Connect with us

PARLEMEN

Petani Patut Diapresiasi karena Berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi

Published

on

PESISIR SELATAN – Meski Hari Tani Nasional 24 September sudah berlalu, namun peringatannya tetap berlanjut. Anggota DPR Dapil Sumbar I Hermanto memperingatinya dengan ikut panen di sawah petani dilanjutkan menyerahkan 2 saluran irigasi tersier di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (2/10/2021).

“Peringatan Hari Tani merupakan bentuk apresiasi kepada petani di seluruh Indonesia,” ujar Hermanto dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.

Menurutnya, para petani patut mendapat apresiasi karena telah memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi. “Mereka bekerja luar biasa sehingga sektor pertanian tetap mengalami pertumbuhan positif,” ucapnya.

“Di masa pandemi covid-19 ini, semua sektor mengalami pertumbuhan negatif kecuali pertanian tumbuh positif,” tambah legislator dari FPKS DPR ini.

Sektor pertanian, jelasnya, memproduksi pangan. “Pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat dalam jumlah yang cukup dan bergizi akan meningkatkan antibodi. Dengan antibodi tersebut maka masyarakat akan tahan terhadap berbagai serangan penyakit termasuk covid-19,” tutur Hermanto.

“Pertanian merupakan sektor yang paling kontributif dalam mengurangi dampak pandemi covid,” pungkas legislator Komisi IV DPR RI ini.

Pada rangkaian kegiatan peringatan Hari Tani di Kabupaten Pesisir Selatan, Hermanto mengikuti kegiatan panen di Kampung Tanah Keras, Nagari Gurun Panjang Barat, Kecamatan Bayang. Selanjutnya menyerahkan 2 jaringan irigasi tersier bantuan pemerintah masing-masing kepada kelompok tani Banda Malintang di Kampung Ganting, Nagari Kapeh Panji Jaya Talaok, Kecamatan Bayang dan kelompok tani Banda Cubadak di Kampung Kapencong, Nagari Kapelgam Kotoberapak, Kecamatan Bayang.

Dalam kegiatan tersebut Hermanto didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan Nuzirwan dan 3 tokoh muda setempat Irwan Gunawan, Efrianto dan Eko Kurniawan. (JOKO)

PARLEMEN

Segera Anulir Penetapan UMK, Sekjen PKS: Pemerintah Harus Patuh!

Published

on

JAKARTA – Sekjen DPP PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi meminta pemerintah harus segera menganulir penetapan Upah Minimum Kabupaten atau Kota atau UMK pasca ditetapkan hasil uji materi UU Cipta Kerja oleh MK. Bagi Habib Aboe, menganulir penetapan UMK sebuah kewajiban.

“Langkah pertama yang harus dilakukan oleh pemerintah paska Putusan Mahkamah Konstitusi Terkait Pengujian UU Cipta Kerja adalah menganulir penetapan UMK. Hal ini sejalan dengan amar putusan yang telab ditetapkan oleh MK,” kata Habib Aboe pada wartawan Lintas Parlemen, Sabtu (27/11/2021).

Habib Aboe menyampaikan, salah amar putusan MK adalah penangguhan kebijakan strategis terkait UU Cipta Kerja. Dimana amar putusan MK menyatakan untuk menangguhkan segala tindakan/kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas, serta tidak dibenarkan pula menerbitkan peraturan pelaksana baru yang berkaitan dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Tentu ini wajib dipatuhi dan segera dilaksanakan oleh pemerintah.

Menurut Ketua MKD DPR RI ini, UMK adalah kebijakan strategis dan berdampak luas sebagaimana dimaksudkan oleh MK, karenanya kebijakan UMK ini harus dianulir.

“Karena UMK 2022 didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan untuk menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022. Dimana aturan tersebut merupakan turunan dari Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” jelas Habib Aboe.

Ia menegaskan, pada satu sisi penetapan UMK dengan PP tersebut mendapat penolakan yanv masif dari buruh. Sedangkan pada sisi yang lain legal standing penetapan UMK tersebut dianggap MK tidak konstitusional.

Oleh karenanya, lanjut Anggota Komisi III DPR RI ini, pemerintah wajib patuh terhadap putusan MK tersebut, agar tidak menggunakan Perhitungan UMK 2022 menggunakan PP 36 Tahun 2021.

“Tentunya, seharusnya jika mengikuti amar putusan MK, pemerintah mengacu pada PP Nomor 78 Tahun 2015 untuk menetapkan UMK 2022,” pungkasnya. (HMS)

Continue Reading

PARLEMEN

Hermanto: Maggot Pakan Mampu Turunkan Biaya Produksi Ternak

Published

on

BATUSANGKAR – Anggota DPR RI Dapil Sumbar I Hermanto dalam kunjungan kerjanya di daerah pemilihan menyempatkan bertemu dengan petani Kabupaten Tanah Datar guna mensosialisasikan manfaat maggot dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Ekspor Budidaya Maggot di Hotel Emersia, Batusangkar, Sabtu (20/11/2021). Ia berharap ada dari peserta kegiatan ini kelak menjadi eksportir maggot.

“Maggot itu berasal dari salahsatu jenis ulat. Banyak orang jijik saat melihat ulat. Tapi kini yang terlihat jijik itulah yang kita kelola menjadi intan permata,” ujar Hermanto dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut.

Maggot, jelasnya, memiliki multifungsi. Maggot merupakan alternatif pakan ternak yang kaya protein. “Penggunaan maggot sebagai pakan mampu menurunkan biaya produksi ternak,” ucap legislator dari FPKS DPR RI ini.

Maggot, lanjutnya, mampu mengurai limbah organik menjadi pupuk organik. “Ini berarti maggot berperan aktif dalam kelestarian lingkungan dan berkontribusi menyuburkan tanaman,” papar Hermanto.

Dengan demikian, katanya, budidaya maggot tidak sulit. Bahan bakunya berupa sampah organik, murah dan mudah didapat. “Kesuksesan dalam budidaya maggot tergantung kedisiplinan kita. Disiplin mengumpulkan sampah organik,” tutur Hermanto.

Dengan sentuhan sains, mengelola sampah maka memanen maggot. “Mengubah barang yang semula tidak bermanfaat menjadi bermanfaat dan menghasilkan uang,” pungkas legislator dari Komisi IV DPR RI ini.

Kegiatan bimtek terselenggara atas kerjasama Badan Karantina Pertanian dengan Komisi IV DPR. Hadir dalam kegiatan ini Koordinator Keamanan Hayati Hewani Sri Endah Ekandari, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang Iswan Haryanto, Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Tanah Datar Nusirwan serta 3 tokoh setempat Adib Fadil, Firdaus Agus dan Ade Raunas. (Joko)

Continue Reading

PARLEMEN

DPR Sayangkan Kembali Terjadi Kebakaran Tangki Pertamina

Published

on

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI, Andi Yulinani Paris menyayangkan peristiwa kebakaran Tangki Pertamina, Cilacap Jawa Tengah.

“Terlalu sering kebakaran. Kami akan panggil Pertamina untuk mendapat penjelasan detil kebakaran ini. Apakah di kilang atau di bagian lain,”ujar Andi Yuliana Paris dalam pesan singkatnya kepada Parlementaria, Sabtu (12/11).

Politisi dari Fraksi PAN ini kembali menambahkan, harus ada audit forensik terhadap kelayakan alat. Termasuk menanyakan apakah semua alat di Kilang- Kilang memang rawan terhadap petir.

Sebagaimana diketahui telah terjadi kebakaran tangki Pertamina di Cilacap pada Sabtu (13/11) pukul 19.15 WIB. Konon, tangki 36T102 berisi Pertalite dengan level tangki 15,9 meter versus maximal level 20 meter atau sekitar volume 31.000 KL versus maximal 39.000 KL. (Ayu)

Continue Reading

Kategori

Topik Terkini

Trending