Connect with us

POLITIK

Tak Penuhi Target Pemilu 2019, Pengamat: Airlangga Tak Buat Golkar Dapat Suara Signifikan

Published

on

JAKARTA –  Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia Anas RA menyampaikan pemimpin atau tokoh partai Golkar ke depan harus bisa bersinergi satu sama lain jika ingin meraih suara signifikan pada pemilu 2024 mendatang. Tak hanya itu, Anas bahkan mengungkapkan, internal Golkar belum terkonsolidasi dengan baik.

“Siapapun jadi ketua Golkar maka dia sosok yang bisa mensolidkan kerja politik partai kedepan, bersatunya kubu Agung Laksono dengan kubu Abu Rizal Bakrie di bawah kepemimpinan Airlangga Hertarto ternyata tidak membuat Golkar mendapat suara signifikan di pileg 2019. Artinya sinergi elemen kekuatan golkar belum terkonsolidasi dengan baik,” jelas Anas pada wartawan, Jakarta, Senin (24/6/20190.

Anas mengusulkan, pada pemilihan Ketua Umum di Musyawarah Nasional (Munas) yang rencananya akan digelar tahun ini Desember 2019 mendatang, Golkar harus lebih selektif dalam memilih ketua umum, harus benar-benar mampu menyatukan atau menkonsolidasikan kekuatan-kekuatan Golkar.

“Bukan hanya itu, Ketum Golkar kedepan Harus figur kuat yang memiliki ketokohan elektoral digelanggang pilpres 2024. Kalau ketumnya hanya targetnya jabatan menteri pasti ketumnya tidak maksimal di partai, namun jika ketumnya punya “ambisi politik di pilres ” pasti akan menkonsolidasikan struktural partai untuk mendapat dukungan rakyat dipemilu 2024,” papar Anas.

Sebelumnya, Politisi senior Partai Golkar Yorrys Raweyai ikut menyoroti penurunan perolehan kursi Golkar pada Pemilu 2019 yang turun signifikan, yang hanya meraih sebanyak 85 kursi di Senayan. Padahal, jika ditilik pada Pemilu 2014, Golkar menempatkan 91 wakilnya di Senayan.

“Sekarang di Pemilu 2019 ada penambahan daerah pemilihan (dapil) dan kursi, yaitu 15 di DPR RI sehingga ada peluang Golkar menjadi parpol nomor dua. Namun hasilnya di Pemilu 2019 Golkar justru hanya memperoleh 85 kursi DPR RI,” ujar Yorrys dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (22/6/2019) lalu.

Yorrys juga menyoroti kinerja Airlangga. Menurutnya, pada rapat internal Golkar lalu, Airlangga selaku ketua umum telah menargetkan perolehan kursi DPR RI sebanyak 110 kursi. Tapia kenyataannya, suara yang raih Golkar pada pemilu 2019 jauh dari harapan.

“Targetnya 110 kursi yang dikatakan Airlangga. Saat itu memang terjadi perdebatan, saya katakan realistis dalam menentukan target dan melihat dinamika politik,” ujar Yorrys. (HMS)

POLITIK

Roadshow di Jabar, Sekjend PBB Terus Gaungkan Tiga Program Partai

Published

on

By

KabaRakyat | GARUT – DPP Partai Bulan Bintang terus melakukan konsolidasi internal partai untuk merelealisasikan tiga program utama partai. Yaitu infrastruktur, kaderisasi, dan pencitraan. Kali ini Sekjen PBB Afriansyah Noor melakukan roadshow di Jawa Barat. (lebih…)

Continue Reading

POLITIK

PKS Gelar Muswil dan Musda di Tengah Pandemi secara Virtual

Published

on

By

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pada 27 Desember 2020 dan Musyawarah Daerah (Musda) pada 28 Desember 2020. Kegiatan ini istimewa dan berbeda dengan Muswil dan Musda sebelumnya karena dilaksanakan secara virtual serentak dan dalam waktu bersamaan di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia.

Sekjen DPP PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk menyiasati kondisi pandemi yang masih belum berakhir.

“Sampai saat ini kita masih pada masa pandemi Covid-19, sehingga pertemuan fisik dengan dalam jumlah yang banyak kita hindari. Hal ini yang mendorong PKS untuk melaksanakan kegiatan ini secara serentak dan dalam waktu bersamaan secara daring menggunakan teleconference. Ini adalah terobosan agar protokol kesehatan tetap terjaga dan mekanisme organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ungkap Habib Aboe Bakar.

Lebih lanjut Aboe Bakar menjelaskan bahwa peserta kegiatan ini terbagi dua, yaitu ada yang hadir secara fisik dan ada yang hadir secara virtual.

“Kehadiran peserta ada yang melalui daring ada pula yang luring. Kegiatan utama berada di DPP PKS yang akan dihadiri secara terbatas oleh para pimpinan PKS, antara lain Presiden PKS, Sekjen, Bendum, Ketua MPP, Ketua DSP, dan para Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah. Kemudian di seluruh Provinsi nantinya para pengurus DPW akan mengikuti kegiatan kegiatan ini secara bersama-sama. Selain itu para pengurus di berbagai tingkatan, anggota legislatif PKS di berbagai tingkatan, Kepala Daerah di berbagai tingkatan, dan seluruh kader serta simpatisan PKS juga akan mengikuti secara daring,” papar Aboe.

Habib Aboe Bakar menjelaskan bahwa agenda utama dari Muswil adalah pergantian kepengurusan di tingkat Wilayah/ Provinsi.

“Setelah kemarin dilaksanakan pergantian kepemimpinan di tingkat pusat melalui Munas V, ini adalah suksesi kepemimpinan PKS di tingkat Wilayah. PKS ini adalah partai kader, tentunya kita melakukan kaderisasi, salah satunya melalui forum Muswil V seperti ini; begitu juga dengan Musda untuk tingkat Kabupaten/ Kota”, paparnya.

“Agenda pelantikan dan pembacaan sumpah jabatan seluruh kader yang akan mengemban amanah sebagai pimpinan partai di tingkat Wilayah dan pimpinan partai di tingkat Kabupaten/ Kota merupakan hasil dari proses demokrasi yang dilaksanakan PKS dengan melibatkan seluruh kader.

“Terakhir akan ada Pidato Politik Presiden PKS, H, Ahmad Syaikhu dengan tema ‘Songsong Kemenangan 2024 dengan Mewujudkan Kepemimpinan yang Tangguh’ di level nasional dan daerah,” tambah Aboe.

Meskipun dilakukan secara daring, Aboe Bakar menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Muswil dan Musda dilaksanakan sebagaimana mestinya. Mereka yang terpilih sebagai Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW), akan dilantik oleh Presiden PKS pada 27 Desember 2020 besok, sedangkan mereka yang terpilih sebagai Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD), akan dilantik oleh Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah masing-masing.

Setelah pelantikan, agendanya adalah membahas amanah Muswil dan amanah Musda, rencana kerja, serta rencana anggaran. Seluruh rangkaian Muswil dan Musda dilaksanakan sesuai panduan yang ditetapkan oleh partai,” terang Aboe Bakar. (H3)

Continue Reading

POLITIK

Politisi PBB Jurhum Lantong Dinilai Layak Jadi Menteri di Kabinet Jokowi-KH. Ma’ruf Amin

Published

on

By

KabaRakyat.com | Jakarta – Kekosongan 2 menteri di Kabinet Jokowi-KH. Ma’ruf Amin menjadi publik bertanya-tanya. Dan bukan saja Kementerian Sosial dan KKP yang diperbincangkan kalangan pengamat dan masyarakat, namun sejumlah Kementerian juga perlu untuk dievaluasi. Sehingga dibutuhkan orang yang tepat untuk mengisi jabatan tersebut. (lebih…)

Continue Reading














Kategori

Topik Terkini

Trending