (Kota Serang, Kab. Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang, Tangerang).

Provinsi Jawa Tengah (Solo, Sleman, Pacitan, Wonosari, Magelang, Purwokerto, Sragen, Boyolali, Purwodadi, Kutoharjo, Kebumen, Wonosobo, Semarang, Kudus dan Jepara), D.I Yogyakarta (Yogyakarta).

Provinsi Jawa Timur (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Malang, Pasuruan, Blitar, Kediri, Tulungagung, Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Situbondo, Probolinggo, Banyuwangi, Jember, Lumajang dan Sampang).

Provinsi Bali (Denpasar), provinsi NTB (Kota Bima dan Mataram), provinsi Kalimantan Barat (Kab. Landak dan Pontianak), provinsi Kalimantan Timur (Samarinda dan Balikpapan), provinsi Sulawesi Barat (Kab. Majene), provinsi Sulawesi Tengah (Palu), provinsi Selatan (Makassar) dan provinsi Papua (Timika). (ari)

INTERNASIONAL

Deskriminasi dan Islamophobia

Published

on

Yogyakarta – Brenton Tarrant, seorang nasionalis sayap kanan Selandia Baru, melakukan penembakan brutal di Masjid Christchurch, Selandia Baru pada hari Jum’at (15/3) menjadi hari berkabung untuk umat Islam di seluruh dunia. Sehingga menodai kesucian umat Islam.

Penembakan brutal di Selandia Baru menelan setidaknya 50 korban jiwa, 3 diantaranya adalah WNI dan satu meninggal dunia. Setidaknya ada dua pemicu utama konflik ini yaitu deskriminasi dan islamophobia.

Selandia Baru menjadi tempat tujuan utama umat Islam dari Timur Tengah untuk memulai hidup baru. Tak heran apabila kedatangannya tidak disambut dengan baik dengan status imigran bahkan pencari suaka. 

Baru-baru ini memang pemerintah Selandia Baru membuat kebijakan tentang bolehnya Muslim “fanatik” untuk berimigrasi ke Selandia Baru. 

Dalam pidato kontroversinya, Senator Fraser Anning mengatakan bahwa, penyebab utama penembakan memang karena banyaknya Muslim yang banyak dicap sebagai teroris, tersangka kejahatan yang mengatasnamakan Islam. 

Tak hanya itu saja, Muslim di Selandia Baru mendapat kecaman-kecaman dari masyarakat lokal di kehidupan sehari-hari.

Islamophobia kemudian datang karena masyarakat asli Selandia Baru menganggap Muslim dan Islam sebagai ancaman yang serius. 

Analoginya, apabila seseorang merasa terancam maka mereka akan melindungi diri sebaik mungkin termasuk didalamnya menyakiti sumber ancaman. 

Tindakan penembakan ini kemudian dijustifikasi atas dasar ketakutan pertumbuhan Muslim “fanatik” yang semakin pesat untuk melindungi diri dari hal yang dianggap berbahaya oleh masyarakat Selandia Baru – Muslim dan Islam.

Oleh : Lintang Aldila P. (Mahasiswa FISIP Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

 

Continue Reading

INTERNASIONAL

Seknas Jokowi Nyatakan Sikap Atas Tuduhan Habib Rizieq dari Tanah Suci Mekkah

Published

on

Jakarta – Sangat kita sesalkan beberapa waktu yang lalu Menlu datang ke Saudi Arabia, kemudian melakukan pertemuan baik di KBRI maupun di KJRI selanjutnya Menlu tanpa malu-malu, tanpa sungkan-sungkan, secara terang-terangan mengajak para staf dan seluruh pekerja yang ada di KBRI maupun KJRI agar bekerja keras memenangkan paslon 01, yaitu Jokowi. Hal ini disampaikan oleh Habib Muhammad Rizieq Shihab bin Hussein Shihab.

“Ini sangat kita sesalkan karena apa yang disampaikan oleh Menlu tersebut bernada ancaman dan itu sangat merisaukan seluruh staf maupun para pekerja dan pegawai yang ada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI),” ujar Rizieq dalam video yang ditayangkan Front TV yang beredar luas di warganet. 

Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) melalui Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel telah membantah pernyataan Habib Rizieq tersebut bahkan dengan tegas menyebut bahwa pernyataan itu adakah tuduhan yang serius dan sistematis namun tanpa dasar yang mengarah pada fitnah terhadap perwakilan Pemerintah RI di negara Saudi Arabia. 

Atas tuduhan itu, kata Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (Sekjend DPN) Seknas Jokowi, Dedy Mawardi, ini mengarah pada fitnah yang dilakukan oleh seorang warga negara RI bernama Habib Rizieq terhadap Pemerintahnya sendiri. Dan yang bersangkutan tinggal sementara di Saudi Arabi.

“Ini merupakan tindakan yang tidak etis, tidak terpuji bahkan mungkin saja melanggar hukum. Apalagi kita ketahui Pemerintah Arab Saudi melarang keras warga asing melakukan tindakan makar kepada pemerintah sendiri dari Kota Suci Mekkah Saudi Arabia, ucapnya melalui keterangan tertulisnya yang dikirim ke media ini. Senin, (01/4/2019).

Untuk itu, Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi Komunitas Warga Indonesia (Seknas Jokowi) menyatakan: 

  • Mengutuk keras tindakan fitnah dan penyerangan terhadap Pemerintah Indonesia di negara Arab Saudi yang dilakukan oleh Habib Rizieq;
  • Menuntut kepada Kementerian Luar Negeri RI untuk mengeluarkan Nota Protes kepada Pemerintah Arab Saudi atas insiden fitnah kepada Pemerintah RI;
  • Menuntut kepada Pemerintah Arab Saudi untuk melakukan investigasi serta mengambil tindakan hukum yang berlaku terhadap pelaku insiden fitnah tersebut. (ari)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Asah Kemampuan dan Pengalaman Soal-soal Matematika Berstandar Internasional

Published

on

Depok – Babak Final International Mathematics Assessments for scholl (IMAS) 2019 akan diadakan kembali pada tanggal 28 April 2019 dan akan diikuti pelajar kelas 3 SD sampai kelas 8 SMP Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Denpasar, Pontianak, Makassar dan Balikpapan yang mengikuti ajang kompetisi ini.

IMAS merupakan salah satu event kompetisi Internasional yang di gelar di Indonesia, yang tahun 2019 ini adalah gelaran yang ke enam. Dalam babak final ini akan memperebutkan medali emas, perak dan medali perunggu. Ajang ini diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan Mipa (KPM) Bogor.

“Motivasi mengikuti lomba ini adalah untuk mengasah kemampuannya dan mendapatkan pengalaman dalam mengerjakan soal-soal matematika berstandar internasional,” ucap Raiyan Dafi Nazif salah satu peserta yang akan mengikuti babak final IMAS. Selasa, (31/3/2019).

Raiyan Dafi Nazif merupakan salah satu peserta yang merupakan siswa SDN Mekarjaya 1 Depok.

Pelajar SD yang baru saja mendapatkan beasiswa dari SMP Lazuardi Alfalah Global Islamic School (GIS) Depok ini menambahkan, agar lebih banyak lagi diselenggarakan kompetisi-kompetisi matematika dan bidang lain yang berstandar internasional. (ari)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending