Connect with us

INTERNASIONAL

Anna Luthfie Ingatkan Pada Mahasiswa, Kekuatan Utama Dunia Ada di Indonesia

Published

on

Sidoarjo – Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Se-Indonesia (ILMISPI) Badan Koordinasi Daerah Jawa Timur gelar Seminar Kebangsaan dengan tema “Implementasi Pergerakan Mahasiswa Menuju Generasi Beradab dan Kebangsaan”.

Anna Luthfie selaku pemateri seminar, dalam pemaparannya mengatakan, gerakan mahasiswa saat ini bisa dianggap ‘mati suri’, karena mahasiswa tidak serius bertindak pada isu-isu sosial kemasyarakatan.

“Apalagi kekuatan utama dunia itu akan bergeser pada asia pasifik, yakni di bidang ekonomi. Dan itu tergantung pada sumber daya alam Indonesia,” tegas Anna Luthfie dihadapan mahasiswa ilmu sosial dan politik se Jawa Timur di Gedung Srikandi I6, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Minggu, (27/1/2019).

Lanjut Anna Luthfie, yang juga merupakan Wakil Ketua Bidang Pemuda Karang Taruna Nasional mengatakan, mahasiswa saat ini rapuh solidaritas dan kepedulian, menandakan mahasiswa tidak mampu menjawab tantangan zaman. “Padahal, gerakan mahasiswa itu harapan besar bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Kemudian, Anna Luthfie juga menyampaikan, keprihatinnya atas gerakan mahasiswa yang lebih mengarah obrolan diskusinya di warkop tidak substantif. Ini menjadi kemunduran bagi gelar mahasiswa yang merupakan penyambung lidah rakyat.

“Solusi yang bisa saya berikan pada adik-adik mahasiswa, yakni, fokus dan tekuni hal-hal yang disukai/hobi yang kemudian optimis akan menjadi ahli dalam bidangnya,” tutur dia.

Gerakan Mahasiswa, kata Anna Luthfie, akan efektif dan hidup ketika menemukan Common Platform, yakni, gerakan gerakan itufokus pada isu-isu terkait pembangunan dan kemandirian ekonomi, gerakan pendidikan, lingkungan, sosial dan budaya.

“Sehingga, gerakan mahasiswa itu menjadi daya lecut, dimana mahasiswa yang sebagai agen perubahan, didorong untuk melakukan perang terhadap ketidakadilan, ketertinggalan dan ketimpangan sosial,” pungkas Caleg DPRD Jatim dari PAN nomor urut 1 dapil kabupaten Sidoarjo tersebut. (ari)

INTERNASIONAL

DR Salim Beri Tausiyah di Majelis Ulama Kharismatik Kota Makkah Sayyid Ahmad bin Muhammad Alawi Al-Maliki

Published

on

MAKKAH – Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri memimpin rombongan DPP PKS yang terdiri dari Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Bendahara Umum PKS Mahfudz Abdurrahman, dan Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini melakukan silaturahim kepada tokoh ulama kharismatik _ahlussunnah waljamaah_ Kota Makkah Sayyid Ahmad bin Muhammad Alawi Al-Maliki di Hay Al Rashifah pinggiran kota Mina Arab Saudi (Kamis Malam, 14/4).

Dalam lawatan silaturahim di sela-sela ibadah umroh tersebut Dr. Salim disambut hangat oleh Sayyid Ahmad bin Alawi Al-Maliki dan para murid serta jamaahnya. Sayyid Ahmad sendiri adalah putera dari Ulama Besar Timur Tengah, pengajar di Masjidil Haram, serta rujukan dan guru bagi para ulama Indonesia yaitu Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani rahimahullah (wafat tahun 2004).

Dr. Salim dan rombongan hadir di kediaman Sayyid Ahmad yang dibangun oleh ayahanda beliau Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki yang dapat menampung ratusan santri setiap hari. Kehadiran Dr. Salim bertepatan dengan kajian rutin Sayyid Ahmad bersama para santrinya dari berbagai negara termasuk dari Indonesia, membahas Kitab  Al-zakhaa’ir Al-Muhammadiyah karangan Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki. 

Dalam kajiannya Sayyid Ahmad bin Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki diantaranya memotivasi jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat keislaman, nikmat menjadi ummatnya Nabi Muhammad SAW, serta nikmat selalu istiqomah dalam majelis ilmu, karena menurut Sayyid Ahmad majelis ilmu ini adalah laksana suasana surgawi yang Allah hadirkan di dunia agar umat Islam merasakan sebagian kecil nikmatnya surga. 

Dr. Salim dan rombongan DPP PKS bersama ratusan santri yang hadir malam itu mendengarkan dengan khidmat buliran ilmu dari kitab Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki melalui wasilah lisan Sayyid Ahmad. Hingga di akhir kajian, Sayyid Ahmad meminta Dr. Salim untuk memberikan tausiyah kepada para jamaah yang hadir. 

Dalam tausiyahnya, Dr. Salim mengajak jamaah untuk senantiasa istiqomah melaksanakan perintah Allah SWT dan menguatkan mahabbah kita kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan keturunannya. Duta Besar RI Untuk Saudi Arabia dan Kesultanan Oman 2005-2009 ini juga menekankan pentingnya untuk selalu berjamaah dan menghidupkan majelis ilmu seperti Majelis Sayyid Ahmad bin Muhammad Alawi Al-Maliki tersebut. Dengan demikian semakin kuat silaturahim dan khidmat kepada umat. (MM)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Terima Dubes RI untuk Bulgaria, Makedonia Utara dan Albania, Bamsoet Dukung ‘Rendang Goes To Europe’

Published

on

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung langkah Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria, Makedonia Utara, dan Albania, Iwan Bogananta, untuk menduniakan rendang. Menyukseskan program kerja Presiden Joko Widodo, ‘Indonesia Spice Up The World’, sebagai salah satu upaya perluasan pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia. Sekaligus menguatkan industri kuliner Indonesia dengan pengembangan restoran Indonesia di luar negeri, serta sebagai bagian dari gastrodiplomasi memperkuat citra positif Indonesia di dunia internasional.

“Mengusung semangat Rendang Goes To Europe Dubes Iwan Bogananta menggandeng Bela Ltd., sebuah perusahaan terkemuka di Bulgaria, untuk mempromosikan dan mendistribusikan rendang ke kawasan lain di Eropa, khususnya ke negara-negara Balkan. Nilai investasinya mencapai 3 juta dolar AS. Penandatanganan kerja sama bisnis sudah dilakukan pada 28 November 2021. KBRI bahkan secara khusus mendatangkan pakar kuliner nusantara, William Wongso, untuk mempopulerkan kuliner nusantara dengan melakukan demo memasak rendang,” ujar Bamsoet usai menerima Duta Besar Iwan Bogananta bersama Staf Khusus Presiden RI Diaz Hendropriyono, di Jakarta, Rabu (13/4/22).

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, nilai ekspor bumbu/rempah olahan dan komoditas/rempah segar Indonesia terus mengalami tren positif dengan rata-rata pertumbuhan 2,95 persen selama lima tahun terakhir. Pada 2020, nilai ekspor tercatat sebesar 1,02 miliar dolar AS. Target dari ‘Indonesia Spice Up The World’ hingga 2024 mendatang adalah peningkatan nilai ekspor bumbu dan rempah menjadi 2 miliar dolar AS. Selain juga menghadirkan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri.

“Potensi pemasaran rendang di pasar internasional sangat besar. CNN Internasional pada tahun 2011 telah menobatkan rendang sebagai hidangan terlezat dalam daftar 50 hidangan di dunia. Rendang juga menempati posisi ke-11 sebagai makanan terenak di dunia pada 2021 versi CNN Travel. Bahkan Cheff Internasional Gordon Ramsay dalam program acaranya ‘Uncharted’ yang bekerjasama dengan National Geographic secara khusus datang ke Tanah Minangkabau pada tahun 2020 lalu, untuk lebih mengenal belajar memasak rendang. Menunjukan bahwa rendang sudah populer di dunia internasional,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, tidak hanya menduniakan rendang, pemerintahan Presiden Joko Widodo bahkan sedang mengupayakan agar rendang bisa dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia oleh UNESCO. Sebagaimana Keris dan juga Batik.

“Rendang lebih dari sekadar masakan. Didalamnya terdapat nilai-nilai budaya yang sangat kental. Misalnya, menghadirkan rendang pada acara adat perhelatan di Tanah Minang, merupakan bentuk penghormatan terhadap penghulu, niniak mamak, bahkan tamu yang datang ke rumah. Komposisi makanannya yang terdiri dari empat bahan pokok seperti daging, kelapa, cabai, dan bumbu, melambangkan keutuhan masyarakat Minang. Dalam memasaknya pun tidak sekadar membutuhkan keahlian, melainkan juga membutuhkan ketekunan, keuletan, dan juga kesabaran,” pungkas Bamsoet. (Dwi)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Bamsoet Apresiasi WADA Cabut Sanksi buat Indonesia

Published

on

JAKARTA – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengapresiasi kerja keras Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) yang kini berganti nama menjadi Indonesia Anti-Doping Organization (IADO), serta dukungan dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan berbagai pihak lainnya. Sehingga mulai 2 Februari 2022, Indonesia sudah terbebas dari sanksi Badan Anti-doping Dunia (WADA/World Anti-Doping Agency).

“Dengan demikian atlet dan tim Indonesia yang memenangkan pertandingan di level internasional, bisa mengibarkan bendera merah putih sekaligus mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Indonesia juga bisa menjadi tuan rumah even olahraga internasional, hingga mengirim utusan untuk menduduki berbagai posisi di lembaga olahraga internasional,” ujar Bamsoet di Jakarta, Sabtu (5/2/21).

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III Bidang Hukum & Keamanan DPR RI ini menambahkan, bagi keluarga besar IMI, kabar menggembirakan tersebut menambah daya semangat dalam memajukan olahraga otomotif tanah air. Mengingat di tahun 2022 ini, selain menyelenggarakan kejuaraan bergengsi dunia seperti MotoGP dan Jakarta E Prix (Formula E), IMI juga sedang mengupayakan agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan motorsport dunia lainnya. Seperti Asia Pacific Rally Championship, World Rally Championship, hingga MXGP.

“Sepanjang tahun 2022 ini, para atlet motorsport Indonesia juga akan turun di berbagai kejuaraan motorsport dunia. Antara lain, Sean Gelael di World Endurance Championship; Mario Suryo Aji di Moto3 World Championship 2022; hinga pembalap muda berusia 11 tahun, Qarrar Firhand Ali, yang mengikuti 3 kejuaraan karting internasional, yakni World Karting Series Championship 2022, Italian Championship Karting Series 2022, dan ROK Cup Championship 2022,” tandas Bamsoet.

Ketua Umum Tarung Derajat, Wakil Ketua Umum FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menerangkan, berkat kerja keras semua pihak, pembebasan terhadap sanksi WADA tersebut bisa lebih cepat dilakukan. Dari hukuman awal yang seharusnya berlaku satu tahun sejak dijatuhkan pada 7 Oktober 2021, bisa dipercepat hanya menjadi sekitar 4 bulan.

“Kejadian sanksi dari WADA cukup menjadi yang pertama dan terakhir. Jangan sampai terulang kembali. Sekaligus menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya bagi LADI/IADO, untuk melakukan perbaikan di berbagai hal. Seperti menjalin hubungan yang baik dengan seluruh stakeholder olahraga agar tercipta pelaksanaan doping yang baik, hingga memiliki perencanaan pengujian doping sesuai dengan standarisasi WADA,” pungkas Bamsoet. (Dwi)

Continue Reading

Kategori

Topik Terkini

Trending