Connect with us

NASIONAL

Spanduk Idul Fitri 1441 Hijriah Formatur PB HMI Ahmad Latupono Bertebaran di Jakarta

Published

on

Jakarta – Spanduk ucapan lebaran Idul Fitri 1441 H/ 2020 M Formatur Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Periode 2020-2022 Ahmad Latupono beredar di Jakarta. Spanduk tersebut terpasang di jalan-jalan protokol ibu kota Indonesia.

“Kami ucapkan selamat merayakan Idul Fitri 1441 H. Semoga kita menjadi suci dan diampuni segala dosa yang terdahulu,” ujar Ahmad Latupono di Jakarta, Selasa (19/5).

Ahmad Latupono berharap kepada kader HMI agar tetap menjalankan ibadah meski saat ini negara masih dilanda Covid-19. Selain itu, katanya, tetap mengacu pada Fatwa MUI dan peraturan pemerintah dalam menjalani ibadah.

“Kita doakan semoga Corona ini cepat berakhir dan bisa melakukan perkaderan HMI serta melaksanakan tanggung jawab perjuangan sebagai kader umat dan bangsa,” pintanya.

Ahmad Latupono menghimbau kepada umat Islam Indonesia agar tetap sabar dan tabah menghadapi Corona. Kemudian, ucapnya, kita bantu dan taati peraturan pemerintah selama pandemi Covid-19.

“Pemerintah bersama masyarakat telah ikhtiar. Selanjutnya mari kita bermunajat kepada Allah untuk meminta pertolongannya,” pungkasnya.

Reporter: Zubair

NASIONAL

Sebut Bipang Babi Bisa Dipesat Umat Muslim, Kiai Maman Minta Presiden Evaluasi Tim Komunikasi Istana

Published

on

By

Jakarta. “Fitri itu kembali suci. Bipang itu babi. Masa Idul Fitri pesan online Goreng Babi”, cuit KH. Maman Imanulhaq mengkritisi pidato Presiden Jokowi.

“Saya sangat menyayangkan statemen Jokowi yang menyebut Bipang Ambawang sebagai salah satu kuliner yang perlu dipesan lewat online saat Lebaran yang saat ini tidak boleh mudik”, ujar Mantan Direktur TKN Jokowi Amin ini.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini mengaku terkejut bagaimana mungkin dalam konteks ucapan lebaran, himbauan jangan mudik dan oleh-oleh khas lebaran sangat tidak etis Presiden malah menyebutkan makanan yang haram dikonsumsi umat Islam.

BIPANG Ambawang, adalah goreng babi yang terkenal lezat. Tapi apapun jenis kulinernya, yang berbahan bahkan ada unsur babinya itu adalah haram. Tidak boleh dikonsumsi. Tidak boleh dipakai.

Kiai Maman meminta Presiden mengevaluasi Tim komunikasi. Hal yang sensitif seperti ini jangan sampai merusak reputasi Presiden.

“Pembuat brief dan teks dalam pidato Presiden adalah pihak yang paling bertanggung jawab”, tegas tokoh Muda NU ini. (MM) 

Continue Reading

NASIONAL

Bamsoet Ingatkan Penurunan Kualitas Demokrasi Indonesia

Published

on

By

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan, penerapan Demokrasi Pancasila yang dibangun dari akar tradisi dan nilai luhur bangsa Indonesia berdasarkan kekeluargaan dan gotong royong, belum sepenuhnya terealisasi. Terlihat Indeks Demokrasi Indonesia, yang selama kurun waktu antara tahun 2009 hingga 2020 telah mengalami penurunan 4 kali pada periode tahun 2010, tahun 2012, tahun 2015, dan tahun 2016. 

“Laporan Indeks Demokrasi 2020 oleh The Economist Intelligence Unit (EIU) juga mencatat turunnya Indeks Demokrasi di Indonesia, dari skor 6.48 di tahun 2019 menjadi 6.3 di tahun 2020. Menempatkan Indonesia di peringkat ke-64 dari 167 negara dunia. Skor 6.3 merupakan angka terendah yang diperoleh Indonesia dalam kurun waktu 14 tahun terakhir. Bahkan di kawasan Asia Tenggara, indeks demokrasi Indonesia berada di peringkat keempat, di bawah Malaysia, Timor Leste, dan Filipina,” ujar Bamsoet dalam acara Focus Group Discussion (FGD) ‘Masa Depan Demokrasi Pancasila, Urgensi Revisi UU ITE’, di Komplek Majelis, Jakarta, Kamis (6/5/21). 

FGD yang diselenggarakan MPR RI bersama Brain Society Center (BS Center) ini turut mengundang sejumlah tokoh sebagai narasumber, antara lain Anggota DPD RI Prof. Jimly Ashiddiqie, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Slamet Uliandi, serta Dewan Pakar BS Center Dr. Alfan Alfian. Hadir juga para pembahas lainnya, antara lain Sekjen Partai Persatuan Pembangunan Arwani Thomafi, Anggota Komisi I DPR RI Farah Puteri Nahlia, Direktur LP3ES Dr. Fajar Nursahid, dan Ketua Umum PB HMI Reihan Ariatama. 

Anggota DPD RI Prof. Jimly Ashiddiqie memaparkan, kemunduran demokrasi tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di negara lainnya. Gejalanya dipengaruhi berbagai faktor. Antara lain kekuatan China yang mendorong kebijakan mengutamakan ekonomi daripada demokrasi, munculnya gejala kekerasan keagamaan, rasisme, dan diskriminasi politik berdasarkan SARA, berkembangnya praktik perpanjangan masa jabatan pemerintahan maupun praktik demokrasi tanpa pergantian kekuasaan serta adanya praktik benturan kepentingan antara bisnis dan politik. 

“Ditambah menguatnya gejala deinstitusionalisasi politik yang tidak sejalan dengan upaya pembangunan Demokrasi Pancasila. Terlihat dari maraknya buzzer, hingga aktivitas pejabat publik di media sosial yang justru tidak bisa membedakan mana ranah privat dan ranah jabatan. Sehingga melahirkan komunikasi publik yang justru tidak membantu proses pelembagaan sistem demokrasi yang berkualitas dan berintegritas,” papar Jimly.

Dr. Alfan Alfian juga menyoroti pelaksanaan kebebasan berpendapat yang mengalami berbagai kendala, sehingga menyebabkan penurunan kualitas demokrasi Indonesia. Tidak heran jika publik ramai menyuarakan revisi UU ITE. 

“Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara kampiun demokrasi, menjadi contoh bagi berbagai negara dunia lainnya. Kita masih lebih baik dibanding Amerika Serikat yang masih sibuk menghadapi politik identitas. Sebagai negara yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan golongan, kita juga sukses memadukan demokrasi dengan kemajemukan,” papar Alfan Alfian. 

Para narasumber juga menyoroti hasil riset Microsoft dalam Digital Civility Index 2021, yang mengindikasikan tingkat kesopanan warganet Indonesia kian rendah. Berada di peringkat ke-29 dari 32 negara. Faktor yang memperburuk adalah berita bohong (hoax) dan penipuan di internet (47 persen), ujaran kebencian (27 persen), serta diskriminasi (13 persen). 

“Laporan Digital Report 2021 dari Hootsuite dan We Are Social memperkirakan pengguna internet di Indonesia pada awal tahun 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Jika tidak diikuti dengan etika yang baik dan bijak dalam bermedia sosial, semakin menambah buram potret Demokrasi Pancasila. Karenanya, jangan sampai ada lagi interaksi di media sosial berujung pada saling lapor ke Polisi dengan memanfaatkan pasal-pasal karet yang ada di UU ITE,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Continue Reading

NASIONAL

PKS Minta Prabowo Benahi SDM Pertahanan RI

Published

on

By

JAKARTA – Presiden PKS Ahmad Syaikhu berserta Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi menggelar kunjungan politik yang disebut silaturahmi kebangsaan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pada pertemuan itu Prabowo mengaku momentum tersebut menjadi ajang nostalgia dengan para elit PKS seperti masa Pilkada DKI dan Pilpres 2019 lalu.

Pada kesempatan yang sama, Habib Aboe mengaku silaturahim kebangsaan PKS bersama Gerindra itu membahas banyak hal. Di antaranya membahas atau mendiskusikan bebagai persoalan bangsa.

“Pada kesempatan itu, kami dari PKS menyampaikan duka mendalam atas musibah Kapal Selam Nanggala 402 kepada Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan,” kata Habib Aboe pada Wartawan Lintas Parlemen, Selasa (4/5/2021) kemarin.

Dalam kesempatan itu juga,  PKS meminta dilakukan peremajaan alutsista agar pertahanan semakin kuat. Mengingat pemerajaan alutsista untuk mencegah terjadinya kejadian serupa Kapal Selam Nanggala 402.

“Selain itu, kami PKS juga mendorong adanya peningkatan kesejahteraan TNI, sehingga SDM pertahanan kita akan semakin baik,” ujar Habib Aboe yang saat ini menjabat Ketua MKD DPR ini.

Tak hanya itu, persoalan sparatisme dan terorisme juga menjadi pokok bahasan yang diperbincangkan dalam pertemuan elit partai tersebut.

“PKS memberikan dukungan penuh dalam upaya penanganan sparatisme dan terorisme yang ada di Indonesia,” terangnya.

“PKS juga sangat prihatin adanya Islamophobia. Oleh karenanya PKS menolak segala tindakan yang menstigma Islam dan umat islam dengan radikalisme dan terorisme,” pungkas Anggota Komisi III DPR RI ini. (gk) 

Continue Reading

Kategori

Topik Terkini

Trending