Connect with us

PENDIDIKAN

Alasan Fraksi PKS DPR RI Minta Nadiem Cabut Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Published

on

Jakarta (08/11) — Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS Fahmy Alaydroes menyoroti Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 yang dikeluarkan oleh Mendikbud-Ristek, Nadiem Makarim beberapa waktu lalu.

Saat memberikan keterangan pers bersama pimpinan Fraksi PKS, Fahmy pun tak lupa mengucapkan selamat atas terpilihnya Andika Perkasa sebagai Panglima TNI, Senin, (08/11).

“Kami mengucapkan selamat, kepada Panglima TNI Andika. Kami mendukung sepenuhnya. Semoga sukses menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Fahmy, yang tidak kalah pentingnya, selain mempertahankan kedaulatan dan keutuhan negara dari berbagai ancaman, yakni pentingnya ketahanan moral dan peradaban bangsa.

“Saya juga ingin mengingatkan kepada kita semua, pentingnya ketahan Moral dan Peradaban Bangsa. Ada ancaman serius yang tidak disadari, di depan mata kita. Kementerian Pendidkan & Kebudayaan-Ristek telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) No 30 tahun 2021 tentang ‘Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi’, terang Anggota DPR asal Dapil Jabar V ini.

Peraturan Menteri ini, imbuh Fahmy, hadir begitu saja di tengah pembahasan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU-TPKS) yang sedang dibahas di DPR.

“Terbitnya Permen ini menimbulkan keresahan, kegelisahan dan kegaduhan di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Sejumlah ormas, kata Fahmy, seperti Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Universitas NU Yogyakarta, Aliansi Indonesia Cinta Keluarga, Persaudaraan Muslimah Indonesia, Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi se Indonesia, para dosen dan akademisi di berbagai kampus mempertanyakan keberadaan Peraturan Mendikbud-Ristek ini ! Mengapa ..?

“Saya yakin maksud dan tujuan dari Peraturan Menteri ini ingin menghilangkan Kekerasan Seksual di Dunia Kampus, namun sayangnya Peraturan ini sama sekali tidak menjangkau atau menyentuh persoalan pelanggaran susila (a-susila) yang sangat mungkin terjadi di lingkungan perguruan tinggi, termasuk praktek perzinahan dan hubungan seksual sesama jenis (LGBT),” terang Fahmy.

Peraturan ini, katanya, hanya berlaku apabila timbulnya korban akibat paksaan, atau melakukan interaksi atau kegiatan seksual yang tidak disetujui oleh korban.

“Dengan perkataan lain, bila terjadi hubungan seksual suka sama suka, kapan saja, di mana saja, oleh siapa saja, dan dilakukan di luar ikatan pernikahan,  Peraturan ini membiarkan, mengabaikan, dan menganggap normal ! Bahkan, peraturan ini dapat ditafsirkan sebagai bentuk ‘legalisasi’ perbuatan asusila seksual yang dilakukan tanpa paksaan (suka sama suka) di kalangan Perguruan Tinggi. Pertanyaan kritisnya adalah: Apakah Peraturan ini ingin mencegah dan melarang perzinahan dengan paksaan, tetapi mengizinkan perzinahan dengan kesepakatan !?,” tanya Fahmy miris.

Bagaimana mungkin, imbuhnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat suatu Peraturan yang dapat ditafsirkan mengabaikan nilai-nilai agama, nilai-nilai Pancasila, dan sekaligus menabrak nilai-nilai luhur adat dan budaya kita sebagai bangsa yang beradab ?!
 
“Oleh sebab itu, Permendikbud Ristek No 30/2021 ini harus dicabut dan segera direvisi dan dilengkapi. ! Permendikbud ini harus sejalan dengan Pasal 31 UUD 1945 yang menugaskan Pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” tandas Anggota Badan Anggaran DPR RI ini.

Pasal 6 huruf b Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Perguruan Tinggi, tambah Fahmy, Pemerintah wajib menyelenggarakan Pendidikan dengan prinsip demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai agama, nilai budaya, kemajemukan, persatuan, dan kesatuan bangsa.

“Peraturan ini hendaknya dapat dijadikan instrumen untuk membangun iklim kehidupan sosial yang beradab, bermoral, menjunjung tinggi etika dan nilai agama dan Pancasila di lingkungan Perguruan Tinggi,” pungkasnya.

“Kami meminta Kemedikbud-Ristek Pemerintah dan mengajak dan melibatkan semua pihak untuk bersama-sama bahu-membahu mencegah dan melindungi semua pelajar dan mahasiswa kita dari segala bentuk perbuatan kekerasan seksual dan segala bentuk perbuatan asusila seksual yg dilarang Agama dan bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan amanah UUD 1945,” tutup Fahmy. (Hh)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

Pemuda Asal Lamongan Nekad Jual Perhiasan istri Demi Membangun Yayasan Yatim Dhuafa & Pesantren

Published

on

Lamongan – Pemuda asal lamongan Sulap Barongan (kebun Bambu) jadi Gedung Yayasan Amal Jariyah Nusantara Yatim-Dhuafa dan Pondok Pesantren Al Badar, tetangga sekitar kampung biasa menyapanya dengan nama kecil Gus Hadi.

Pria bernama lengkap DR (c). Hadi Satrio, S.H., M.H. nekad menjual perhiasan istrinya demi untuk membangun sebuah Yayasan Amal Jariyah Nusantara, serta sebuah Pondok Pesantren (ponpes-red) di Jl. Komplek Langgar Ash-Shiroth, Blok Langgar No.004 RT.001/001, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan-Jawa Timur.


Saat diwawancara oleh awak media kala dilaksanakannya kegiatan Do’a Bersama sekaligus Santunan Yatim Dhuafa di Aula Yayasan Amal Jariyah Nusantara pada Jum’at (29/4/2022), Gus Hadi menuturkan “saya dibantu oleh saudara-saudara seperti Binnuri, Nursaid, Nurhasim, Bambang Sutejo serta Budi Harjo Sukoco bahu membahu mewujudkan cita-cita mulia agar dapat menjadi orang yang penuh manfaat bagi warga kampung,” Jelas Gus Hadi.

Gus Hadi menambahkan, hal tersebut didasari atas rasa keperhatinannya melihat banyak orang yang terfokus membangun tempat-tempat ibadah mewah, namun banyak tetangga sekitarnya yang serba kekurangan terutama anak-anak yatim dan dhuafa, dari situlah akhirnya Gus Hadi memutuskan membangun gedung Yayasan serta Pondok Pesantren (Ponpes-red) untuk menampung dan mengurusi para yatim dan dhuafa yang serba kekurangan, saat ini ada sekitar 45 anak-anak yatim dan dhuafa yang diasuh oleh Pondok Pesantren tersebut.

“apabila ada yang ingin membantu amal jariyah, serta menshodaqohkan sebagian hartanya bisa menghubungi ketua yayasan Bapak. Drs. Yusro, M.Pd. +62 813-3236-6655,” Pungkas Gus Hadi.
(Redaksi)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Lomba MTQ Juaranya Terbatas, Pemenang Lailatul Qadar Bisa Banyak Orang

Published

on

SOLOK – Anggota DPR RI dari dapil Sumbar I Hermanto dalam kunjungan kerjanya di daerah pemilihan singgah di Nagari Batubajanjang, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok. Dalam kunjungan tersebut Hermanto diminta memberikan sambutan pada pembukaan acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nagari setempat di Masjid Jami Batubajanjang.

“Pelaksanaan MTQ ini sudah masuk pada 10 malam terakhir di Bulan Ramadhan, dimana di satu malam diantaranya ada Lailatul Qadar (malam qadar),” ucap Hermanto dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan MTQ yang berlangsung remang-remang karena aliran listrik padam akibat hujan deras.

Lailatul Qadar itu, lanjutnya, lebih baik dari 1000 bulan atau sekitar 83 tahun. “Saat ini malam tersebut ada dihadapan kita, hanya kita tidak tahu di malam yang mana yang bernilai Lailatul Qadar. Karena itu mari kita isi malam-malam yang masih tersisa dengan itikaf di masjid untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT,” papar legislator dari FPKS DPR RI ini.

Hermanto berharap, kegiatan MTQ yang sengaja dilakukan di 10 malam terakhir bulan Ramadhan ini sekaligus mengingatkan masyarakat Islam bahwa saat ini ada Lailatul Qadar. “Harapannya, selain ada yang berlomba menjadi juara MTQ, seluruh masyarakat juga berlomba untuk mendapatkan Lailatul Qadar,” tuturnya.

“Kalau MTQ, juaranya hanya beberapa orang. Tapi kalau perlombaan meraih Lailatul Qadar, juaranya bisa banyak orang,” pungkas Hermanto.

Batubajanjang adalah salahsatu nagari terpencil di Kabupaten Solok. Untuk mencapainya dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dari Kota Solok. Sebelum kegiatan membuka MTQ, dalam kesempatan kunjungan ke nagari tersebut Hermanto juga turut membagikan makanan ringan untuk buka puasa di Jorong Kampung Tangah dan buka puasa bersama tokoh setempat di jorong Koto Tuo.

Setelah membuka kegiatan MTQ di Nagari Batubajangjang, Hermanto melanjutkan perjalanan ke Nagari Simanau masih di Kecamatan Tigo Lurah. Di nagari ini Hermanto berserta tim mengadakan itikaf di Masjid Baitul Makmur dan pagi keesokan harinya memberikan ceramah subuh dilanjutkan menyerap aspirasi masyarakat setempat. (Joko)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Pos Baca BOCAH ANGON Dikunjungi Siswa/i Pustakawan SMPIT Daarut Tarbiyah Indonesia

Published

on

BEKASI – Dalam rangka turut serta mewujudkan perpustakaan sekolah yang profesional dan menyukseskan Gerakan Literasi Nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, sejumlah siswa/i SMPIT Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI-red) yang juga tergabung sebagai siswa/i pustakawan di Perpustakaan Daarul Ilmi mengunjungi pos baca masyarakat Bocah Angon, Jum’at (04/03/2022).

Perpustakaan Daarul Ilmi yang terletak di Jl.Lapangan Bekasi Tengah mengirim pelajar SMPIT DTI ke pos baca bocah angon, lima pelajar yang sedang tergabung di program siswa/i pustakawan harus menyelesaikan tugas terakhirnya yang merupakan praktik literasi di masyarakat.

Para pelajar SMPIT DTI yang sedang pelatihan, sangat antusias dan semangat dalam meningkatkan budaya literasi di tengah lingkungan masyarakat. Mereka pun langsung mempraktikkan ilmu yang mereka dapat dari program pustakawan, mengajarkan anak-anak pos baca BOCAH ANGON untuk lebih mencintai buku serta meningkatkan keterampilan anak-anak dari gambar atau kertas origami.

Salah satu siswi bernama Silvi kepada awak media mengatakan, sangat senang dengan praktik langsung ke pos baca BOCAH ANGON, karena silvi bisa berinteraksi langsung dengan anak-anak dan masyarakat sehingga ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan.

“Saya sangat senang dengan kehadiran para pelajar yang suka dengan dunia buku atau literasi, apalagi sampai datang langsung ke pos baca masyarakat” Kata Syahrulloh pengurus pos baca BOCAH ANGON.


“Dengan hadirnya program siswa/i pustakawan untuk para pelajar semoga bisa meningkatkan budaya literasi dan keterampilan di masyarakat, sehingga tercapainya tujuan pendidikan. Kesadaran ini perlu diciptakan dari sejak dini, oleh karena itu perpustakaan daarul ilmi memulai program pustakawan untuk meningkatkan kesadaran literasi kepada para pelajarnya. Sudah saatnya Indonesia bangkit dan sadar akan budaya literasi.” Pungkas pria yang akrab disapa Shin.

(CP/red)

Continue Reading

Kategori

Topik Terkini

Trending