Connect with us

POLITIK

PB HMI Ajak Seluruh Rakyat Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Published

on

JAKARTA – Wacana perpanjangan masa jabatan Presiden hingga 2027 yang digulirkan oleh sejumlah pimpinan partai politik (Parpol) dan menteri di kabinet Jokowi, dinilai semakin menambah deretan kegaduhan juga ketimpangan yang terjadi selama kepemimpinan Jokowi khususnya di periode keduanya ini.

Bahkan, wacana tersebut dituding sengaja digulirkan untuk menutupi sejumlah permasalahan besar yang terjadi terkhusus dalam kurun waktu 2 tahun terakhir selama masa covid 19 mulai dari indikasi atau dugaan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) dalam kaitannya penggunaan dana covid 19 yang jumlahnya ribuan triliun namun tidak jelas pertanggungjawaban sampai sekarang, bisnis PCR yang diduga kuat melibatkan sejumlah menteri dimana negara ditengarai merugi puluhan triliun, program vaksinasi yang digenjot sedemikian rupa namun masih menyisahkan banyak persoalan di tengah masyarakat seperti produk vaksin yang masih belum jelas status kehalalannya khusus pada program vaksin booster sampai efek bagi kesehatan yang dialami oleh masyarakat pasca vaksin, tindak pidana korupsi yang diduga kuat menyeret anak presiden, gugatan penghapusan Presidential Treshold (PT) yang berulangkali di tolak oleh MK, mega proyek pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur yang sangat dipaksakan namun tidak realistis untuk dilakukan bila melihat situasi keuangan negara saat ini, sampai pada personalan kelangkaan minyak goreng serta sejumlah permasalahan sosial lainnya seperti polarisasi ummat Islam yang masih terus terjadi dan dipastikan adalah agenda kelompok Islamophobia yang tentunya sangat mengancam keutuhan NKRI.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO), Affandi Ismail Hasan, mengatakan bahwa selain menambah kegaduhan, wacana itu juga semakin menggambarkan betapa kuatnya kepentingan dan cengkraman atau hegemoni oligarki dan kaum kapitalis neoliberal di Indonesia.

“Jika perpanjangan masa jabatan presiden ini benar-benar terjadi, maka jelas Rezim Jokowi telah melakukan pelanggaran terhadap konstitusi negara yang dalam hal ini adalah UUD 1945 yang secara jelas membatasi masa jabatan Jokowi berakhir pada tahun 2024 dan tidak ada lagi periode ke 3 bagi Jokowi sebagai Presiden RI sebagaimana bunyi pasal 7 yaitu presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk 1 kali masa jabatan,” ujarnya dalam rilis tertulis, Minggu (27/2)

Menurutnya, menjadikan agenda pemulihan ekonomi nasional sebab terpaan pandemi Covid-19 sebagai alasan penambahan masa jabatan presiden sangatlah tidak rasional dan bahkan sejatinya kontradiktif dengan realitas yang ada dimana justru kemunduran atau keterpurukan ekonomi nasional dan sektor lainnya termasuk stabilitas politik dan demokrasi itu terjadi disebabkan oleh ketidakmampuan rezim Jokowi di dalam mengelola negara dengan baik sebab telah terjebak dan menjadi bahagian dalam lingkaran kepentingan oligarki bisnis dan juga oligarki politik. Bahkan ia menuding, ada upaya untuk menutupi permasalahan sebenarnya yang terjadi di Indonesia.

“Di balik itu ada agenda besar yaitu untuk memuluskan pemindahan IKN dan dimungkinkan beberapa agenda oligarki lainnya yang menjadikan situasi pandemi ini sebagai tameng untuk memuluskan kepentingan mereka.”

Selain mengatakan bahwa perpanjangan masa jabatan presiden adalah inkonstitusional karena bertentangan dengan UUD 1945, Affandi juga menegaskan, bahwa jika ini benar – benar terjadi maka jelas dapat menjadi alasan untuk pemakzulan Jokowi karena secara garis besar telah mengkhianati dan mencederai Demokrasi, semangat Reformasi 1998 serta UUD 1945, sehingga malah justru dapat memicu kemarahan rakyat dan kemudian melakukan people power.

Olehnya itu, pihaknya pun akan terus berdiri digarda terdepan bersama rakyat dalam memastikan tegaknya konstitusi, dan menghalau wacana perpanjangan masa jabatan presiden itu terjadi demi bersama menjaga stabilitas iklim demokrasi Pancasila yang sesungguhnya di Indonesia yaitu demokrasi yang sehat, jujur dan adil.

“Jika Rezim Jokowi tidak mampu menegakkan konstitusi negara atas nama kepentingan rakyat dan bukan segelintir oligarki dan bahkan justru berpotensi melanggar konstitusi, maka PB HMI memastikan dirinya akan terus bersama dengan rakyat berjuang menegakkan konstitusi negara untuk Indonesia berdaulat, adil, makmur dan BERPERADABAN,” tegasnya.

Affandi menambahkan olehnya itu PB HMI mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menolak perpanjangan masa jabatan PresidenPresiden tersebut. (aff)

NASIONAL

PSR Beri Bantuan Sembako Untuk Masyarakat Jembrana

Published

on

Anggota Komisi VI DPR RI Putu Supadma Kembali turun ke masyarakat dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Dalam kesempatan tersebut, Putu Supadma Kembali memberikan arahan dan pentingnya bagi masyarakat untuk menjaga persatuan NKRI dan bergotong royong antar sesama.

Dalam hal gotong royong ini, Putu Supadma juga memberikan bantuan kepada masyarakat Jembrana berupa sembako yang diharapkan mampu menjadi vitamin bagi tumbuhnya perekonomian di Bali.

“Saya mengajak pentingnya masyarakat Bali untuk saling gotong royong dan saling bahu membahu. Karena kita bisa kuat jika kita Bersama dan Bersatu. Karenanya saya sedikit memberikan bantuan untuk masyarakat Jembrana berupa sembako yang diharapkan mampu menjadi vitamin dalam pemulihan ekonomi di Bali,” ujar Putu Supadma Rudana, usai menghadiri kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Wantilan Desa Yehembang, Banjar Baler Bale Agung, Desa Yehembang, Kec Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali  pada Kamis, 21 April 2022.

Dalam kesempatan ini, Politisi Demokrat juga menyampaikan perihal pemulihan ekonomi pasca pandemic covid 19 ini yang kini mulai terdapat tanda-tanda positif. Hal ini adalah berkat kolaborasi yang intens antara DPR RI dengan pemerintah yang mulai berani melakukan pelonggaran kegiatan masyarakat disaat situasi covid 19 mulai terkendali dengan baik pasca dilakukan vaksinasi dan booster.

“Kami di DPR terus mendorong agar pemerintah jangan lengah, sekali ada penurunan jumlah kasus, maka itu adalah kesempatan untuk menghidupkan Kembali perekonomian. Dan kini perlahan, wisatawan mulai datang ke Bali walaupun belum maksimal. Kita pada Maret 2022 lalu berhasil menggelar sidang IPU di Bali, itu adalah pintu masuk kepercayaan bagi turis mancanegara untuk Kembali wisata di Bali,” terang Putu.

Selain itu, PSR juga terus menggelorakan nilai dasar Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 sebagai fondasi dasar yang harus digeloarakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lalu diakhir kegiatan diisi oleh sesi tanya jawab oleh peserta yang hadir dan langsung dijawab oleh Putu Supadma Rudana. Bagi Putu, masukan yang datang akan menjadi catatan untuk menjadi bahan pembahasan di Komisi VI DPR RI dengan mitra kerja terkait. (mh)

Continue Reading

POLITIK

PR Besar Di Pemkab Bekasi, Ini Kata Gunawan Bani Kundang

Published

on

Kabupaten Bekasi – Terkait pergantian Plt Bupati Bekasi ke PJ menuai pertanyaan publik dan para pengamat kebijakan di Kabupaten Bekasi.

Banyaknya kekosongan jabatan di tingkat Kepala Dinas menjadi polemik dan pekerjaan rumah di Pemkab Bekasi yang sampai saat ini belum diselesaikan.

Gunawan Bani Kundang salah satu tokoh masyarakat yang vokal mengamati kebijakan Pemkab Bekasi mengatakan, “Jika merujuk ke UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemda, sangat jelas ketika Masa Jabatan Bupati berakhir diganti oleh Penjabat Bupati (Pj). Artinya, ada atau tidaknya surat Pemprov tentang pengusulan pemberhentian Plt Bupati Bekasi tidak berpengaruh terhadap kondisi Kabupaten Bekasi saat ini. Karena apapun alasannya dengan berakhirnya masa jabatan Bupati Bekasi akan tetap diisi karena amanat UU, tutur Gunawan.

“Justru, Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang digawangi Gubernur Ridwan Kamil harusnya peduli dan peka dengan kondisi Pemerintahan Kabupaten Bekasi saat ini, yang mana dengan banyaknya kekosongan jabatan eselon yang belum juga diisi karena terbentur aturan, bahwa Plt Bupati hanya dibolehkan melakukan rotasi mutasi setelah terlebih dahulu mendapat ijin dari Mendagri dan ini yang menjadi kendalanya, sebab sampai saat ini surat rekomendasi ijin rotasi mutasi belum juga turun dari Kemendagri, ungkapnya, (Rabu 06/04).

Gunawan menjelaskan, “Apalagi dengan adanya surat dari Pemprov Jabar mengenai proses pengusulan pemberhentian Plt Bupati Bekasi, terkesan pemprov lebih mementingkan (egosentris) pengisian penjabat Bupati Bekasi dibandingkan membantu penyelesaian masalah yang sedang dihadapi Pemerintah Kabupaten Bekasi, yaitu krisis kepemimpinan di organisasi perangkat daerah (OPD), sindirnya.

Menurut saya sambung Gunawan, sebagai masyarakat yang berkeinginan roda Pemerintahan Kabupaten Bekasi berjalan efektif, tentunya Pemprov Jabar tidak boleh berdiam diri, membangun komunikasi dan koordinasi dengan Kemendagri untuk membuka sumbatan-sumbatan yang terjadi di Kabupaten Bekasi baik persoalan pengangakatan Plt Bupati menjadi Bupati maupun persoalan pengisian kekosongan jabatan eselon.
“Saya rasa penyelesaian kedua persoalan tersebut akan menjadi solusi terbaik bagi pemkab Bekasi, tuturnya.

Masih menurut Gunawan, Perlu diingat, bahwa jabatan Plt. Bupati lebih berpeluang dalam rangka menjalankan organisasi pemerintahan yang baik sebab Plt Bupati bisa diangkat menjadi Bupati definitif karena UU mengatur. Sementara jabatan Penjabat Bupati (Pj) tidak memungkinkan untuk menjadi Bupati definitif karena UU tidak mengaturnya, pungkas Pria yang juga Ketua Umum LSM Sniper Indonesia.
(CP/red)

Continue Reading

POLITIK

PSR Gelar Sosialisasi 4 Pilar, Teguhkan Penguatan Sektor Ekonomi

Published

on

Anggota DPR RI Putu Supadma Rudana saat menghadiri Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jembrana, Bali

Anggota Komisi VI DPR RI Putu Supadma Rudana (PSR) kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan untuk meneguhkan kembali Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 sebagai landasan pijak bangsa Indonesia dalam melangkah.

Dalam kesempatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Bale Banjar Terusan, Desa Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Prov. Bali ini, Putu Supadma memaparkan sejumlah hal terkait upaya gotong royong dalam pemulihan Bali sebagai epicentrum pariwisata. Gotong royong menurut Politisi Demokrat ini adalah kunci utama dalam mengembalikan Bali seperti 2 tahun lalu.

“Pandemi telah melumpuhkan ekonomi di Bali. Tapi saat ini kita sedang upaya untuk mengembalikan itu. Kita di pusat telah sukses menggela IPU 144 di Bali, mengundang ketua parlemen di dunia untuk datang ke Bali. Ini memberikan keyakinan pada dunia bahwa Bali sudah siap pulih. Dan kesuksesan IPU 144 adalah berkat gotong royong,” ujar Putu Supadma Rudana usai menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada tanggal 27 Maret 2022 lalu.

Selain itu, PSR sapaan akrabnya juga mengajak masyarakat Bali, terutama tokoh masyarakat, influencer dan netizen untuk dapat menggelorakan kembali Bali sebagai epicentrum pariwisata di media sosial. Karena dengan platform itu bisa menjadi jembatan bagi warga negara Internasional untuk kembali wisata ke Bali. Lalu juga para pegiat UMKM untuk dapat kembali bersiap-siap menyambut para wisatawan mancanegara.

“Semua lini harus digelorakan, bahwa Bali sudah siap kembali. Semangat kebangsaan kita harus kita curahkan dalam pemulihan ekonomi ini. Saya yakin jika kita bersama-sama akan selalu kuat dalam menyikapi berbagai tantangan,” jelas Putu.

Hadir dalam kesempatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini yakni masyarakat Desa Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana yang cukup antusis menyambut kehadiran Wakil Ketua BKSAP DPR RI tersebut. Tersematkan sejumlah harapan masyarakat Jembrana agar PSR yang juga duduk di Komisi VI DPR RI dapat memberikan solusi terhadap mahalnya harga minyak goreng.

“Semua aspirasi kita tampung dan akan saya follow up di Komisi VI, terutama yang menyangkut minyak goreng. Kita memahami bahwa saat ini masyarakat sangat menjerit, dan kami akan tindaklanjuti saat rapat dengan pemerintah,” tutup Putu. (mh)

 

Continue Reading

Kategori

Topik Terkini

Trending