Connect with us

PENDIDIKAN

Pemuda Asal Lamongan Nekad Jual Perhiasan istri Demi Membangun Yayasan Yatim Dhuafa & Pesantren

Published

on

Lamongan – Pemuda asal lamongan Sulap Barongan (kebun Bambu) jadi Gedung Yayasan Amal Jariyah Nusantara Yatim-Dhuafa dan Pondok Pesantren Al Badar, tetangga sekitar kampung biasa menyapanya dengan nama kecil Gus Hadi.

Pria bernama lengkap DR (c). Hadi Satrio, S.H., M.H. nekad menjual perhiasan istrinya demi untuk membangun sebuah Yayasan Amal Jariyah Nusantara, serta sebuah Pondok Pesantren (ponpes-red) di Jl. Komplek Langgar Ash-Shiroth, Blok Langgar No.004 RT.001/001, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan-Jawa Timur.


Saat diwawancara oleh awak media kala dilaksanakannya kegiatan Do’a Bersama sekaligus Santunan Yatim Dhuafa di Aula Yayasan Amal Jariyah Nusantara pada Jum’at (29/4/2022), Gus Hadi menuturkan “saya dibantu oleh saudara-saudara seperti Binnuri, Nursaid, Nurhasim, Bambang Sutejo serta Budi Harjo Sukoco bahu membahu mewujudkan cita-cita mulia agar dapat menjadi orang yang penuh manfaat bagi warga kampung,” Jelas Gus Hadi.

Gus Hadi menambahkan, hal tersebut didasari atas rasa keperhatinannya melihat banyak orang yang terfokus membangun tempat-tempat ibadah mewah, namun banyak tetangga sekitarnya yang serba kekurangan terutama anak-anak yatim dan dhuafa, dari situlah akhirnya Gus Hadi memutuskan membangun gedung Yayasan serta Pondok Pesantren (Ponpes-red) untuk menampung dan mengurusi para yatim dan dhuafa yang serba kekurangan, saat ini ada sekitar 45 anak-anak yatim dan dhuafa yang diasuh oleh Pondok Pesantren tersebut.

“apabila ada yang ingin membantu amal jariyah, serta menshodaqohkan sebagian hartanya bisa menghubungi ketua yayasan Bapak. Drs. Yusro, M.Pd. +62 813-3236-6655,” Pungkas Gus Hadi.
(Redaksi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

Lomba MTQ Juaranya Terbatas, Pemenang Lailatul Qadar Bisa Banyak Orang

Published

on

SOLOK – Anggota DPR RI dari dapil Sumbar I Hermanto dalam kunjungan kerjanya di daerah pemilihan singgah di Nagari Batubajanjang, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok. Dalam kunjungan tersebut Hermanto diminta memberikan sambutan pada pembukaan acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nagari setempat di Masjid Jami Batubajanjang.

“Pelaksanaan MTQ ini sudah masuk pada 10 malam terakhir di Bulan Ramadhan, dimana di satu malam diantaranya ada Lailatul Qadar (malam qadar),” ucap Hermanto dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan MTQ yang berlangsung remang-remang karena aliran listrik padam akibat hujan deras.

Lailatul Qadar itu, lanjutnya, lebih baik dari 1000 bulan atau sekitar 83 tahun. “Saat ini malam tersebut ada dihadapan kita, hanya kita tidak tahu di malam yang mana yang bernilai Lailatul Qadar. Karena itu mari kita isi malam-malam yang masih tersisa dengan itikaf di masjid untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT,” papar legislator dari FPKS DPR RI ini.

Hermanto berharap, kegiatan MTQ yang sengaja dilakukan di 10 malam terakhir bulan Ramadhan ini sekaligus mengingatkan masyarakat Islam bahwa saat ini ada Lailatul Qadar. “Harapannya, selain ada yang berlomba menjadi juara MTQ, seluruh masyarakat juga berlomba untuk mendapatkan Lailatul Qadar,” tuturnya.

“Kalau MTQ, juaranya hanya beberapa orang. Tapi kalau perlombaan meraih Lailatul Qadar, juaranya bisa banyak orang,” pungkas Hermanto.

Batubajanjang adalah salahsatu nagari terpencil di Kabupaten Solok. Untuk mencapainya dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dari Kota Solok. Sebelum kegiatan membuka MTQ, dalam kesempatan kunjungan ke nagari tersebut Hermanto juga turut membagikan makanan ringan untuk buka puasa di Jorong Kampung Tangah dan buka puasa bersama tokoh setempat di jorong Koto Tuo.

Setelah membuka kegiatan MTQ di Nagari Batubajangjang, Hermanto melanjutkan perjalanan ke Nagari Simanau masih di Kecamatan Tigo Lurah. Di nagari ini Hermanto berserta tim mengadakan itikaf di Masjid Baitul Makmur dan pagi keesokan harinya memberikan ceramah subuh dilanjutkan menyerap aspirasi masyarakat setempat. (Joko)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Pos Baca BOCAH ANGON Dikunjungi Siswa/i Pustakawan SMPIT Daarut Tarbiyah Indonesia

Published

on

BEKASI – Dalam rangka turut serta mewujudkan perpustakaan sekolah yang profesional dan menyukseskan Gerakan Literasi Nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, sejumlah siswa/i SMPIT Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI-red) yang juga tergabung sebagai siswa/i pustakawan di Perpustakaan Daarul Ilmi mengunjungi pos baca masyarakat Bocah Angon, Jum’at (04/03/2022).

Perpustakaan Daarul Ilmi yang terletak di Jl.Lapangan Bekasi Tengah mengirim pelajar SMPIT DTI ke pos baca bocah angon, lima pelajar yang sedang tergabung di program siswa/i pustakawan harus menyelesaikan tugas terakhirnya yang merupakan praktik literasi di masyarakat.

Para pelajar SMPIT DTI yang sedang pelatihan, sangat antusias dan semangat dalam meningkatkan budaya literasi di tengah lingkungan masyarakat. Mereka pun langsung mempraktikkan ilmu yang mereka dapat dari program pustakawan, mengajarkan anak-anak pos baca BOCAH ANGON untuk lebih mencintai buku serta meningkatkan keterampilan anak-anak dari gambar atau kertas origami.

Salah satu siswi bernama Silvi kepada awak media mengatakan, sangat senang dengan praktik langsung ke pos baca BOCAH ANGON, karena silvi bisa berinteraksi langsung dengan anak-anak dan masyarakat sehingga ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan.

“Saya sangat senang dengan kehadiran para pelajar yang suka dengan dunia buku atau literasi, apalagi sampai datang langsung ke pos baca masyarakat” Kata Syahrulloh pengurus pos baca BOCAH ANGON.


“Dengan hadirnya program siswa/i pustakawan untuk para pelajar semoga bisa meningkatkan budaya literasi dan keterampilan di masyarakat, sehingga tercapainya tujuan pendidikan. Kesadaran ini perlu diciptakan dari sejak dini, oleh karena itu perpustakaan daarul ilmi memulai program pustakawan untuk meningkatkan kesadaran literasi kepada para pelajarnya. Sudah saatnya Indonesia bangkit dan sadar akan budaya literasi.” Pungkas pria yang akrab disapa Shin.

(CP/red)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Pemotongan Gaji Guru Honor Kembali Terungkap, FPHI Laporkan ke KPK

Published

on

Kabupaten Bekasi – Pemotongan gaji guru honorer dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari APBN
yang diduga dilakukan oleh oknum bendahara sekolah kembali terungkap. Kali ini terjadi di SMPN 5 Cikarang Timur Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi yang terjadi pada tahun
2021.

Demikian, kembali diutarakan Forum Pembela Honorer Indonesia (FPHI) dalam pers rilisnya Minggu (20/2).

Dalam keterangan pers yang ditanda tangani oleh Ketua DPP FPHI Oem Supandi SPd, MSi dan Sekertaris Jenderalnya Misin Suhendra Arianto SPd, memaparkan, “Pendidikan dan kemampuan bagi anak bangsa tak lepas dari peran Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non Aparatur Sipil Negara (ASN),” kata Oem Supandi.

Lebih jauh Oem Supandi menjelaskan, pendidikan adalah usaha untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.

“Tingkat pendidikan berpengaruh terhadap persoalan sumberdaya manusia (SDM). Kedua hal tersebut menjadi perhatian utama bagi bangsa Indonesia. Kwalitas dan talenta yang dimiliki tiap individu kian dipandang sebagai kunci pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja dan inovasi. Sebab itulah pendidikan dan kemampuan dinilai penting bagi masyarakat indonesia. Berdasarkan pemetaan kondisi pendidikan saat ini 70% penduduk Indonesia berada di usia produktif,” terangnya.

Dijelaskan pula, penduduk usia produktif merupakan penduduk yang masuk dalam rentang usia antara 15 hingga 64 tahun. Penduduk usia tersebut dianggap sudah mampu menghasilkan barang maupun jasa dalam produksi. Usia produktif ini akan mempengaruhi pendidikan, baik sebagai anak didik maupun pendidik.

Sementara itu mayoritas murid menggunakan fasilitas internet dalam pembelajaran. Mengikuti perkembangan teknologi yang semakin canggih apalagi saat ini pembelajaran jarak jauh
(daring) karena masih covid 19.

Diakui Oem Supandi, “pendidikan sesuatu hal yang sangat fundamental bagi suatu negara, karena semakin baiknya pendidikan di suatu negara maka akan melahirkan anak-anak bangsa yang cerdas, berkarakter dan bermoral baik.”

“Hal ini sesuai dengan undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional pada pasal 3 yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membetuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, ini tidak lepas dari peran seluruh tenaga pendidik yang mayoritas berstatus Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non Aparatur Sipil Negara (ASN).”

“Ttapi kenyataannya Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti dikelas dua’kan dalam organisasi pendidikan, sementara tugas dan amanahnya sama seperti guru Aparatur Sipil Negara
(ASN), mestinya Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non Aparatur Sipil Negara (ASN) diberikan porsi dan kesejahteraan yang adil sesuai standar Upah Minimum Kabupaten Bekasi (UMK) sesuai dengan
Nomor 1 Lembaran Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2021. Peraturan daerah Kabupaten Bekasi
Nomor 1 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pendidikan (Perda Pendidikan)

“Jikapun belum demikian, para Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat-sangat memaklumi kondisi Kabupaten Bekasi saat ini, tetapi yang menjadi gugatan Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non Aparatur Sipil Negara (ASN) banyak sekali, hak-hak yang diberikan kepadanya.” tegas Oem Supandi.

Masih kata Oem Supandi, “akan tetapi diduga banyak disunat/dipotong tanpa dasar yang jelas oleh oknum operator sekolah, oknum bendahara sekolah dan oknum kepala sekolah, terutama Bantuan Opersional Sekolah Anggaran Pendapatan Belanja Negara (BOS APBN) yang mayoritas disinyalir secara masif dilakukan hampir semua sekolah SDN/SMPN di 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi, yang seharusnya
Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapatkan jasa (Gaji) pada tiap bulannya sebesar sebesar Rp2.800.000, dengan perincian Rp. 700.000, dari BOS APBN dan Rp. 2.100.000, dari APBD, jikapun berdasarkan strata pendidikan (ijazah) kami sangat memaklumi karena selisihnya sangat kecil. Yang kami gugat adalah potongan dana Jasa (gaji) yang harusnya kami terima diduga dipotong secara sewenang-wenang tanpa pertanggungjawaban.” bebernya.

“Hal di atas terjadi mayoritas di sekolah SDN/SMPN se-Kabupaten Bekasi, setelah yang terjadi
juga sempat viral di SDN Telaga Asih 06 Desa Telagaasih Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi dan di SDN Pahlawan Setia 01 Desa Pahlawan Setia Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi.” tandasnya.

Sementara itu, Misin Suhendra Arianto SPd mengungkapkan hari ini, Senin (21/2) terungkap lagi kejadian serupa di SMPN 5 Cikarang Timur Kacamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi yang terjadi pada tahun
2021.

“Disiyalir terjadi pemotongan secara masif dari yang seharusnya diterima Rp700.000/perbulan kenyataannya ditranfer Rp300.000/bulan dan itupun masih ada potongan lagi
senilai Rp50.000/bulan, berarti saat uang diterima dikembalikan lagi ke oknum bendahara sekolah
pertiga bulan Rp150.000/orang,” ungkap Misin.

Dirinya menambahkan, “setelah berita ini viral dan pihak sekolah akan dipanggil inspektorat
Kabupaten Bekasi, maka disinyalir oknum kepala sekolah tersebut merekayasa (mendramatisir)
mengkondisikan bahwa uang Rp150.000 itu untuk pembayaran koperasi di sekolah, hal itu diduga dilakukan guna mengelabui dana potongan pungutan liar (pungli) tersebut.” paparnya.

Misin menjelaskan, “awalnya diduga pemotongan Dana BOS APBN yang berjumlah Rp150.000 itu direkayasa peruntukan patungan untuk honorer yang tidak mendapatkan dana
BOS APBN, sekarang diduga direkayasa menjadi pembayaran untuk koperasi sekolah.” tukas Misin.

Untuk diketahui bahwa pungutan liar (pungli) atau potongan tersebut diduga terjadi hampir disemua sekolah SDN/SMPN di Kabupaten Bekasi, hal ini sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan korupsi Republik Indonesia (KPK RI).
(CP/red)

Continue Reading

Kategori

Topik Terkini

Trending