Connect with us

NASIONAL

Atas Dasar Putusan MK maka Program Food Estate Harus Dihentikan

Published

on

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR Hermanto menyebutkan, berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) maka Proyek Food Estate di lahan hutan mestinya dihentikan. Hal ini karena Food Estate merupakan proyek strategis nasional yang disusun berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang dinyatakan oleh MK tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat.

“Food Estate di lahan hutan merupakan salah satu proyek strategis dengan anggaran sangat besar yang didasarkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No 24 tahun 2020 tentang Penyediaan Kawasan Hutan untuk Pembangunan Food Estate. Permen tersebut merupakan peraturan pelaksana turunan dari UU Cipta Kerja,” ucap Hermanto dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.

Sebagaimana diketahui, Majelis Hakim MK telah menyatakan bahwa Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat. Majelis hakim MK juga menyatakan untuk menangguhkan segala tindakan atau kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas, serta tidak dibenarkan pula menerbitkan pelaksana baru yang berkaitan dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Atas dasar putusan MK tersebut maka program Food Estate tersebut agar dihentikan,” tandas legislator dari FPKS DPR ini.

Selain karena dasar aturannya sudah dicabut oleh MK, lanjutnya, sejauh ini proyek food estate nasional di lahan non hutan belum memberikan manfaat.

“Komisi IV sudah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek itu. Sampai saat ini belum memberi manfaat ekonomi terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani,” tegas Hermanto.

Dari hasil evaluasi Komisi IV tersebut, Hermanto bahkan meminta pemerintah agar membatalkan program food estate nasional.

“Anggarannya, alihkan untuk program yang memberi manfaat langsung bagi produktivitas lahan pertanian yang dikelola oleh petani. Agar pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan petani meningkat guna mewujudkan kedaulatan pangan nasional,” pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini. (joko)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NASIONAL

GPI Jabar Kutuk Keras Ucapan Arteria Dahlan

Published

on

Jakarta – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam (PW GPI) Jawa Barat mengutuk keras pernyataan anggota Komisi III DPR RI dari PDIP, Arteria Dahlan, yang dinilai berlebihan dan berpotensi menyinggung perasaan masyarakat Sunda. GPI pun meminta agar Arteria Dahlan diberhentikan dari jabatannya karena yang bersangkutan diduga telah melontarkan ucapan yang tidak menyenangkan dan membuat gaduh di tengah masyarakat. (lebih…)

Continue Reading

NASIONAL

Bahasa Sunda Diusik, Kiai Maman Minta Urang Sunda Bangkit

Published

on

BANDUNG – Anggota DPR RI, KH Maman Imanulhaq menyayangkan pernyataan yang keluar dari mulut Arteria Dahlan yang meminta Jaksa Agung, ST Burhanuddin untuk mencopot kajati-nya yang kerap mengenakan bahasa Sunda saat rapat.

Menurut Kiai Maman, buntut dari pernyataan itu malah menyakiti masyarakat Sunda. Padahal, kata politisi PKB itu, banyak juga tokoh yang kerap menggunakan bahasa daerahnya masing-masing saat menggelar rapat dengan jajarannya.

Lantas, tanya Kiai Maman, pertanyaannya adalah mengapa yang disorot Arteria hanya 1 pejabat yang kerap menggunakan bahasa sunda?

“Saya legislator dan juga perwakilan masyarakat Jawa Barat khususnya wilayah Majalengka, Subang, dan Sumedang, menyayangkan pernyataan dari saudara kita Arteria Dahlan,” kata Kiai Maman kepada media, Rabu (19/1).

Kiai yang kerap ceramah memakai bahasa Sunda ini pun meminta Teri, sapaan akrab Arteria, untuk meminta maaf dan memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang dinilai melukai masyarakat Sunda kebanyakan. Jangan sampai, imbuh Kiai Maman, permasalahan ini berlarut-larut dan menjadi semakin besar.

“Bangsa kita bangsa besar, jangan dinodai oleh pernyataan-pernyataan yang justru malah memecah belah di tengah upaya kita dalam moderasi keberagamann. Saya pun mengingatkan kepada para tokoh untuk juga berhati-hati dalam mengeluarkan statement apalagi menyinggung SARA,” pungkas Kiai Maman.

Di atas itu semua, Kiai Maman pun meminta masyarakat Jawa Barat untuk berjiwa besar, memaafkan, dan melupakan untuk kepentingan persatuan bangsa Indonesia. Ia mengajak masyarakat Sunda bangkit dan semakin melestarikan bahasa sunda di berbagai tempat dan kesempatan.

“Saya justru mengajak warga Jawa Barat untuk melestarikan bahasa Sunda agar bahasa Sunda tetap terjaga,” kata Kiai Maman menutup. (MM)

Continue Reading

NASIONAL

Ngobras Bareng AM Hendropriyono, Bamsoet: Kita Bahas Dunia Intelijen hingga Persoalan Terkini Bangsa

Published

on

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang juga dianugerahi Warga Kehormatan Badan Intelijen Negara (BIN) mengungkapkan, bangsa Indonesia patut bangga memiliki anak bangsa seperti AM Hendropriyono. Beliau ditetapkan oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Profesor dan Guru Besar bidang ilmu Filsafat Intelijen pertama di dunia. Sehingga tidak berlebihan jika publik menjulukinya sebagai the master of intelligence.

“Sepak terjangnya di dunia intelijen tidak perlu diragukan. Sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) 2001-2004 pada Kabinet Gotong Royong dengan Presiden Megawati Soekarnoputri, Pak Hendropriyono lah yang menggagas lahirnya Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di Sentul, Bogor; Dewan Analis Strategis (DAS) Badan Intelijen Negara; Sumpah Intelijen; Mars Intelijen; serta menetapkan hari lahir badan intelijen; menciptakan Logo dan Pataka BIN; mempopulerkan bahwa intelijen sebagai ‘ilmu’ dan menggali ‘filsafat intelijen’; hingga menggagas berdirinya tugu Soekarno-Hatta di BIN,” ujar Bamsoet dalam podcast Ngobras sampai Ngompol (Ngobrol Asyik sampai Ngomong Politik) bersama AM Hendropriyono, di Jakarta, Sabtu (15/1/22).

Ketua DPR RI ke-20 ini mengungkapkan, AM Hendropriyono menjelaskan ada dua metode umum yang digunakan dalam dunia intelijen. Yakni metode gelap dan metode terang. Dalam metode gelap, seorang intel harus menyamar untuk mendapatkan informasi. Seperti menjadi tukang bakso, hingga siomay. Bahkan jika perlu menjadi orang dengan gangguan kejiwaan sebagaimana pernah dilakukan seorang tentara Jepang berpangkat Kapten yang sedang melakukan tugas intelijen untuk merebut Lapangan Terbang Kemayoran dari tentara Belanda pada tahun 1942.

“Sedangkan untuk metode terang, seorang intel mencari informasi secara terang-terangan. Misalnya seperti yang dilakukan oleh para Duta Besar di berbagai negara, yang salah satu tugasnya mencari informasi tentang kondisi negara tempat ia bertugas,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, tidak hanya di dunia Intelijen, AM Hendropriyono juga sangat peduli terhadap kemandirian sekaligus kedaulatan Alutsista. Tidak heran jika ia sampai mengoleksi Panser Anoa produksi Pindad, yang dipajang di depan rumahnya. Sebagai wujud kebanggaan bahwa bangsa Indonesia sebetulnya sangat bisa memproduksi berbagai Alutsista modern dan berteknologi tinggi.

“Panser Anoa mulai dikembangkan Pindad pada tahun 2003. Berbagai purwarupa dan pengembangan terhadap panser terus dilakukan, hingga akhirnya pada 10 agustus 2008, 10 panser pertama APS-3 Anoa di produksi dan pada tahun 2009 panser pertama diserahterimakan kepada Kementerian Pertahanan. Bahkan juga telah di ekspor ke berbagai negara, seperti Malaysia dan Filipina,” pungkas Bamsoet.

Seperti apa keseruan obrolan Bamsoet dengan AM Hendropriyono, dari mulai sepak terjangnya di dunia intelijen, membahas berbagai kondisi terkini hingga memprediksi masa depan Indonesia. Bamsoet juga mengulik peran masa depan Intelejen Nasional, Laut Cina Selatan Natuna, Ibu Kota Baru, Demokrasi digital, dunia halu di era metaverse, Amandemen, hingga perpanjangan jabatan presiden. Semua dapat bisa disaksikan selengkapnya di kanal Youtube Bamsoet Channel. (dwi)

Continue Reading

Kategori

Topik Terkini

Trending