Connect with us

PARLEMEN

Anggota DPR Saniatul Lativa Salurkan Bantuan 1,8 Milyar di Jambi

Published

on

JAMBI – Akhir Tahun 2021 Anggota Komisi IX DPR RI Saniatul Lativa salurkan bantuan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) senilai 1,8 milyar di Provinsi Jambi. Bantuan tersebut sebagai wujud tanggung jawab wakil rakyat dalam membangun daerah pemilihannya di Provinsi Jambi.

Banyak masyarakat merasa terbantu atas bantuan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) tersebut, total ada 75 Kelompok penerima bantuan, setiap satu kelompok menerima 24 juta rupiah.

“Bantuan Tenaga kerja mandiri tersebut sebagai wujud saya dalam membangun daerah pemilihan saya di Jambi, saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik dan menambah penghasilan serta bisa menaikan taraf perekonomian setiap penerima bantuan TKM,” tutur Saniatul Lativa
Bantuan tersebut diberikan secara tunai dan kemudian setiap kelompok membelanjakan modal usaha tersebut.

Setiap kelompok usaha diberikan kebebasan dalam memilih usaha apa yang akan digeluti, antara lain ada yang membelikan sapi, bibit ikan lele atau nila, bibit pohon sawit membuka sembako hingga membuat usaha percetakan.

“saya berharap penerima bantuan TKM bisa mengembangkan usahanya dengan baik melalui bimbingan saya dan Kementerian Tenaga Kerja. Semoga Bantuan tersebut bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar,” tutur Legislator Golkat tersebut.

Salah satu penerima bantuan TKM di Kabupaten Tebo Darmanto menuturkan bantuan TKM dari legislator asal Jambi tersebut sangalah bermanfaat bagi kelompok usahanya, dan dia berharap peternakannya semakin maju kedepannya.

“saya menerima bantuan dari Ibu sani, uangnya saya belikan Sapi betina dua ekor dan saya buatkan kendang. Saya mengucapkan terimakasih ke Ibu Sani yang telah peduli dengan masyarakat kecil seperti kami,” tutur Darmanto.

Hal yang sama juga di uatarakan penerima bantuan TKM di Kab. Sarolangun Kalib Maulana yang bergerak di usaha sembako, Ketua Kelompok Kembaru tersebut sangatlah bersyukur ditengah pandemi Covid-19 ada bantuan dari Anggota DPR RI senilai 24 juta.

“Kami menggunakan bantuan tersebut untuk modal usaha sembako, bantuan tersebut sangatlah bermanfaat di tengah pandemi seperti ini,” tutupnya. (H3)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARLEMEN

Rugikan Peternak! DPR Ungkap Ada Penyakit Mulut dan Kuku Jelang Idul Adha

Published

on

PADANG – Anggota Komisi IV DPR Hermanto menyebutkan ditemukannya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia menjelang Hari Raya Idul Adha berpotensi merugikan peternak. Hewan ternak sehat milik peternak berpotensi tidak bisa dijual karena ketakutan masyarakat akibat PMK.

“Kementerian Pertanian harus mengantisipasi potensi kerugian peternak tersebut. Jangan sampai, hewan ternak sehat yang tidak terkena PMK tidak bisa dijual,” ujar Hermanto dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.

Momen Idul Adha, lanjutnya, sangat dinantikan oleh para peternak karena saat itu peternak bisa mendapatkan harga terbaik untuk hewan ternaknya.

“Idul Adha merupakan hari raya bagi seluruh kaum muslimin, terutama bagi peternak yang bisa menjual hewan ternaknya,” tutur legislator dari FPKS DPR RI ini.

Keuntungan penjualan saat tersebut, katanya, bisa menutupi kebutuhan peternak selama setahun.

“Peternak tentu terpukul bila hewan ternaknya yang layak untuk kurban tidak berhasil terjual saat itu,” ucap Hermanto.

“Negara harus menciptakan suasana nyaman bagi peternak agar suatu saat nanti kita bisa mewujudkan swasembada daging,” tambahnya.

Agar peternak dengan hewan ternak sehat tidak dirugikan, Hermanto minta segenap jajaran yang menangani peternakan dan kesehatan hewan dari pusat hingga daerah bekerja cepat tapi cermat dan terukur dalam menentukan skala penyebaran PMK.

“Keluarkan sertifikat gratis bagi hewan ternak layak kurban sebagai jaminan keamanan untuk peternak dan konsumen,” paparnya.

Lebih jauh Hermanto berharap agar Kementerian Pertanian bisa mendeteksi keberadaan kasus PMK di Indonesia.

“Saat ini sudah ditemukan kasus di Jawa Timur dan Aceh. Jawa Timur dan Aceh itu jaraknya jauh. Daerah diantara kedua daerah tersebut, atau daerah-daerah lain masih mungkin ada yang terjangkiti PMK,” ujarnya.

“Keberhasilan mendeteksi tersebut sangat menentukan kebijakan pergerakan hewan ternak menjelang Idul Adha,” imbuh Hermanto.

Kementerian Pertanian telah menetapkan enam daerah dilanda wabah PMK pada hewan ternak. Empat daerah di Provinsi Jawa Timur yaitu Gresik, Sidoarjo, Lamongan dan Mojokerto. Dua daerah lagi di Provinsi Aceh yaitu Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan saat ini pemerintah tengah berupaya menghadirkan vaksin untuk menekan penyebaran dan penularan PMK tersebut.

Hermanto mendesak agar segera dilakukan tindakan lock down untuk wilayah yang terpapar wabah PMK guna membatasi pergerakan hewan.

“Lakukan vaksinasi gratis untuk membatasi penyebaran penyakit. Dan gunakan vaksin buatan dalam negeri,” pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini. (Joko)

Continue Reading

PARLEMEN

Sisi Lain Sodik Mudjahid Selain Anggota DPR RI

Published

on

BANDUNG – Judul di atas mirip kalimat Tukul Arwana dalam berujar ‘Kembali ke Laptop’. Tujuan kalimat Kembali ke Laptop untuk mengalihkan topik pembicaraan agar kembali ke alur yang telah diskenariokan dalam laptopnya.

Hal itu sama yang terjadi pada DR Sodik Mudjahid saat melihat Anggota DPR RI itu memakai seragam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), menyatu kembali bersama ratusan guru-guru dalam acara Halal bihalal Pengurus PGRI Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.

“Seakan mengingatkan kita akan ujaran Tukul Arwana tersebut. Sodik Mudjahid seakan Kembali ke Laptop. Beliau kembali menyatu dengan alamnya, yaitu dunia pendidikan (guru),” kata seorang guru meminta namanya dirahasiakan pada wartawan Lintas Parlemen usai acara Halal Bihalal PGRI Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (9/5/2022) kemarin.

“Beliau adalah seorang Guru. Pernah jadi Guru SMP, SMA Darul Hikam, lalu jadi dosen di IKOPIN dan Telkom University, terlahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga guru. Kedua orang tuanya juga adalah guru,” sambungnya.

“Sumbangan terbesar keluarganya untuk dunia pendidikan adalah berdirinya Sekolah Darul Hikam. Di bawah kepemimpinan Sodik Mudjahid, Perguruan Darul Hikam kini menjelma jadi salah satu Sekolah Swasta terbaik dan terbesar di Jawa Barat. Dengan motto Berakhlak Berprestasi.”

Kehadiran Sodik acara tersebut menjadi berkah luar biasa bagi pada guru. Mengingat berkat motivasi yang disampaikan Sodik, para guru lebih bersemangat mendidik anak bangsa melalui bangku pendidikan formal.

“Kami  sangat berterimakasih pada Pak Sodik secara spesial. Kami dari guru-guru PGRI Coblong sangat bersyukur bisa hadir di acara halal bihalal ini. Karena hadir di sini bisa tahu ternyata Pak Sodik Mudjahid yang kini duduk di Komisi II DPR RI juga adalah seorang guru,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Sodik sempat memberikan sambutan. Dalam sambutan tersebut, Sodik sempat menukil cuplikan beberapa Ayat Al Quran. Bahwa ia sempat memberi motivasi pada guru yang hadir pada cara tersebut agar tetap semangat menjadi guru.

“Orang-orang yang mendapatkan derajat takwa melalui sekolah, maka Allah mudahkan segala urusannya. Allah juga akan membukakan pintu barokah dari langit dan dari bumi. Tak hanya itu, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap masalahnya dengan diberikan rezeki yang tidak disangka-sangka sebagai orang yang bertakwa,” jelas Sodik depan para guru.

Tak hanya itu, Sodik berpesan kepada guru-guru yang hadir untuk mengamalkan hasil amalan-amalan selama mengikuti ‘traininig ramadlan’ dengan berbuat yang terbaik atau ihsan. Menurutnya, dengan berbuat baik akan terus mengasah diri menjadi yang terbaik, berorintasi kepada mutu, karena Allah SWT menyukai orang yang muhsin (berkualitas).

Politisi asal Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat I ini menyampaikan perlunya memperbanyak aktivis-aktivis Islam masuk di parlemen DPR. Di mana para wakil rakyat tersebut bisa mengaktualisasikan kepentingan masyarakat yang diwakilinya.

“Untuk itu, kita perlu memilih pemimpin yang berpihak kepada kepentingan, umat, rakyat kecil, serta berpihak kepada kebenaran (Al haq) dan keadilan,” ujar Sodik.

Dalam acara Halal bihalal ini dihadiri Ketua PGRI Coblong Juna Gunawan SPd, Camat Coblong Krinda Hamidipraja, SH, MSi, Ketua PGRI Kota Bandung DR. H. Cucu Saputra.M, MPd.

Continue Reading

PARLEMEN

Usai Lebaran, Hermanto Tinjau Perkembangan Program Pemerintah yang Diterima Rakyat

Published

on

PADANG – Anggota DPR RI dari dapil Sumbar I Hermanto, usai lebaran dan masih dalam suasana liburan Idul Fitri yang baru lalu berkeliling mengunjungi lokasi-lokasi kelompok tani, kelompok ternak, pengelola sampah dan kelompok nelayan di Padang. Kunjungan tersebut, disamping silaturahim juga sekaligus meninjau perkembangan program pemerintah yang diterima oleh kelompok-kelompok tersebut.

“Dalam suasana lebaran, umumnya para pejabat menerima kunjungan dari masyarakat,” ujar Hermanto.

Kali ini, lanjutnya, perlu juga dibudayakan sebaliknya. “Wakil rakyat yang mengunjungi masyarakat. Karena prinsipnya, silaturahim itu bisa dilakukan siapa saja kepada siapa saja tanpa memandang status,” ujar legislator dari FPKS DPR RI ini.

Menurut Hermanto, silaturahim merupakan ajaran Islam dan sudah menjadi tradisi di ranah Minang.

“Di Minang ada pepatah Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah. Syara Mangato, Adat Mamakai (Adat bersandar pada syariah, syariah bersandar pada al-Qur’an. Syariah berkata, adat memakai)”, ucap Hermanto.

Kelompok-kelompok di Padang yang mendapat kunjungan tersebut adalah kelompok tani (poktan) Telaga Biru dan Gapoktan Agrofloris di Lubuk Minturun, poktan Maju Bersama Sejahtera di Balai Gadang dan kelompok wanita tani (KWT) Banda Langik di Balai Gadang, kelompok nelayan Karang Balakang di Ulak Karang Utara, Kelompok Ternak Rumbio di Mata Air, nelayan di Muaro Anai Padang Sarai serta pengelola sampah di Perumahan Cinta Kasih Lubuk Buaya. (Joko)

Continue Reading

Kategori

Topik Terkini

Trending