Connect with us

NASIONAL

Sosialisasi Virtual Empat Pilar MPR-HMI, Bamsoet: Kegotong Royongan Pancasila Mampu Cegah Indonesia Seperti Amerika, Brazil dan India

Published

on

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersyukur di tengah berbagai tantangan yang menerpa demokrasi akibat pandemi Covid-19, tingkat kepercayaan publik terhadap MPR RI terbilang masih tinggi. Bisa dilihat dari temuan survei nasional dari Lembaga Survei Indikator pada 16-18 Mei 2020 tentang Evaluasi Publik terhadap Penanganan Covid-19, Kinerja Ekonomi dan Implikasi Politiknya. TNI berada diurutan pertama 85,5 persen, kedua Presiden 82,8 persen dan ketiga Polri 79,4 persen.

“Tingkat kepecayaan publik terhadap TNI, Presiden dan Polri yang masih tinggi itulah yang menjelaskan kepada kita, mengapa Indonesia tetap teduh dan kondusif secara politik. Tidak seperti yang terjadi di beberapa negara dalam menghadapi pandemi covid-19 antara lain Brazil, India dan Amerika Serikat? Karena kita punya nilai-nilai kegotong-royongan yang terkandung dalam Pancasila,” ujar Bamsoet.

Seperti diketahui, hasil survei itu juga mengungkap terdapat perbedaan yang cukup tajam antara kepuasaan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dengan kinerja pemerintah secara umum. Kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo masih tinggi yakni di angka 66,6%. Sementara kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah hanya 56,4%.

“Ada gap kepuasaan publik terhadap presiden dengan para pembantunya. Penyebab besarnya gap tersebut bisa jadi lantaran rakyat menilai para pembantu presiden kalah cepat dalam bertindak, dibanding presiden yang kerap kali turun ke bawah blusukan langsung ke rakyat,” ujar Bamsoet mengutip hasil lembaga survei Indikator pimpinan Burhanudin Muhtadi.

Temuan hasil survei tersebut tambah Bamsoet, hanyalah potret sesaat, bukan hasil akhir. Karenanya MPR RI berharap seluruh anggota Kabinet Indonesia maju perlu menyamakan langkah dalam mewujudkan visi dan misi presiden untuk memberikan kesejahteraan pada rakyat. Masih banyak tantangan dan pekerjaan rumah kita sebagai bangsa. Tidak hanya pemeritah. Tapi juga MPR yang perlu ditingkatkan. Salah satunya memasifkan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI secara virtual sebagai jalan keluar atas pandemi Covid-19 yang masih menyelimuti bangsa kita,” ujar Bamsoet saat mengisi Sosialisasi Empat Pilar Empat Pilar MPR RI secara virtual kepada kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dari Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Kamis (11/6/20).

Turut hadir Wakil Sekjen PB HMI Aidil Pananrang dan Ketua Bidang Infokom PB HMI Firman Kurniawan. Sedangkan PJ Ketua Umum PB HMI Arya Kharisma Hardi hadir secara dari Lampung dan ratusan kader HMI lainnya mengikuti secara virtual dari daerah masing-masing.

Bamsoet yang semasa kuliah merupakan aktifis HMI dan kini menjabat Dewan Pakar KAHMI ini mengungkapkan, sejak awal lahir dari alam Yunani kuno, demokrasi selalu dihadapkan para besarnya kekuatan oligarki yang tak senang melihat rakyat turut serta mengawasi jalannya pemerintahan. Kini, demokrasi juga dihadapkan pada tantangan baru berupa bencana non alam, seperti pandemi Covid-19 yang mengganggu tatanan kehidupan sosial.

“Lembaga Internasional untuk Demokrasi dan Pendampingan Pemilu (International IDEA) mencatat hingga April 2020, akibat pandemi Covid-19 sebanyak 47 negara, termasuk Indonesia, terpaksa menunda tahapan pemilihan umum. Misalnya, Inggris Raya menunda pemilihan lokal yang seharusnya dilakukan pada Mei 2020, Italia menunda referendum pengurangan anggota parlemen 29 Maret 2020, Bolivia menunda pemilihan presiden 3 Mei 2020, serta Indonesia menunda pemilihan walikota/bupati 23 September 2020,” papar Bamsoet.

Mantan Ketua DPR RI ini menilai, pandemi Covid-19 telah menjadi momen penting bagi setiap negara bangsa mencari solusi efektif meningkatkan demokrasi disaat situasi sosial tidak berlangsung normal. Karena tak menutup kemungkinan setelah pandemi Covid-19 selesai, di masa depan bisa jadi akan datang pandemi lainnya.

“Masa depan demokrasi Indonesia berada di tangan 64,19 juta jiwa kaum mudanya. Karena itulah, kaum muda tak boleh antipati terhadap politik. Kehidupan politiklah yang akhirnya paling menentukan mau dibawa kemana arah bangsa dan negara. Semakin kuat atau justru semakin hancur berantakan kondisi bangsa, ditentukan kualitas kaum mudanya,” tandas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, atas dasar itulah MPR RI sejak tahun 2014 menjalankan fungsi sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada berbagai kalangan, utamanya kaum muda. Agar benang merah perjalanan dan nilai luhur budaya bangsa tak terputus di tengah jalan. Sekaligus sebagai bekal bagi generasi muda agar jika kelak menerima tongkat estafet kepemimpinan nasional, mereka bisa menjaga demokrasi, serta menjaga masa depan dan kedaulatan Indonesia.

“Demokrasi Indonesia, sebagaimana diwariskan para pendiri bangsa seperti Bung Karno dan Bung Hatta, bukanlah demokrasi liberal ala Barat yang hanya menguntungkan kaum borjuis sehingga menjadi tempat tumbuhnya kapitalisme. Demokrasi Indonesia adalah demokrasi Pancasila yang berpusat pada Gotong Royong dan bertumpu pada keadilan sosial. Serta memberikan kesempatan kepada siapapun terlibat dalam pemerintahan, memberikan kepada siapapun untuk makmur bersama,” pungkas Bamsoet. (dwi)

NASIONAL

Pengamat Nilai Zainudin Amali Berhasil Kembalikan Citra Kemenpora

Published

on

JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Menpora RI Zainudin Amali menerima Penyerahan langsung Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kemenpora RI Tahun 2019 di Auditorium Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7).

Terkait hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengapresiasi kinerja Menpora. Bagi Ujang, capaian WTP Kemenpora kali ini sangat luar biasa, karena sudah 10 tahun terakhir belum pernah didapatkan.

Ujang menilai, pencapaian ini membuktikan bahwa Zainudin Amali sebagai Menpora mampu membawa Kemenpora ke arah yang lebih baik.

“WTP ini mengembalikan citra Kemenpora sekaligus membantah yang selama ini dikesankan sebagai sarang tikus,” kata Ujang di Jakarta.

Menurut Ujang, capaian ini tidaklah didapatkan dengan mudah, butuh kerja keras dan kemampuan melakukan reformasi birokrasi yang mumpuni.

“Kemampuan itulah yang menurut saya ditunjukkan oleh Menpora hari ini,” ujar dia.

Ujang pun berharap agar kerja keras dan prestasi tersebut mampu di pertahankan oleh Menpora Zainudin Amali.

“Semoga pencapaian ini bisa dipertahankan minimal selama periode kepemimpinan Pak Menpora Zainudin Amali ini,” harapnya.

Seperti diketahui, Kemenpora terakhir kali mendapatkan opini WTP pada tahun 2009, selanjutnya berturut-turut Kemenpora hanya menerima opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), ditambah lagi tahun 2005 dan 2016 mengalami keterpurukan dengan menyandang opini Tidak Menyatakan Pendapat (TMP) atau Disclaimer.

Continue Reading

NASIONAL

Nge-Vlog Bareng Irfan Hakim, Bamsoet Sosialisasikan Empat Pilar MPR

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo nge-vlog bareng selebritis sekaligus pecinta hewan, Irfan Hakim, yang memiliki subscribers youtube 4,9 juta. Ini adalah kolaborasi ke-4 dirinya bersama selebritis dalam mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada kawula muda melalui konten youtube Bamsoet Channel. Sebelumnya, Bamsoet sudah berkolaborasi dengan Raffi Ahmad,  Jessica Iskandar (Jedar), dan Baim Wong.

“Kolaborasi bersama selebritis yang sudah memiliki banyak subscriber adalah cara terbaru dalam mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI. Melalui video di youtube, subscriber selebritis dengan jumlah jutaan bisa turut menyaksikan konten tentang Empat Pilar MPR RI. Kolaborasi ini sekaligus menunjukan kepedulian para selebritis terhadap kondisi bangsa dan negara. Dibalik kehidupan mereka yang disorot lampu popularitas dan dunia glamor keartisan, mereka masih mau menyiapkan waktu membuat konten Empat Pilar MPR RI dengan pesan persatuan untuk seluruh anak bangsa,” ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (12/7/20).

Mantan Ketua DPR RI ini menjelaskan, melalui konten Youtube, dirinya tak perlu mengumpulkan banyak orang di sebuah ruangan untuk memberikan edukasi tentang Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Sosialisasi Empat Pilar MPR RI melalui youtube termasuk yang efektif, sekaligus bisa menjangkau siapapun dari tempat manapun.

“Memahami Empat Pilar MPR RI tak lagi dengan suasana yang serius seperti seminar ataupun simposium. Cukup klik video konten di Bamsoet Channel, nonton sambil rebahan pun jadi. Kontennya dibuat menarik dan beragam. Misalnya dengan Raffi Ahmad sambil membahas mobil listrik, dengan Jessica Iskandar sambil adu gombal, dengan Baim Wong sambil ngobrol santai, dengan Irfan Hakim sambil merawat hewan peliharaan,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengungkapkan, MPR RI memahami tak semua segmen masyarakat bisa menyukai seminar atau simposium. Tak semuanya juga suka Youtube. Karena itu, berbagai media dimasuki. Dari mulai seminar, simposium, media sosial seperti youtube, pagelaran lomba, nongkrong bareng komunitas, hingga melalui pendekatan seni dan budaya.

“Apapun medianya, terpenting pesannya sampai. Bahwa Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika adalah kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya. Patut dijaga dan diamalkan oleh seluruh anak bangsa,” pungkas Bamsoet. (Dwi)

Continue Reading

NASIONAL

Zainut Tauhid Hadiri Penutupan Rapat Kerja Tim Penanggulangan Bencana MUI

Published

on

By

JAKARTA – Wakil Menteri Agama RI yang juga Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi ikut menghadiri acara Penutupan Rapat Kerja (raker) Tim Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta, pada Sabtu malam, 11 Juli 2020.

Di mana dalam Raker Tim Penanggulangan Bencana MUI dilaksanakan sejak pagi hari Jumat, 10 Juli 2020, dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, dan diikuti oleh anggota Tim Penanggulangan Bencana MUI yang juga pengurus MUI Pusat, yang terselenggara atas kerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Raker selama dua hari tersebut membahas arah kebijakan MUI dalam penanggulangan bencana, kajian penanggulangan bencana dalam pandangan Islam; hingga aspek bencana sosial seperti narkoba. Juga isu-isu aktual mencakup laporan Satgas Covid-19 MUI, dan kajian mutakhir berkenaan Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) selama Pandemi, dengan pemateri atau nara sumber dari internal MUI maupun dari BNPB.

Dalam arahannya sebelum menutup raker, Zainut Tauhid menyampaikan bahwa semua materi yang dikaji diharapkan bisa memperkaya perspektif terhadap bencana.

Juga untuk memberikan kedalaman, agar tim kerja dapat merumuskan strategi penanggulangan bencana, dalam aspek pendidikan dan latihan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat, instrumen fatwa yang dibutuhkan, dan juga rumusan strategi diseminasi gagasan penanganan bencana, kata Zainut, Ahad (12/6/2020).

Raker itu kata Zainut, ikhtiar ulama berkontribusi memberikan solusi terhadap risiko bencana yang kerap menghampiri bangsa Indonesia. Raker menjadi momentum untuk mengidentifikasi setiap isu, potensi darurat bencana, risiko, dan peluang yang ada terkait bencana di Indonesia. Tujuannya mulia karena merupakan bagian dari upaya memelihara jiwa manusia sebagai salah satu tujuan agama.

Zainut Tauhid mengingatkan bahwa waktu dan kematian adalah hal yang pasti. Dan Islam mengajarkan umatnya agar menghargai waktu sebaik-baiknya, berencana mempersiapkan diri sebelum suatu kesulitan terjadi, termasuk kesulitan akibat bencana.

Zainut Tauhid menambahkan bahwa manusia diberi kesempatan dan daya untuk memperjuangkan nasibnya, agar terhindar dari suatu musibah, atau paling tidak meminimalisir dampak dari suatu musibah.
Meskipun akhirnya tetap Allah yang menentukan.

Zainut Tauhid mengucapkan terima kasih atas dukungan BNPB yang membuat acara raker Tim Penanggulangan Bencana MUI dapat terselenggara dengan sukses. juga mengharapkan agar rapat ditindaklanjuti dengan kolaborasi selanjutnya.

Peran ulama di Indonesia masih sangat penting, termasuk dalam strategi mitigasi dampak bencana. Hal ini karena pengaruh Ulama yang mampu mensyiar dan berdakwah dengan lembut, sehingga dapat memberikan pemahaman pada umat mengenai mitigasi dampak bencana bila terjadi, pungkas Zainut Tauhid sebelum menutup kegiatan secara resmi.

Penutupan juga dihadiri oleh Ketua MUI, KH Sodikun, Wasekjen MUI Rofiqul Umam, Wasekjen MUI Nadjamuddin Ramly, Zaitun Rasmin Ketua Satgas Covid -19 MUI dan pengurus dewan pimpinan MUI lainnya. (HM3)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending