Connect with us

NASIONAL

Strategi Pencegahan Perkawinan Anak Dirumuskan

Published

on

Jakarta – Indonesia menduduki peringkat ke 7 di dunia dan ke 2 di ASEAN dengan angka perkawinan anak tertinggi. Selain memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), perkawinan anak juga memengaruhi Indeks Kedalaman Kemiskinan. Dalam upaya menekan angka perkawinan anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama The United Nations Population Fund (UNFPA) mengadakan workshop “Rumusan Strategi Model Pencegahan Perkawinan Anak di Daerah” yang menghadirkan praktik – praktik terbaik dari beberapa daerah terkait upaya perkawinan anak. Sehingga nantinya daerah-daerah lain di Indonesia dapat mengadopsi upaya pencegahan perkawinan anak.

“Siapapun calon pengantinnya, baik salah satu, maupun kedua mempelai yang masih berusia anak, merupakan bentuk pelanggaran hak anak. Pelanggaran hak anak juga merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Perkawinan anak, selain mengancam kegagalan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), juga memiliki korelasi yang postif dengan Indeks Kedalaman Kemiskinan. Dari segi pendidikan, pasti banyak anak yang putus sekolah karena sebagian besar anak yang menikah dibawah usia 18 tahun tidak melanjutkan sekolahnya. Perkawinan anak juga berdampak pada kesehatan ibu dan anak. Jika usia anak telah mengalami kehamilan, maka mempunyai resiko kesehatan yang lebih besar terhadap angka kematian ibu dan anak dibandingkan orang dewasa karena kondisi rahimnya rentan. Sementara, dampak ekonominya adalah munculnya pekerja anak. Anak tersebut harus bekerja untuk menafkahi keluarganya, maka ia harus bekerja dengan ijazah, keterampilan, dan kemampuan yang rendah, sehingga mereka akan mendapatkan upah yang rendah juga,” pungkas Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA, Lenny Rosalin. Jumat, (16/11).

Peneliti sekaligus dosen Universitas Paramadina, Suraya mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinan anak, antara lain ekonomi keluarga, utang keluarga yang dibebankan pada anak perempuan yang dianggap sebagai aset, pendidikan rendah, pendapatan rendah, interpretasi agama dan keluarga, serta stereotip pada anak perempuan. Fenomena lainnya yang menyebabkan tingginya angka perkawinan anak adalah tingginya tingkat kehamilan di kalangan perempuan muda.

Berbagai upaya dan strategi perubahan telah dilakukan Kemen PPPA sejak 2010. Salah satu strategi yang dilakukan oleh Kemen PPPA bersama The United Nations Population Fund (UNFPA) adalah melakukan pendokumentasian praktik terbaik terkait pencegahan perkawinan anak di 5 kabupaten di Indonesia, yakni Rembang, Gunung Kidul, Lombok Utara, Maros, dan Pamekasan. Kelima kabupaten tersebut terpilih karena berbagai alasan, diantaranya mampu menekan masalah perkawinanan anak, memiliki angka perkawinan anak yang rendah dan praktik terbaik dalam upaya pencegahan perkawinan anak.

Hasil pendokumentasian memperlihatkan bahwa kelima kabupaten tersebut memiliki komitmen yang tinggi dalam mencegah perkawinan anak, mulai dari tingkat pemerintah daerah hingga masyarakatnya. Kabupaten Rembang, Gunung Kidul dan Lombok Utara menjadikan program pencegahan perkawinan anak menjadi salah satu prioritas daerah dan harus dilaksanakan oleh perangkat daerah sekaligus diperkuat oleh kelompok perlindungan anak yang dibentuk dari level desa hingga kabupaten. Prioritas tersebut juga didukung dalam pengalokasian anggaran kegiatan perangkat daerah hingga desa. Kabupaten Rembang juga telah mengambil langkah koordinasi PUSPAGA dan Pengadilan Agama dalam upaya pencegahan perkawinan anak di Rembang.

“Terobosan yang sangat baik juga dilakukan oleh Kabupaten Pamekasan sebagai daerah religius dengan jumlah pesantren yang cukup banyak. Tokoh agama ikut menjadi aktor penting dalam upaya pencegahan perkawinan anak. Beberapa pesantren juga menambah satu tahun masa pembelajaran untuk menyelesaikan kitab yang berisi tentang pembelajaran keluarga. Sedangkan Kabupaten Maros terus berusaha mendorong kebijakan daerah terhadap perlindungan anak.

“Sudah menjadi tugas kita semua untuk memutus lingkaran setan perkawinan anak. Perkuatlah upaya – upaya saling berbagi pengalaman – pengalaman terbaik upaya pencegahan perkawinan anak dan jadikanlah hal tersebut sebagai benteng pertahanan untuk menyelamatkan IPM, serta perempuan dan anak secara keseluruhan. Kemen PPPA bersama UNFPA akan mengembangkan langkah lebih lanjut dengan membuat rumusan strategi model pencegahan perkawinan anak menggunakan berbagai pendekatan dan praktik terbaik yang telah dilakukan kelima daerah tersebut. Kami berharap rumusan strategi model tersebut sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan pendekatan setiap daerah di Indonesia untuk dapat diadopsi,” tutup Lenny. (ari)

NASIONAL

Kabinet Garda Kusuma BEM Unesa 2019 Deklarasi Pernyataan Sikap Pemilu

Published

on

Surabaya – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (BEM UNESA) menyelenggarakan acara perdana yang dikemas dalam Grand Launching BEM UNESA 2019. 

Grand launching yang diusung Kabinet Garda Kusuma tersebut bertema “Optimalisasi Koordinasi dalam Upaya Tercapainya Universitas Negeri Surabaya yang Bersinergi, Solutif, dan Bekerja Bersama”.

Acara tersebut dihadiri oleh Agus Hariyanto, selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Suyanto, selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan. Turut hadir pula pimpinan-pimpinan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) selingkung Universitas Negeri Surabaya.

Acara tersebut diisi dengan pemaparan visi, misi, serta program dan arah BEM UNESA 2019 yang disampaikan oleh Cahya Nugeraha Robimadin, selaku Presiden BEM. 

Kemudian disambung dengan pemaparan program Bidang Kemahasiswaan disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni tersebut.

“BEM UNESA siap mengawal tercapainya visi misi lembaga Universitas seoptimal mungkin. Kami yakin dengan sinergitas dan semangat bersama antar seluruh lembaga, baik lembaga Ormawa juga birokrasi dapat kerja bersama dan bekerja sama dengan baik,” ucap Cahya. Senin, (15/4/2019).

Selain mengawal lembaga Universitas, BEM Unesa juga siap mengawal perkembangan isu-isu baik di level Nasional hingga Internasional.

“Kami bersyukur dan bangga atas terselenggaranya acara ini. Saya melihat pimpinan-pimpinan Ormawa yang ada di UNESA juga turut hadir, mudah-mudahan sinergitas dan koordinasi yang baik dapat tercapai sesuai dengan tema yang telah terpapar di depan,” tambah mantan Ketua BEM FE Unesa tersebut. 

“Besar harapan kami bahwa seluruh elemen baik itu kalangan mahasiswa, dosen dan para pimpinan Universitas hingga Jurusan dapat bersama-sama memberikan dedikasi terbaiknya untuk lembaga Universitas Negeri Surabaya,” tutur Agus Hariyanto dalam sambutannya. 

Seusai menyampaikan sambutan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni tersebut memukul Gong sebanyak lima kali, sebagai tanda dan simbol peresmian Launching BEM UNESA 2019.

Menjelang akhir acara, dibacakan deklarasi pernyataan sikap Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang dipimpin oleh Presiden BEM dan diikuti seluruh hadirin. Berikut poin-poin pernyataan sikap Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya terhadap Pemilihan Umum Tahun 2019 :

1. Memantau jalannya Pemillu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil;

2. Mendesak penyelenggara Pemilihan Umum agar tetap tegas dan konsisten dalam menjalankan aturan dan kebijakan yang berlaku;

3. Mendesak TNI-POLRI untuk tetap netral dan konsisten dalam menindak pihal-pihak yang melakukan provokasi, menyebar berita bohong, serta oknum oknum yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

4. Mengajak seluruh mahasiswa untuk turut berkontribusi aktif dalam memantau langsung jalannya Pemilihan Umum dan menolak serta mengecam cara-cara politik yang tercela;

5. Melakukan controlling kepada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden serta calon anggota legislatif yang nantinya terpilih untuk dapat merealisasikan komitmennya kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Pernyataan sikap ini akan kami realisasikan langsung. Kami menyebar dan memantau langsung jalannya Pemilu 2019 secara independen,” tegas mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi tersebut.

Mulai dari sebelum hari pelaksanaan, pada saat hari pelaksanaan hingga pasca hari pelaksanaan. Seluruh elemen akan kita pantau, baik itu peserta hingga penyelenggara Pemilu itu sendiri. 

“Kami juga siap melakukan controlling terhadap jalannya pemerintahan hasil Pemilu 2019 untuk satu periode mendatang,” pungkas pria asal Krian Sidoarjo ini. (ari)

Continue Reading

NASIONAL

Euphoria Pemilu 2019, Dafam Hotel Management Gebyar Banyak Promo

Published

on

Jember – Menyongsong pesta demokrasi yang akan digelar pada tanggal 17 April 2019 mulai terlihat euphoria dan antusiasme dari masyarakat Indonesia, pagelaran pemilu ini di sebut-sebut sebagai pesta demokrasi terbesar sepanjang Republik Indonesia ini berdiri, karena pemilu kali ini akan serentak memilih Presiden/DPD/DPRRI I/II se-Indonesia.

Dalam bentuk turut memeriahkan pemilu 2019, PT Dafam Hotel Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Dafam Hotels Management (DHM) memberikan penawaran yang menarik dengan tajuk “Jari Biruku” yang berlaku di seluruh unit hotel yang tersebar di seluruh kawasan NKRI.

Ninik selaku Coorporate Public Relation Manajer dan Irawan selaku General Manager Sales dari DHM mencetuskan promo “Jari Biruku“, lebih lanjut, Ninik mengatakan jika promo jari biruku ini memberikan diskon kamar yang luar biasa hanya dengan menunjukkan tinta di jari.

“Masyarakat luas bisa mendapatkan harga kamar super hemat Rp. 174.000,00 nett/room/night untuk jenis kamar Superior/Deluxe tanpa sarapan,” terangya melalui keterangan tertulisnya yang dikirim ke media ini. Selasa, (16/4/2019).

Untuk bisa menikmati harga super hemat tersebut, kata Ninik, tamu hotel harus datang langsung di meja resepsionis hotel mulai pukul 15.00-17.00 (waktu setempat) dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku. KTP tersebut harus sama domisilinya dengan TPS yang dikunjungi.

Sementara itu, perwakilan dari Unit Meotel Jember by Dafam, Santi yang juga selaku Sales Executive menjelaskan asal usul penetapan harga promo tersebut.

“Mengapa Harganya Rp 174.000,- ? jika kita jeli kita bisa menemukan fakta unik dari penetapan harga tersebut, yakni angka 17 adalah tanggal pelaksanaan Pemilu di Bulan 4, jadilah  Rp 174.000 begitu,” ucapnya sambil tersenyum.

Selain itu, ada juga promo untuk makanan dan minuman yaitu paket Afternoon Tea. Tamu hotel bisa menikmati sajian teh/kopi serta menu cemilan ala carte lainnya hanya Rp17.400, net per orang dengan menunjukkan tanda tinta di jari. 

Kesempatan yang sangat menarik ini hanya berlaku mulai pukul 17.04 sampai dengan 20.19 (waktu setempat) di tanggal 17 April 2019,” tambahnya.

Terpisah, General Manager yang akrab dipanggil Cho Andra ini juga menjelaskan, kita memang punya promo dari DHM, untuk Meotel Jember kita masih punya penawaran yang lebih gila lagi, yakni “Menjelang Jari Biru“ yang mulai bisa di gunakan sejak dari tanggal 10 April 2019.

“Akan ada penawaran menarik lainnya, kalau penasaran jangan ragu untuk datang dan membuktikan seberapa spesial penawaran dari Meotel Jember yang tak kalah menarik dari promo di tanggal 17 April jari biruku,” tutupnya sambil mengangkat kopinya. (ari)

Continue Reading

NASIONAL

Adakan Lomba Video Pendek untuk Kreasi Jokowi, DPP KNPI Yakin Jokowi Terpilih Kembali

Published

on

By

JAKARTA – Meski pemilu belum digelar. Namun, sekumpulan anak Anak muda milenial yang tergabung dalam Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menyakini Joko Widodo (Jokowi) bersama KH Ma’ruf Amin Nomor Urut 01 memenangi kembali Pemilihan Presiden (Pilpres) yang digelar Rabu (17/4/2019) mendatang.

Jika keyakinan itu benar. Itu artinya, Jokowi akan menangangi kembali sebagai Presiden RI VIII. Kita tunggu saja.

Seperti diketahui, saat ini ada dua Calon Presiden (Capres) yakni Jokowi head to head dengan Prabowo Subianto yang kali ini berpasangan dengan pengusaha muda yang disebut-sebut milenial yakni Sandiaga Salahuddin Uno dengan nomor urut 02.

“Menurut kami di KNPI, tanpa mendahului kehendak Tuhan Yang Maha Esa, kami mengucapkan selamat kepada pasangan Joko Widodo- KH Ma’ruf Amin yang akan diberikan amanah dan kesempatan kembali untuk bekerja dan mengabdi kepada bangsa Indonesia sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI untuk periode 2019-2024 untuk kedua kalinya,” ujar Bendahara Umum DPP KNPI Twedy Noviadi Ginting usai acara pemberian hadiah bagi peserta lomba “Short Video Competition Award” ‘Kreasi Jokowi Untuk Indonesia’, di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2019) tadi malam.

Twedy selaku penanggungjawab pegelaran lomba video pendek itu menyampaikan, DPP KNPI menyakini itu berdasarkan sejumah data dan fakta dari masyarakat lapangan.

Di mana Jokowi mendapatkan apresiasi tinggi dari seluruh masyarakat Indonesia atas keberhasilan dan kinerjanya selama 4 tahun memimpin NKRI. Dan, masyarakat merasakan semdiri efek dari keberhasilan Jokowi memimpin negeri ini.

“Kesimpulan itu setelah kami di DPP KNPI melakukan analisis (kajian) mendalam terkait hasil lembaga survei yang bisa terpercaya, door to door ke masyarakat. Dan itu informasi yang diperoleh dari arus bawah KNPI, dan itu terdokumentasikan melalui lomba video pendek KNPI 2019 yang dilombakan,” terang Twedy mantan Ketua Presidium GMNI ini dua periode.

Alasan itu pula Twedy berharap, demi menjaga Pemilu 2019 tetap sehat sesuai aturan yang ada, DPP KNPI, meminta ke seluruh jajaran pengurus KNPI dari pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan dan seluruh komponen pemuda se-Indonesia untuk terlibat aktif mengawal dan menjaga Pemilu berjalan damai seperti kehendak seluruh masyarakat Indonesia.

Kepengurusan DPP KNPI menurut Twedy, sangat mendukung langkah pengamanan yang dilakukan oleh TNI dan Polri dalam mengamankan pemungutan suara dan penghitungan di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia. Semoga hingga penetapan presiden selanjutkan semua berjalan damai.

DPP KNPI, lanjut Twedy, juga sangat mendukung tugas penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu yang ingin agar pemilu serentak kali ini berjalan jujur dan adil.

“Kami di struktur DPP KNPI telah bersepakat, akan melawan upaya-upaya delegitimasi terhadap KPU dan Bawaslu dalam menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu di republik ini,” tegas Twedy.

“Dan Kami juga berharap kepada para pendukung kedua pasangan calon, baik 01 dan 02 untuk tetap tenang dan menciptakan suasana damai, karena kemenangan dalam pemilu ini untuk kemenangan seluruh rakyat Indonesia, semuanya,” papar Twedy.

Untuk diketahui, acara lomba Short Video Competition Award ‘Kreasi Jokowi Untuk Indonesia’, diikuti 150 peserta dari usia milenial dari 17 tahun hingga 40 tahun. Dinilai oleh juri profesional.

Lomba video pendek itu menampilkan sejumlah kinerja Pemerintahan Jokowi baik di sektor pendidikan, kesehatan, olahraga dan sebagainya.

Adapun pemenang yang ditetapkan oleh juri yang sangat independen.  Pemenangnya adalah anak SMA dari Kapuas Hulu, Kalimantan Barat yang mengangkat tentang manfaat yang dirasakan dari program Kartu Indonesia pintar (KIP) di era Jokowi.

Selamat ya buat pemenang. (Rap)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending