Connect with us

NASIONAL

Tak hanya Bangun Infrastruktur, DPR Bersama Pemerintah Fokus Bangun Sumber Daya Manusia

Published

on

BANJARBARU KALSEL – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan di akhir masa bakti periode 2014-2019, DPR RI dan pemerintah sepakat untuk tidak hanya meninggalkan legacy berupa pembangunan fisik, seperti infrastruktur saja. Tetapi, juga bertekad meninggalkan legacy pembangunan sumber daya manusia yang tangguh sebagai titik pijak Indonesia melompat lebih tinggi.

“Kerjasama pemerintah dengan DPR RI, walaupun ada dinamika, tapi tetap terjalin baik. Di periode awal 2014 sampai 2015 fokus melakukan penguatan pondasi kebangsaan, dilanjutkan percepatan pembangunan di tahun 2016, dan pemerataan pembangunan di tahun 2017. Untuk 2018 sampai 2019, DPR RI dan pemerintah sepakat membangun sumber daya manusia,” ujar Bamsoet saat melantik Dewan Pimpinan Daerah Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depidar SOKSI) Kalimantan Selatan periode 2019-2024, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (05/03/19).

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Kalimantan Selatan sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Walikota Banjarbaru sekaligus Ketua Depidar SOKSI Kalimantan Selatan Nadjmi Adhani, Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Heri Purnama, Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dan Anggota Komisi XI DPR RI Ahmadi Noor Supit.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini memaparkan, pembangunan sumber daya manusia sangat penting untuk melengkapi pembangunan infrastruktur yang sudah dijalankan dari Sabang sampai Merauke. Ada tiga sektor utama yang menunjang pembangunan sumber daya manusia, yaitu pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial.

DPR RI sesuai dengan tugas dan fungsi di bidang anggaran telah menaikan anggaran ketiga sektor tersebut. Didalamnya ada peran 51 anggota SOKSI dari 91 anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar.

“Anggaran sektor pendidikan dinaikan dari Rp 444,1 triliun di APBN 2018 menjadi Rp 492,5 triliun di APBN 2019. Sektor kesehatan dari Rp 111 triliun di APBN 2018 menjadi Rp 123,1 triliun di APBN 2019, dan sektor perlindungan sosial dari Rp 161,5 triliun di APBN 2018 menjadi Rp 200,8 triliun di APBN 2019,” papar Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, besarnya anggaran yang digelontorkan ke berbagai pos kementerian dan lembaga tersebut harus diawasi bersama. DPR RI tak bisa sendirian dalam menjalankan tugas dan fungsi di bidang pengawasan. Butuh partisipasi dari berbagai kalangan, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti SOKSI.

Lebih jauh Wakil Ketua Umum SOKSI ini menambahkan, SOKSI tak hanya bisa berperan mengawasai jalannya roda pemerintahan di tingkat pusat. Pengurus SOKSI yang berada di berbagai kabupaten/kota hingga provinsi, seperti di Kalimantan Selatan, juga bisa menjadi mitra kerja aktif pemerintah daerah setempat.

“Otonomi daerah memberikan berbagai kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengurus daerahnya sesuai dengan aspirasi masyarakat setempat. Dukungan dan partisipasi organisasi masyarakat seperti SOKSI akan membuat proses check and balances semakin menguat. Sehingga, mudah untuk mewujudkan good and clean governance,” tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini melihat Kalimantan Selatan punya banyak potensi yang bisa dikembangkan. Tak hanya melalui tambang, seperti minyak bumi, intan, platina, batu bara, emas, bijih besi dan nikel. Namun juga ada keanekaragaman seni serta budaya, didukung eksotisme alam yang luar biasa.

“Semuanya bisa semakin dikembangkan jika didukung sumber daya manusia yang memiliki ketrampilan, profesional dan produktif. Disinilah peran dan kontribusi SOKSI dibutuhkan,” tutur Bamsoet.

Untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya yang berada di angkatan kerja, Wakil Ketua Umum KADIN ini mendukung langkah Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Ketenagakerjaan membuat seribu Balai Latihan Kerja (BLK) berbasis komunitas, seperti di pondok pesantren maupun komunitas lainnya. SOKSI Kalimantan Selatan dan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bisa bersinergi memanfaatkan program tersebut untuk meningkatkan ketrampilan angkatan kerja di Kalimantan Selatan.

“Program ini sebagai pengejawantahan dari amanat konstitusi UUD 1945 yang menjamin hak, kesempatan, dan perlindungan bagi setiap warga negara untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak. Baik di dalam maupun di luar negeri sesuai keahlian, ketrampilan, bakat, minat, dan kemampuan,” urai Bamsoet.

Tak hanya fokus kepada masalah ketenagakerjaan, Dewan Pakar KAHMI ini tak hentinya mengingatkan bahwa tahun ini bangsa Indonesia sedang mengalami ujian yang luar biasa. Penyelenggaraan Pemilu 2019 yang sudah di depan mata hampir menguras energi semua pihak.

“Jangan sampai berbagai capaian yang telah kita torehkan sebagai bangsa yang beradab menjadi luluh lantah akibat kampanye politik yang saling menjatuhkah. Sikut sana sini hanya demi ambisi kekuasaan. Ini tidak boleh terjadi,” pungkas Bamsoet. (dwi)

NASIONAL

Ikalibels Jakarta Santuni Yatim dan Dhuafa

Published

on

Jakarta – IKALIBELS Terus Bergerak Bermanfaat Lewat Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadhan

Berbagi rezeki di Bulan Suci Ramadhan merupakan kewajiban setiap insan untuk berbagi khususnya Santunan Anak Yatim dan Duafa Di Bulan Ramadhan.

Ketua Panitia Atang Kusnaidi, mengatakan Kegiatan sosial bertema bukber dan Santunan Anak Yatim, sekalian kami Merajut Tali Silaturahmi Serta Saling Berbagi antara keluarga Alumni IKA LIBELS.

“terlaksananya kegiatan ini merupakan partisipasi dan donasi keluarga IKALIBELS lintas angkatan.”, paparnya, di kantor DPP Ikalibels Jakarta, Minggu (19/05/2019)

Sedangkan Ketua Umum Ikalibels
H. Dadang Tompro mengatakan, Saya mengapresiasi kegiatan ini. Selain menyambung tali silaturahmi alumni, juga dapat memupuk rasa sosial. Saya berharap kegiatan ini dapat terus diselenggarakan setiap tahunnya.”

“Saya merasa senang kegiatan bisa berjalan lancar dan menambah kekompakan antar angkatan IKALIBES Jakarta yang telah  ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” tuturnya

Dalam kesempatan ini, selain Wakil Kepala SMAN 15 Sagam, Pembina Ikalibels Jakarta Joelioes Joesoef, juga Walikota Jakarta Utara yg diwakilkan oleh Kepala Bagian Kesra Darmawan secara simbolis menyerahkan santunan tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Kabag Kesra Jakarta Utara Darmawan menyampaikan, bahwa Walikota sangat berapresiasi terhadap program santunan ini, apalagi Ikalibels Jakarta adalah organisasi perkumpulan/komunitas alumni satu satunya di Jakarta yg memiliki legalitas administrasi organisasi yg lengkap :

*1. Punya Legalitas Kemenhumham RI*

*2. Memiliki Pendaftaran Hak Merk/Hak Patent Kemenhumham RI*

*3. Memiliki Pendaftaran sebagai Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol*

*4. Memiliki Surat Ijin Usaha Menengah Kecil yg direferensikan oleh Disparbud DKI Jakarta*

*5. Memiliki Surat MoU Bhakti sosial terprogram dengan PMI Jakarta Utara, dan segera menyusul untuk membuat MoU dengan UMKM dalam usaha pengembangan usaha mikro dan kreatif*

Untuk itu diharapkan sesuai undang undang yang berlaku agar organisasi/perkumpulan/komunitas alumni atau lainnya dapat dihimbau oleh Suku Badan Kesbangpol atau Sudin Pendidikan untuk memiliki sprt Ikalibels Jakarta ini agar secara organisasi jelas visi misi, azas dan tujuannya, tambah Darmawan.

Dalam acara tersebut diawali temu kangen para alumni lintas angkatan dan juga peserta yang hadir sekitar 400 orang di dalam acara ini, mulai dari undangan tiap angkatan, para yatim piatu dari tiap alumni, dhuafa serta para pengisi acara.

Selain itu itu turut juga hadirWakil Kepala SMAN 15 Sagam, Pembina Ikalibels Jakarta Joelioes Joesoef, juga Walikota Jakarta Utara yg diwakilkan oleh Kepala Bagian Kesra Darmawan secara simbolis menyerahkan santunan tersebut.

Continue Reading

NASIONAL

Firman Soebagyo Ajak Rakyat Bersabar Tunggu KPU Umumkan Hasil Pemilu 2019

Published

on

By

PATI – Politisi Senior Partai  Golkar Firman Soebagyo (FS) mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara pemilu baik KPU dan Bawaslu yang telah berjuang agar penyelenggaran pemilu serentak 2019 berjalan sukses.

Meski demikian, FS yang juga Anggota Komisi II DPR RI ini menilai masih banyak yang harus dibenahi. Mengingat di sejumlah tempat di tanah air, sesuai laporan yang ada, masih banyak pelanggaran.

“Walaupun dengan keterbatasan waktu dan padatnya agenda yang harus dilakukan penyelenggara alhamdulillah pemilu telah terselenggara lancar, aman dan damai, tidak seperti yang diprediksi banyak orang sebelumnya bahwa pemilu akan terjadi kekacauan, keributan dan lain sebagainya,” jelas FS seperti disampaikan pada wartawan, Sabtu (27/4/2019).

Untuk itu, politisi asal Pati ini menyampaikan, sebagai bangsa yang besar, rakyat Indonesia patut bersyukur dan menghargai karena ternyata bangsa ini sudah menyadari dan memahami apa arti demokrasi dan apa maksud dan tujuan Pemilu ini.

“Kita juga sadar bahwa dalam penyelenggaraan pemilu 2019 ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, namun secara umum kita harsus jujur bahwa penyelanggaraan Pemilu sudah berjalan dengan lacar walaupun banyak menelan korban baik yang sakit maupun meninggal akibat kelelahan dalam menjalankan tugas yang berat ini,” terangnya.

“Marilah kita semua besarkan jiwa dengan segala kekurang dan ketidak sempurnaan ini kedepan dapat kita perbaiki dan sempurnakan bersama baik dari sisi regulasi dan penyelenggaraannya. Tidak ada segala seuatu yang sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik Alloh,” papar FS.

Tak lupa juga FS mengajak kepada rakyat Indonesia untuk bersyukur atas capaian tersebut.

“Kepada saudara sebangsa dan setanah air pemilu 17 April 2019 telah usai dan semua penyelenggaraannya telah berjalan dengan tertib, aman dan damai. Dan kita bangsa yang besar patut menyampaikan rasa terima kasih kpd penyelenggara Pemilu, KPU, Bawaslu, Polri dan TNI yang bertugas untuk pengamanan,” ungkap FS.

“Kami sebagai elemen politik juga menghimbau kepada tokoh masyarakat hendaknya semua bersabar menunggu perhitungan dan pengumuman resmi yang telah diberikan mandat oleh UU sebagai penyelenggara Pemilu yang baru saja diselenggarakan ini,” pinta FS.

Juga, lanjutnya, warga masyarakat tak perlu saling memprovokasi melalui penyebaran baik vidio dan Youtube yang saling memprovokasi satu dengen yang lain justru akan dapat mememcah belah persatuan, kesatuan dan keutuhan bagsa ini.

“Mari kita saling meghormati dan menghargai perbedaan karena inilah esensi demokrasi adalah kalau ada perbedaan dan kalau tidak ada perbedaan itu namanya otoriter dan kita akan kembali seperti masa lalu. Bangsa ini harus maju dan tantangan kita sebagai bangsa semakin besar dan konsekwensi dari globalisasi politik dan ekonomi,” tegas FS.

Bagi politisi asal Dapil Jawa Tengah III iji, kemajuan teknologi membuat dunia ini serasa semakin sempit, semakin terbukanya informasi.

“Maka kalau kita tidak hati-hati dan waspada kita akan terbawa arus kegelapan dan kesalah pahaman yg fatal dan merugikan kita sendiri. Mari kita tegakkan kedaulan kita sebaagai bangsa yang besar melalui pemilu yang sudah berjalan karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai kerja keras dan hasil perjuangannya sendiri. Saya yakin kita bisa,” pungkas FS.  (HMS)

Continue Reading

NASIONAL

PB HMI : Apresiasi Kerja Keras TNI-Polri dalam Mengawal Pemilu 2019

Published

on

Jakarta –Pada kesempatan ini, PB HMI ingin mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menyampaikan rasa syukur yang mendalam kehadirat Illahi Rabbi.

“Karena proses konsolidasi demokrasi di negara kita tercinta Indonesia menunjukkan hasil yang menggembirakan yang ditandai dengan angka partisipasi pemilih yang mencapai hingga 80% lebih,” ucap Abdul Rabbi Syahrir selaku Bendahara Umum PB HMI melalui keterangan tertulisnya yang dikirim ke media ini. Jumat, (19/4/2019).

Selanjutnya terkait hasil pemilu 2019, Rabbi mengatakan, sebagai warga negara yang baik marilah sama-sama kita menghormati proses yang sedang berjalan dengan menyerahkan keputusan yang bersifat final dan mengikat kepada KPU.

“Karena KPU sebagai lembaga yang legitimate dan kalau ada sesuatu yang dinilai janggal selama proses pemilu berlangsung serahkan dan laporkan kepada pihak berwenang,” tegas dia.

Tidak lupa juga, PB HMI sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak penyelenggara yang mengedepankan  netralitas dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.

“Dan apresiasi juga terkhusus kepada TNI-Polri yang telah bekerja keras mengawal pesta demokrasi ini sehingga proses pemilu 2019 berjalan lancar, aman dan damai serta mampu menjaga suasana Kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.

Terakhir, PB HMI menghimbau kepada seluruh kader HMI se-nusantara dan seluruh masyarakat Imdonesia untuk turut serta mengawal keberhasilan proses konsolidasi demokrasi ini agar menghasilkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkualitas dan bermartabat. (ari)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending