Connect with us

PENDIDIKAN

TEMAN Jatim Bahas Efektivitas dan Efisiensi Tata Kelola Pemerintah

Published

on

Surabaya – Mengawal serta memberikan respon terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajib dilakukan oleh mahasiswa dalam menjalankan perannya sebagai agent of control dan agent of change. 

Hal ini dituangkan dalam sebuah forum akademik yang mereka sebut Teman Jatim yakni singkatan dari Temu Mahasiswa Administrasi Negara Jawa Timur. Kegiatan ini terselenggara tiap tahunnya sejak 2013.

Kali ini bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaran adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Administrasi Publik Unesa, kegiatan diikuti perwakilan mahasiswa berbagai kampus se- Jawa Timur. Dalam rangkaiannya yang berlangsung selama tiga hari kedepan, diawali dengan pembukaan sekaligus seminar nasional. Rabu, (14/11)/2018).

Kemudian berlanjut pada diskusi tiap cluster sub tema hingga kemudian agenda inti pertemuan membahas juklak dan juknis Teman Jatim itu sendiri sampai terpilihnya tuan rumah selanjutnya tahun depan.

Adapun narasumber yang diundang diantaranya dari akademisi guru besar Fisip Unair Prof. Dr. Drs. H. Jusuf Irianto, M. Com , kemudian dari Dinas Kominfo Jatim selaku Kabid Infrastruktur TIK yakni Ir. Dodong Martiar Mediantoko, M. Si. , serta peneliti Lembaga Survey Indonesia Wilayah Jatim Sukma Hari Purwoko, S. Sos.

Tema besar yang diambil berkaitan dengan isu-isu kebijakan serta inovasi pelayanan publik berbasis elektronik yang saat ini tengah perkembangan dengan teknologi digitalilsasi. Tidak lain adalah untuk mencapai efektifitas dan efisiensi dalam tata kelola serta tata laksana pemerintahan. 

Menurut keterangan Analdo Yoga selaku Ketua HMJ Administrasi Publik Unesa sekaligus Steering Commite dari acara ini adalah sebuah bentuk kepedulian serta upaya dari mahasiswa untuk mewujudkan good governance di Jatim.

Tidak lain tujuannya untuk memberikan masukan kepada pemerintah melalui sebuah gagasan tertulis disertai data serta hasil penelitian lapangan yang valid oleh para delegasi setiap kampus.

“Muaranya pada rangkaian kegiatan ini adalah rekomendasi-rekomendasi kebijakan maupun konsep inovasi dari hasil diskusi panjang tiap cluster yang telah disepakati bersama dalam forum ini akan kita sampaikan kepada legislatif yakni DPRD Jatim pada hari jumat sebagai penjembatan untuk menyampaikan aspirasi kami,” tambahnya ketika diwawancarai.

Tidak sampai disitu, harapannya setelah penyampaian rekomendasi ini para delegasi setiap kampus dapat mengawal dan memantau sejauh mana rekomendasi yang telah diberikan melalui metode penelitian serta dialetika panjang para mahasiswa.

Terlebih lagi bisa diterima dan bisa terwujud secara nyata serta mendapat perhatian dari masyarakat umum untuk lebih aktif mengkritisi setiap kebijakan pemerintah. “Sejauh mana dapat menimbulkan manfaat yang positif dan pro terhadap masyarakat dalam situasi dan kondisi sekarang yang serba mudah dan cepat berkat adanya transformasi digital dari kecanggihan teknologi setiap saat berkembang pesat dan dinamis,” ujarnya. (ari)

PENDIDIKAN

Rayakan Dies Natalis Ke-41, Fisip Unair Gelar Tasyakuran dan Anugerahi Soetandyo Award

Published

on

Surabaya – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga merayakan Puncak Dies Natalis ke-41 tahun. Bertempat di Aula Soetandyo FISIP Unair, acara dimulai pukul 12.30 sampai 16.00 WIB. 

Bertemakan “Berkarya, Bertumbuh dan Bersinergi”, Puncak Dies Natalis FISIP Unair terdiri atas tiga rangkaian acara. 

Acara diawali dengan tasyakuran potong nasi tumpeng, sebagai bentuk rasa syukur FISIP Unair telah mencapai usia ke-41 serta harapan agar semakin berkarya ke depannya. 

Kemudian pembukaan FISIP Ideas Matter (FIM) 5.0 yang dilanjutkan dengan kuliah tamu oleh Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc dengan tema “Millenial Challenges in Digital Era: Striving Creativity, Pursuing Innovation, and Necessity of Action”. Berlanjut ke acara inti, yaitu Penganugrahan Soetandyo Award 2018.

Soetandyo Award merupakan bentuk apresiasi yang diberikan oleh FISIP Unair kepada sosok inspiratif yang merepresntasikan perjuangan Almarhum Prof. Soetandyo. Prof Soetandyo Wignosoebroto, MPA (almarhum) adalah guru besar dan salah satu pendiri FISIP Unair, Prof. 

Soetandyo pernah berkata ”Andaikan saya ini mati dan bisa dilahirkan kembali, saya akan tetap memilih menjadi guru lagi. Guru itulah kebanggan kami”. Jumat, (16/11).

Sebagai pejuang, Prof. Soetandyo konsisten memperjuangkan nilai-nilai keadilan, hak asasi manusia, pluralisme, kebangsaan, anti kemiskinan dan civil society.

Pemenang Soetandyo Award 2018 yaitu Misiyah, seorang Direktur Institut KAPAL Perempuan. KAPAL Perempuan merupakan kependekan dari Lingkaran Pendidikan Alternatif untuk Perempuan. 

Organisasi KAPAL merupakan wadah dan penghubung gerakan perempuan dalam melakukan aksi refleksi untuk keadilan gender dan perdamaian. KAPAL Perempuan bekerja di seluruh Indonesia  dan telah berhasil mengembangkan sekolah perempuan di desa-desa yang telah melahirkan 5000 kader.

Selain sebagai aktivis perempuan, Misiyah juga aktif dalam berbagai penelitian mengenai perempuan. (ari)

Continue Reading

PENDIDIKAN

“Bengkel Numerasi”, Wujud Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia

Published

on

Pasuruan – Dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi perdana hasil mentoring KKG, program Bengkel Numerasi dilaksanakan di enam belas sekolah wilayah Gugus 3 dan 4 kecamatan Lekok kabupaten Pasuruan.

Program “Bengkel Numerasi” ini merupakan angin segar bagi para guru dan kepala sekolah di Kecamatan Lekok. Ketua Gugus IV, Hadi Sanyoto mengungkapkan kegembiraannya atas kedatangan tim UNUSA dengan membawa program Bengkel Numerasi keseluruh SD di gugusnya

“Kami termasuk sekolah-sekolah yang beruntung karena ditunjuk oleh INOVASI dalam menjalankan program ini, memang siswa-siswa kami bermasalah dalam khususnya operasi hitung, ya calistung lah,” ungkap Hadi. Kamis, (29/11/2018).

Bukan hanya guru dan Kepala Sekolah yang senang dengan adanya program Bengkel Numerasi ini, Pengawas Sekolah yang bertugas pun sangat mendukung berjalannya program ini. 

“Hal ini terbukti dengan partisipasi seluruh pengawas sekolah yang juga tidak kalah antusiasnya dengan guru dan kepala sekolah, ujar Pengawas Sekolah Hari Subagyo.

Hari berharap, Bengkel Numerasi ini nantinya dapat meningkatkan (1) mutu pembelajaran matematika di kelas, (2) nilai matematika siswa, dan (3) profesionalisme guru.

Sementara itu, Fifi Khoirul Fitriyah yang merupakan Pimpinan Proyek “Bengkel Numerasi”, mengungkapkan bahwa monev ini dilakukan sebagai bahan evaluasi pembelajaran yang selama ini dilakukan oleh guru baik kelas 1, 2, dan 3.

“Dan juga sebagai masukan bagi tim Unusa untuk merancang kebutuhan mentoring pada pertemuan KKG selanjutnya, sehingga diharapkan Inovasi-inovasi pembelajaran matematika dapat terus dilakukan,” tegas Fifi.

Dalam pelaksanaannya, Fifi menceritakan bahwa, ia merasa sangat terbantu dengan support seluruh pengawas sekolah, kepala sekolah kepada kami.

“Kegigihan dan semangat guru dalam belajar menambah keyakinan kami akan ketercapaian kesuksesan Bengkel Numerasi,” tandasnya.

Bengkel Numerasi merupakan program hibah kemitraan dari Pemerintah Australia melalui Inovasi Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) yang salah satunya adalah bermitra dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).

Dalam Bengkel Numerasi ini basis yang digunakan adalah model pembelajaran matematika berbasis PMRI (Pembelajaran Matematik Realistik Indonesia). (ari)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Agun Gunandjar Sudarsa: Pemuda Indonesia Dapatkan Tantangan Besar di Era Industri 4.0

Published

on

By

Bandung – Ketua Fraksi Golkar MPR, Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan bahwa di era industri 4.0 saat ini, masyarakat khususnya pemuda mendapat tantangan cara dengan memanfaatkan era digitalisasi secara cerdas, bermartabat dan penuh kedamaian.

“Jadilah pengguna dengan memanfaatkan era digital ini secara cerdas dan bermartabat untuk kedamaian, kemajuan dan persatuan bangsa,” kata Agun dalam Seminar Nasional Penguatan Nasionalisme pada Era Digital, bersama sejumlah nara sumber, Guru Besar dan civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/11’2018).

Acara yang diikuti oleh perwaklilan Guru PKN Se-Jawa Barat, itu dalam rangka memperingati hari Guru dan Dies Natalis PKN Ke 64 UPI, Bandung.

Agun mengatakan masyarakat khususnya para pemuda kaum milenial hendaknya dapat menyebarluaskan faham-faham kebangsaan Indonesia, ideologi bangsa dan mampu menangkal berbagai faham dan bahaya ideologi trans nasional dari luar yang dapat merusak sendi-sendi persaudaraan dan persatuan bangsa.

“Mengajak warga masyarakat untuk berprilaku sesuai nilai-nilai pada setiap sila Pancasila, sebagai satu kesatuan yang utuh, menjadi pemilih cerdas untuk Pemimpin Negara,” kata Agun dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (29/11).

Agun yang juga anggota komisi XI DPR ini menyinggung agar benar-benar memanfaatkan secara maksimal era industri 4.0 untuk perkembangan ekonomi bangsa yang semakin maju, mandiri dan berdaulat.

“Bantu masyarakat desa dengan penguatan teknologi era digital, apalagi dengan semakin meningkatnya dana desa, sehingga dapat mendorong kreatifitas masyarakat menciptakan lapangan kerja yang mandiri,” katanya. (gatra/kabarakyat)

Continue Reading
Advertisement

Kategori

Topik Terkini

Trending