Connect with us

RAKYAT

Rayakan HUT ke-7, Karimun Club Bekasi Gelar Santunan dan Berbagi Takjil di Gedung Juang 45′ Tambun

Published

on

BEKASI – Komunitas Karimun Club Bekasi (KCB) merayakan hari jadinya yang ke-7 di Gedung Juang 45, Jl. Sultan Hasanuddin, Mekar Sari, Kec. Tambun Selatan, Minggu (24/4) malam.

Ketua Karimun Club Bekasi (KCB), Tatang Ediyana, bilang bahwa kegiatan yang diselenggarakan ini mengundang pula perwakilan Pengurus Daerah (Pengda) Karimun Club terdekat, seperti Karawang, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Purwakarta, dll.

“Kebetulan tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, sehingga sempat kita adakan juga santunan anak yatim dan kegiatan sosial lainnya,” kata dia.

Tatang berharap, kegiatan ini bisa lebih mempererat silaturahmi di antara member KCB menjadi lebih solid. “Dan tentunya juga member KCI dari daerah lain,” imbuh Tatang.

Menurut Tatang, KCB sendiri, saat ini beranggotakan sekitar 400 member. Sedangkan untuk anggota KCI (Karimun Club Indonesia) mencapai 7.000 member di seluruh Indonesia. Pungkas Tatang kepada awak media.
(CP/red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RAKYAT

Diduga pelaku pemukulan di Cafe Mutiara Merupakan Suami Dari Mamih

Published

on

BEKASI – Perkembangan Berita pada 24 April 2022 kini memasuki babak baru, dimana cafe yang masih membandel buka di bulan suci Ramadhan itu memakan korban penganiyaan di (THM) tersebut,

Aksi kriminal dialami W (36), warga Serang Baru di halaman parkir Cafe M (THM) di Kali Malang Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu pagi (24/4).

Menurut keterangan korban (W), dirinya dianiaya oleh beberapa orang saat berada di halaman parkir Cafe.

Kini lambat laun perkembangan dari kasus penganiayaan tersebut pelakunya sudah terendus dan jelas, dari keempat pelaku salah satunya terindikasi Suami dari yang punya Cafe dan oknum dari salah satu Ormas.

Waktu kejadian menurut keterangan saksi istri dari korban,
Pelaku sempat kabur dan berebutan kunci motor dan tidak berhasil kabur dengan naik kendaraan rekannya, dan motor tersebut kini jadi barang bukti di unit Reskrim Polsek Tambun, saya hafal betul muka yang menganiaya suami saya pungkas saksi istri korban.

Menurut Korban W, sudah ada yang datang dan meminta permasalahan pemukulan dengan kekeluargaan tanpa melibatkan pihak ketiga,
akan tetapi korban W bersikukuh bahwa perkara ini saya sudah limpahkan ke kuasa hukum dan silahkan menghubungi pengacara saya.

Saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu, (30/4/2022). Pengacara yang ditunjuk korban merupakan pengacara LBH IWO Indonesia DPD kabupaten Bekasi, Nurhasan SH dan Hadromi SH, Mengatakan bahwa hingga saat ini kami belum pernah menerima telepon dari siapapun untuk meminta Kekeluargaan. Pungkasnya.

Bahwa kami tetap akan memproses kasus ini sampai terang benderang apa motif pelaku hingga tega memukuli klien kami sampai babak belur dan Klien kami minta agar mereka para pelaku harus merasakan bagaimana jika sudah masuk hotel prodeo alias di bui.

Dengan adanya kasus ini, penganiayaan atau pemukulan terhadap korban W, kami para kuasa akan kami sangkakan pasal 170 KUHP subsider 351 ayat 1 dan 4 dengan ancaman hukuman Lima tahun Penjara Pungkas Nurhasan yang juga Sekjen IWO Indonesia DPD kabupaten Bekasi.
(CP/red)

Continue Reading

RAKYAT

Kabid Kajian GPI Maluku Apresiasi Gubernur MI Atas Upaya Penurunan Angka Kemiskinan

Published

on

JAKARTA – Ketua Bidang Kajian dan Kaderisasi Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam (PW GPI) Provinsi Maluku, Mustakim Rumasukun, menilai penurunan angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi dimasa kepemimpinan Gubernur Murad Ismail pelan-pelan mulai meningkat. (lebih…)

Continue Reading

RAKYAT

PT. Mane Indonesia Penyebab Pencemaran Lingkungan, 10 Tahun Warga Terkena Imbasnya

Published

on

Bekasi – Warga sekitar PT Mane Indonesia pabrik kimia pembuatan wangi-wangian yang terletak di Desa Pasirgombong Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Jawa Barat, sangat merasakan betul atas dampak dari wangi-wangian pabrik yang mengganggu kesehatan warga yang tinggal di sekitar PT
Mane Indonesia.

Pasalnya warga sekitar sudah bertahun-tahun menghirup bau menyengat, dari proses produksi PT.Mane Indonesia , yang berasal dari bahan kimia melalui udara, dan sangat merugikan kesehatan warga yang menghirup melalui udara,akibat polusi udara yang disebabkan produksi dari PT.Mane Indonesia.

Hal tersebut dikeluhkan oleh warga sekitar yang berdekatan dengan pabrik PT Mane Indonesia.

Salamah (45) tahun warga yang tinggal disekitar lingkungan PT.Mane Indonesia yang terkena dampak dari pencemaran udara mengatakan, dirinya sudah lama tinggal di Kp.Sempu Darussalam, Desa Pasirgombong RT.06/02 dusun satu. Pabrik tersebut pada saat berproduksi membuat sesak napas, karena baunya sangat menyengat.

“Waduh bang yang kasihan orang tua yang sudah sepuh apalagi nenek nenek, kakek kakek, kalau sudah menghirup bau dari PT Mane sampai ada yang tidak kuat, karena baunya bikin orang sesak napas, tuturnya ke awak media, Kamis (21/04).

Masih kata Salamah,
“Kami dan warga lainya sudah mengadukan tentang pencemaran udara ini kepada pihak Pemdes Pasirgombong,
Kami berharap PT Mane Indonesia mendapat teguran dari Pemdes Pasirgombong,ternyata dari dulu sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya, tukas Salamah.

Hal senadapun disampaikan Yogi, yang merupakan warga Dusun 1 Kampung Sempu Darussalam, Rt 06/02 Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara.

Dikatakan Yogi bahwa pencemaran polusi udara yamg di sebabkan oleh PT Mane Indonesia ini sangat merugikan masyarakat.

“kami sudah bertahun-tahun tinggal bersebelahan dengan PT.Mane, sudah menjadi langganan menghirup pencemaran udara dan bau menyengat sampai sekarang tidak ada solusinya untuk kami yang tinggal bersebelahan, disekitar lingkungan PT Mane Indonesia, sudah bertahun-tahun kami menghirup udara tidak sehat yang bersumber dari PT Mane Indonesia, sama sekali tidak ada kepedulian kepada kami, dari pihak Pemerintah Desa maupun instansi terkait, ungkap Yogi.

“Kami berharap kepada siapapun yang bisa membantu kami untuk mendapatkan solusi atas pencemaran udara yang merugikan lingkungan ini, khususnya Kami yang menjadi korban pencemaran lingkungan dari PT Mane Indonesia,
“kami sangat berharap ada yang bisa bantu kami, kami sudah hampir 10 Tahun suara kami tidak didengar dan keluhan yang kami rasakan terkesan tidak ada yang peduli, bahkan kami sudah mencoba melaporkan ke pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi (DLH), tetap saja tidak ada tindak lanjutnya, bahkan pada tahun 2014 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bekasi “DPRD” sempat sidak langsung ke PT Mane tersebut, tetapi sama saja, sampai saat ini tidak ada perubahan untuk kami warga yang sudah sangat-sangat dirugikan oleh PT Mane Indonesia, beber Yogi.

Lanjut Yogi, “segala macam cara sudah kami lakukan, bahkan kami pun sempat bersama warga sekitar melakukan Demo ke PT Mane, tetapi tidak juga ditanggapi oleh pihak manajemen PT Mane Indonesia,
jangan sampai warga kami sakit lalu meninggal dunia, karena penyebabnya menghirup udara tidak sehat yang bersumber dari PT Mane. tutupnya.
(CP/red)

Continue Reading

Kategori

Topik Terkini

Trending