Connect with us

PENDIDIKAN

Penasehat Komite SMAN 10 Padang: Sam Salam Kembali Memimpin Komite

Published

on

abarakyat,(Padang)- Penasehat Komite Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Padang
Maidestal Hari Mahesa mengatakan, Sam Salam kembali menjadi Ketua Komite SMA Negeri 10 Padang.

“Alhamdulillah, Sam Salam kembali menjadi Ketua Komite SMA Negeri 10 Padang,saya mengacungkan jempol kepada pihak-pihak yang telah memulihkan nama baik Sam Salam sebagai Ketua Komite,”ujar Maidestal Hari Mahesa melalui keterangan tertulis kepada redaksi Minggu, 25 Agustus 2019.

Menurut Maidestal Hari Mahesa, pihaknya menganggap Sam Salam sangat mamahami pola perkomitean dan juga sangat faham dengan dunia pendidikan yang beliau “kecimpungi’ bertahun tahun sebelum menjabat menjadi ketua komite.

Tampak depan SMA 10 Padang
“Saya dan kawan-kawan alumni berharap tidak lagi ada “pembekuan” atau “caretaker” oleh pihak pihak yang seharusnya memahami aturan perkomitean,”ujar Maidestal Hari Mahesa yang lebih dikenal dengan nama ESA, mantan anggota DPRD kota Padang 3 kali berturut-turut.

Dikatakan Mahesa, Sam Salam didukung oleh anggota komite dan korlas sesuai surat korlas menolak pembekuan Komite kepada Pihak sekolah. Ketua Komite dipilih secara demokrasi oleh anggotanya, bukan pihak sekolah.

“Penggalangan Dana yang “distop” oleh Rapat pleno Korlas tentu bukan tanpa alasan,sebelum Penggalangan Dana, komite diamanahkan aturan untuk menentukan siswa yang kurang mampu dalam bentuk Surat Keputusan Komite,hal ini tidak dilakukan oleh komite terdahulu sebelum Sam Salam,ini akan menjadi masalah besar kalau Sam Salam melanjutkan hal ini,” ujar Esa yang juga alumni SMAN 10 Padang ini.

Lanjut Mahesa,pihaknya mengingatkan ketua komite dan anggotanya (korlas dan anggotanya), agar mematuhi peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan.

“Saya mengingatkan Ketua Komite dan anggotanya agar mematuhi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan terutama larangan pasal 181 ayat b yang berbunyi dilarang memungut biaya dalam memberikan bimbingan belajar atau les kepada peserta didik di satuan pendidikan,jangan sampai pihak-pihak yang melanggar aturan ini berurusan dengan pihak yang berwajib,” kata Esa mengingatkan.

Dijelaskan Esa,barangkali ini salah satu alasan kenapa ketua komite Sam Salam merestui penghentian penggalangan dana tersebut.

“Silahkan tanya Sam Salam,saya mendengar bahwa AD ART Komite SMA Negeri 10 Padang sudah disepakati oleh pihak sekolah dan pihak komite, sebagai acuan bagi komite dalam menjalankan tugasnya,”ujar Esa.

Ini suatu prestasi bagi Komite SMAN 10 Padang, yang selama ini berjalan “tidak punya aturan tertulis” yang berujung kepada “konflik” di sekolah, padahal AD ART Komite diperintahkan oleh Permen Dikbud Nomor 75 tahun 2016.

“Saya berharap Sam Salam yang dipilih beberapa bulan lalu akan selalu mematuhi aturan, tanpa aturan AD ART tentu beliau belum bisa menjalankan perkomitean dengan sebaiknya,” Tegas Esa.

Disamping itu ada aturan Pergub no 31 tahun 2018 bahwa penggalangan dana agar tidak dilakukan kepada orang yang tidak mampu.

“Saya dan kawan-kawan sudah meminta Ketua Komite agar segera membentuk Korlas dan mengukuhkan melalui Surat Keputusan Komite bagi siswa yang tidak mampu, sesuai dengan amanah Pergub tersebut,kita berharap jangan ada pihak pihak yang tidak faham aturan mencoba untuk merusak “almamater” kami, jelas kami tidak tinggal diam,” Esa mengakhirinya.

Ketua Komite SMA Negeri 10 Padang, Sam Salam mengatakan, ya begitulah adanya.

“Ya begitulah adanya” ujar Sam Salam singkat.(pms)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

Pemuda Asal Lamongan Nekad Jual Perhiasan istri Demi Membangun Yayasan Yatim Dhuafa & Pesantren

Published

on

Lamongan – Pemuda asal lamongan Sulap Barongan (kebun Bambu) jadi Gedung Yayasan Amal Jariyah Nusantara Yatim-Dhuafa dan Pondok Pesantren Al Badar, tetangga sekitar kampung biasa menyapanya dengan nama kecil Gus Hadi.

Pria bernama lengkap DR (c). Hadi Satrio, S.H., M.H. nekad menjual perhiasan istrinya demi untuk membangun sebuah Yayasan Amal Jariyah Nusantara, serta sebuah Pondok Pesantren (ponpes-red) di Jl. Komplek Langgar Ash-Shiroth, Blok Langgar No.004 RT.001/001, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan-Jawa Timur.


Saat diwawancara oleh awak media kala dilaksanakannya kegiatan Do’a Bersama sekaligus Santunan Yatim Dhuafa di Aula Yayasan Amal Jariyah Nusantara pada Jum’at (29/4/2022), Gus Hadi menuturkan “saya dibantu oleh saudara-saudara seperti Binnuri, Nursaid, Nurhasim, Bambang Sutejo serta Budi Harjo Sukoco bahu membahu mewujudkan cita-cita mulia agar dapat menjadi orang yang penuh manfaat bagi warga kampung,” Jelas Gus Hadi.

Gus Hadi menambahkan, hal tersebut didasari atas rasa keperhatinannya melihat banyak orang yang terfokus membangun tempat-tempat ibadah mewah, namun banyak tetangga sekitarnya yang serba kekurangan terutama anak-anak yatim dan dhuafa, dari situlah akhirnya Gus Hadi memutuskan membangun gedung Yayasan serta Pondok Pesantren (Ponpes-red) untuk menampung dan mengurusi para yatim dan dhuafa yang serba kekurangan, saat ini ada sekitar 45 anak-anak yatim dan dhuafa yang diasuh oleh Pondok Pesantren tersebut.

“apabila ada yang ingin membantu amal jariyah, serta menshodaqohkan sebagian hartanya bisa menghubungi ketua yayasan Bapak. Drs. Yusro, M.Pd. +62 813-3236-6655,” Pungkas Gus Hadi.
(Redaksi)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Lomba MTQ Juaranya Terbatas, Pemenang Lailatul Qadar Bisa Banyak Orang

Published

on

SOLOK – Anggota DPR RI dari dapil Sumbar I Hermanto dalam kunjungan kerjanya di daerah pemilihan singgah di Nagari Batubajanjang, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok. Dalam kunjungan tersebut Hermanto diminta memberikan sambutan pada pembukaan acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nagari setempat di Masjid Jami Batubajanjang.

“Pelaksanaan MTQ ini sudah masuk pada 10 malam terakhir di Bulan Ramadhan, dimana di satu malam diantaranya ada Lailatul Qadar (malam qadar),” ucap Hermanto dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan MTQ yang berlangsung remang-remang karena aliran listrik padam akibat hujan deras.

Lailatul Qadar itu, lanjutnya, lebih baik dari 1000 bulan atau sekitar 83 tahun. “Saat ini malam tersebut ada dihadapan kita, hanya kita tidak tahu di malam yang mana yang bernilai Lailatul Qadar. Karena itu mari kita isi malam-malam yang masih tersisa dengan itikaf di masjid untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT,” papar legislator dari FPKS DPR RI ini.

Hermanto berharap, kegiatan MTQ yang sengaja dilakukan di 10 malam terakhir bulan Ramadhan ini sekaligus mengingatkan masyarakat Islam bahwa saat ini ada Lailatul Qadar. “Harapannya, selain ada yang berlomba menjadi juara MTQ, seluruh masyarakat juga berlomba untuk mendapatkan Lailatul Qadar,” tuturnya.

“Kalau MTQ, juaranya hanya beberapa orang. Tapi kalau perlombaan meraih Lailatul Qadar, juaranya bisa banyak orang,” pungkas Hermanto.

Batubajanjang adalah salahsatu nagari terpencil di Kabupaten Solok. Untuk mencapainya dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dari Kota Solok. Sebelum kegiatan membuka MTQ, dalam kesempatan kunjungan ke nagari tersebut Hermanto juga turut membagikan makanan ringan untuk buka puasa di Jorong Kampung Tangah dan buka puasa bersama tokoh setempat di jorong Koto Tuo.

Setelah membuka kegiatan MTQ di Nagari Batubajangjang, Hermanto melanjutkan perjalanan ke Nagari Simanau masih di Kecamatan Tigo Lurah. Di nagari ini Hermanto berserta tim mengadakan itikaf di Masjid Baitul Makmur dan pagi keesokan harinya memberikan ceramah subuh dilanjutkan menyerap aspirasi masyarakat setempat. (Joko)

Continue Reading

PENDIDIKAN

Pos Baca BOCAH ANGON Dikunjungi Siswa/i Pustakawan SMPIT Daarut Tarbiyah Indonesia

Published

on

BEKASI – Dalam rangka turut serta mewujudkan perpustakaan sekolah yang profesional dan menyukseskan Gerakan Literasi Nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, sejumlah siswa/i SMPIT Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI-red) yang juga tergabung sebagai siswa/i pustakawan di Perpustakaan Daarul Ilmi mengunjungi pos baca masyarakat Bocah Angon, Jum’at (04/03/2022).

Perpustakaan Daarul Ilmi yang terletak di Jl.Lapangan Bekasi Tengah mengirim pelajar SMPIT DTI ke pos baca bocah angon, lima pelajar yang sedang tergabung di program siswa/i pustakawan harus menyelesaikan tugas terakhirnya yang merupakan praktik literasi di masyarakat.

Para pelajar SMPIT DTI yang sedang pelatihan, sangat antusias dan semangat dalam meningkatkan budaya literasi di tengah lingkungan masyarakat. Mereka pun langsung mempraktikkan ilmu yang mereka dapat dari program pustakawan, mengajarkan anak-anak pos baca BOCAH ANGON untuk lebih mencintai buku serta meningkatkan keterampilan anak-anak dari gambar atau kertas origami.

Salah satu siswi bernama Silvi kepada awak media mengatakan, sangat senang dengan praktik langsung ke pos baca BOCAH ANGON, karena silvi bisa berinteraksi langsung dengan anak-anak dan masyarakat sehingga ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan.

“Saya sangat senang dengan kehadiran para pelajar yang suka dengan dunia buku atau literasi, apalagi sampai datang langsung ke pos baca masyarakat” Kata Syahrulloh pengurus pos baca BOCAH ANGON.


“Dengan hadirnya program siswa/i pustakawan untuk para pelajar semoga bisa meningkatkan budaya literasi dan keterampilan di masyarakat, sehingga tercapainya tujuan pendidikan. Kesadaran ini perlu diciptakan dari sejak dini, oleh karena itu perpustakaan daarul ilmi memulai program pustakawan untuk meningkatkan kesadaran literasi kepada para pelajarnya. Sudah saatnya Indonesia bangkit dan sadar akan budaya literasi.” Pungkas pria yang akrab disapa Shin.

(CP/red)

Continue Reading

Kategori

Topik Terkini

Trending