Connect with us

PARLEMEN

Pro Kontra Lomba Karya Tulis, BPIP Tidak Sensitif Soal kebangsaan Indonesia

Published

on

JAKARTA – Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menilai lomba karya tulis yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tendensius dan bernuansa benturan antara negara dan agama. Penilaian Fraksi PKS ditujukan pada tema karya tulis yaitu: hormat bendera menurut hukum Islam dan menyanyikan lagu kebangsaan menurut hukum Islam. Tema ini menjadi polemik dan mendapat kritik luas khususnya dari ormas-ormas Islam tanah air.

“BPIP sangat tidak sensitif terhadap kebangsaan Indonesia. Temanya tendensius dan bernuansa benturan antara negara dan agama. Padahal keduanya saling menguatkan nasionalisme Indonesia. Memang selama ini ada masalah dengan hormat bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan di kalangan umat mayoritas?,” tanya Jazuli Juwaini.

Anggota Komisi I DPR Dapil Banten ini meminta BPIP mencari tema-tema yang lebih subtantif, visioner, dan berkemajuan bagi generasi muda bangsa. Para santri, pelajar, mahasiswa kita pikirannya sudah maju koq disodorkan tema yang sudah lama selesai bahkan sudah final bagi Indonesia. Alih-alih tema ini bisa menimbulkan polemik dan kegaduhan di masyarakat.

Ketua Fraksi PKS ini meminta agar lomba tersebut dibatalkan saja atau dicarikan tema yang lebih relevan dan subtantif bagi kemajuan bangsa. Tema yang diangkat BPIP sama sekali tidak mencerminkan kondisi kebangsaan dan sosiologis masyarakat Indonesia.

“Masak di tengah rakyat Indonesia yang ingar bingar mengibarkan bendera merah putih di rumah masing-masing jelang 17 Agustus. Masyarakat antusias mengadakan aneka lomba termasuk lomba menyanyikan lagu kebangsaan seperti yang dilakukan struktur PKS. BPIP justru menayakan hukum keduanya dalam Islam,” tanya Jazuli heran.

Tema tersebut bukan hanya tidak sensitif tapi juga bisa dipersepsi melecehkan realitas historis dan sosiologis umat Islam Indonesia yang washatiyah (moderat). Umat yang sangat besar kontribusinya dalam pergerakan kemerdekaan serta pembentukan dasar dan konstitusi negara sebagai platform bersama.

“Relasi negara dan agama sudah diselesaikan secara arif dan bijaksana oleh tokoh-tokoh umat yang nasionalis ketika kita memutuskan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Keduanya saling menguatkan dan tidak terpisahkan membentuk nasionalisme Indonesia yang relijius. BPIP jangan mengusik lagi,” tandas Jazuli.

Anggota Komisi I DPR Dapil Banten ini menyesalkan kontroversi demi kontroversi BPIP. Terlebih lagi kali ini muncul jelang HUT Kemerdekaan RI ke 76 yang seharusnya berisi pesan-pesan yang menguatkan kebangsaan kita bukan berpotensi memecah belah akibat persepsi salah dan negatif.

“Ini bukan kali pertama BPIP membuat kontroversi. Stop menimbulkan kesan di masyarakat ada benturan antara negara dan agama. Sangat tidak produktif dan hanya menimbulkan kegaduhan,” pungkas Jazuli. (J3)

PARLEMEN

Bamsoet Minta Pajak Alat Kesehatan Tidak Masuk Pajak Barang Mewah

Published

on

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah agar pajak terhadap alat kesehatan (Alkes) tidak masuk dalam kategori pajak barang mewah. Melainkan ada perlakuan khusus, sehingga bisa meringankan beban operasional rumah sakit yang pada akhirnya meringankan rakyat jika ingin berobat. Begitupun terhadap pajak bahan baku obat, dan beban pembiayaan lainnya yang membuat biaya pengobatan menjadi mahal.

“Di Malaysia pajak untuk beberapa alat kesehatan sudah hampir nol persen. Sehingga biaya berobat di sana jauh lebih murah dibanding Indonesia. Tidak heran jika banyak warga Indonesia yang berobat kesana, khususnya di wilayah Penang. Sejak pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia memang sudah membebaskan pajak alat kesehatan. Namun hanya sebatas untuk penanganan Covid-19, belum keseluruhan barang alat kesehatan. Jika pajak untuk seluruh alat kesehatan minimal bisa diperlakukan seperti di Malaysia, tentu akan membawa angin segar bagi dunia kesehatan Tanah Air,” ujar Bamsoet usai menerima  Perhimpunan Dokter Ahli Hukum Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (PERDAHUKKI), di Jakarta, Kamis (21/10/21).

Pengurus PERDAHUKKI yang hadir antara lain, Ketua Umum dr. Rudi Sapoelete, Sekjen dr. Pramafitri Adi Patria, Bendahara Umum dr. Fery Rahman, Kabid Organisasi dr. Fauzy Masjhur dan Bidang Hubungan Antar Lembaga dr. Mariya Mubarika.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, riset Patients Beyond Borders memperlihatkan warga Indonesia sangat gemar berobat ke luar negeri. Peningkatannya cukup tajam, dari 350 ribu warga yang berobat ke luar negeri di tahun 2006 menjadi 600 ribu di tahun 2015. Total pengeluaran per tahun yang dikeluarkan penduduk Indonesia untuk berobat ke luar negeri bisa mencapai USD 11,5 miliar, dimana 80 persennya dihabiskan di Malaysia.

“Selain karena biayanya yang lebih murah dan pelayanannya lebih nyaman, warga Indonesia memilih berobat ke luar negeri karena alat kesehatannya yang sangat lengkap. Padahal dengan sumber daya manusia dan sumber daya rumah sakit yang dimiliki, Indonesia sebetulnya bisa menjadi tuan rumah bagi warganya dalam berobat. Bahkan Indonesia seharusnya bisa menjadi pemain utama dalam wisata medis, menjadi tempat yang nyaman bagi warga dunia berobat,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini juga menegaskan pentingnya Indonesia memiliki kedaulatan dalam memenuhi kebutuhan Alkes. Salah satunya dengan memprioritaskan belanja APBN sektor kesehatan dengan membeli Alkes produksi dalam negeri. Sehingga tidak terus bergantung pada impor. Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, setidaknya sudah ada 358 jenis Alkes yang diproduksi di dalam negeri, dan 79 jenis Alkes yang menjadi substitusi/pengganti produk impor.

“Laporan Gabungan Alat Kesehatan Indonesia (Gakeslab) yang merujuk data Kementerian Keuangan mencatat bahwa dalam APBN 2019, pengadaan alat kesehatan di rumah sakit pemerintah mencapai Rp 9 triliun. Pada tahun 2020 meningkat menjadi Rp 18 triliun karena adanya pandemi Covid-19. Jika digabungkan dengan anggaran APBD, BUMN, dan swasta, total belanja alat kesehatan di Indonesia berkisar Rp 50 triliun per tahun. Sangat disayangkan jika anggaran sebesar itu lebih banyak dinikmati oleh produsen alat kesehatan dari luar negeri,” pungkas Bamsoet. (Dwi)

Continue Reading

PARLEMEN

Hermanto Serahkan 3 Jenis Alsintan Buat Rakyat: Traktor Roda 2, Huller dan Polisher

Published

on

SOLOK – Anggota DPR RI Hermanto saat ini berada di Dapil Sumbar I dalam kunjungan kerja di daerah pemilihan. Kunjungan ini diisi dengan menjumpai kelompok demi kelompok di Kabupaten Solok Selatan guna menyerahkan 6 jenis bantuan pemerintah. Bantuan tersebut berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), jaringan irigasi tersier (JIT), kampung buah, jalan usaha tani (JUT), Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan Pengembangan Perhutanan Sosial Nasional (Bang PeSoNa)

Ada 3 jenis alsintan yang diserahkan yaitu traktor roda 2, huller dan polisher. Traktor roda 2 diserahkan ke kelompok tani (Pokta Bineka Tani, Jorong Sungai Kalu I, Nagari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD). Huller dan polisher diserahkan ke Poktan Ranah Saiyo, Jorong Tandai Ateh, Nagari Lubuk Gadang Tenggara, Kecamatan Sangir.

JIT diserahkan ke dua kelompok yaitu Poktan Sahabat Kita, Jorong Batang Limpaung, Nagari Pakan rabaa tengah, Kecamatan KPGD dan Poktan Kato Saiyo, Jorong Janjang Kambing, Nagari Luak Kapau, Kecamatan Pauh Duo.

Bantuan Kampung Buah berupa 1000 bibit kelengkeng diserahkan kepada Poktan Sarumpun Saiyo, Jorong Batuang Bajawek, Nagari Pakan Rabaa Utara, Kec. KPGD. Jalan usaha tani diserahkan ke Poktan Teratak Bersatu, Jorong Teratak Panas, Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan KPGD. Jalan tersebut memiliki panjang 377 meter dan lebar 1,5 meter.

Kebun Bibit Rakyat diserahkan kepada Kelompok Takondai, Jorong Sungai Durian, Nagari Bomas Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu. Bantuan berupa 30 ribu bibit yang jenisnya antara lain durian, pinang dan jengkol. Adapun Bang PeSoNa diserahkan ke kelompok Lembu Lestari, Jorong Bukit Malintang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir. Bantuannya berupa 10 ekor kambing dan lebih dari 600 bibit manggis dan pinang.

Menurut Hermanto, semua bantuan tersebut didanai APBN. “Semua bantuan tersebut semoga bisa menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Solok Selatan,” jelas legislator dari FPKS DPR RI ini.

Dalam rangkaian penyerahan bantuan tersebut, Hermanto didampingi tokoh muda setempat Effendi Muharram. (Joko)

Continue Reading

PARLEMEN

I Nyoman Parta Beri Pemahaman Pelaku UMKM Pentingnya Asuransi

Published

on

JAKARTA – Belum banyaknya informasi terkait penjaminan kredit modal kerja UMKM pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Anggota Komisi VI DPR RI Nyoman Parta bersama beberapa BUMN asuransi mengadakan sosialisasi Peran IFG (Indonesia Financial Group) dan anak perusahaan dalam menyediakan produk asuransi dan penjaminan di masyarakat, di Hotel Vasini, Denpasar, Sabtu (16/10/2021) kemarin.

Selama ini pembicaraan terkait UMKM lebih banyak menyoroti soal pembiayaan, kebijakan pendukung, pengembangan kapasitas usaha dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, ia meminta pelaku UMKM memberikan pencerahan pentingnya asuransi, maka mereka akan memproteksi diri melalui produk perusahaan BUMN asuransi untuk meminimalisasi resiko.

“Jika dilihat masyarakat masih sangat awam terkait asuransi. Padahal asuransi ini memiliki manfaat bagi masyarakat, asuransi tidak diidentikan dengan perlindungan pada diri sendiri. Tetapi cakupan sudah bersifat makro salah satunya bisa terhadap usaha-usaha kita. Memilih asuransi harus jelas yang sudah terdaftar di OJK. Dan tidak perlu khawatir terhadap asuransi, apalagi asuransi ini punya BUMN,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini di depan puluhan penggiat UMKM seluruh Bali.

Parta juga menjelaskan, acara sosialisasi bersama BUMN asuransi sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM. Karena selama ini berbicara pada akses modal, pendampingan dan pelatihan UMKM.

“Ada program asuransi untuk petani, peternak, perikanan, nelayan yang ditanggung pemerintah tetapi belum terserap semuanya. Program yang begitu bagus, preminya ditanggung pemerintah tidak sampai ke petani, nelayan dan lainnya.” (NY)

Continue Reading

Kategori

Topik Terkini

Trending